Trending

Bagaimana Cara Music Streaming Membayar Pemusik?

Mungkin pertanyaan ini muncul di benak lo ketika asyik menikmati musik dari aplikasi-aplikasi streaming terkenal seperti Spotify atau mungkin YouTube. Tentu saja para musisi nggak akan mau “menyumbangkan” lagu-lagu ciptaan mereka secara cuma-cuma di aplikasi-aplikasi streaming musik seperti itu. Secara, musisi juga manusia yang butuh uang buat kebutuhan mereka. Lantas, bagaimana cara layanan music streaming membayar para pemusik?

 

Bayar royalti, selesai

Sebenarnya, mudah untuk mendapatkan uang dari layanan streaming musik. Penyedia layanan hanya perlu membayar royalti ke perusahaan label rekaman. Jumlahnya dihitung dari berapa kali lagu-lagu dari setiap musisi dimainkan oleh pengguna mereka. Semakin banyak diputar, maka semakin banyak uang yang didapatkan oleh musisi.

Biaya per pemutaran pun dihitung berdasarkan banyak faktor, di antaranya adalah pangsa pasar dan pendapatan per kapita suatu daerah. Itulah kenapa beberapa daerah memiliki harga royalti yang berbeda-beda. Atas dasar itu juga, penentuan royalti juga berbeda-beda pada tiap penyedia layanan streaming.

 

Perbandingan yang rumit

Secara global, harga rata-rata terbesar yang dibayarkan ke label datang dari YouTube, dengan 0,0369 dolar. Xbox Music menempati urutan kedua dengan 0,0264 dolar. Urutan ketiga dipegang oleh MediaNet (layanan penyedia akhir yang mendanai banyak layanan streaming) dengan 0,0237 dolar dan Urutan keempat, Guvera, dengan 0,0195 dalar.

Empat dari lima urutan selanjutnya dipegang oleh layanan streaming berbayar: pre-Tidal Aspiro (0,0121 dolar), Rhapsody (0,0079 dolar), Beats Music (0,0078 dolar), Omnifone (0,0075 dolar), dan Google Play (0,0070 dolar). Tiga selanjutnya muncul dari subscription services dengan freemium model: Spotify (0,0050 dolar), Deezer (0.0047 dolar), dan Rdio (0,0029 dolar). Sedangkan layanan streaming paling buncit jatuh ke layanan asal Rusia, Yandex dengan 0.0007 dolar per stream.

Bila dibandingkan berdasarkan jumlah negara, hasilnya akan sedikit rumit karena banyak negara yang hanya sedikit melakukan streaming. Dengan rata-rata yang diambil dari semua layanan streaming, Amerika Serikat menduduki urutan pertama royalti per-stream, dengan angka $0,0111, bila dibandingkan dengan negara dengan 30 streaming per lagu per bulan. Jerman menduduki peringkat kedua dengan $0,007 dan Swedia di urutan ketiga dengan $0,005. Meski Brazil menduduki peringkat kedua streamer paling banyak di dunia, dengan 369 per lagu per bulan, namun merupakan salah satu negara dengan pembayaran royalti paling rendah di dunia.

Udah kejawab kan gimana cara music streaming membayar pemusik di setiap karya mereka? Dengan berlangganan layanan musik, maka lo sudah menunjukkan dukungan bagi para pemusik di seluruh dunia. Berhenti nikmatin musik-musik bajakan sekarang juga!

 

Source: Billboard.com, Wallstreetjournal.com