Trending

Belajar Teknik Animasi a la Hollywood Bersama Pinot

Cerita soal anak bangsa yang sukses berkarir di luar negeri memang selalu berhasil menarik perhatian. Salah satunya datang dari animator kawakan yang mungkin nggak asing buat sebagian dari Urbaners, yaitu Wahyu “Pinot” Ichwandardi. Pria yang menetap di New York, Amerika Serikat, tersebut memang sering jadi bahan pembicaraan lewat karya-karyanya yang dibagikan di media sosial.

Kali ini, MLDSPOT berkesempatan untuk mengobrol lebih jauh dengan Pinot yang nggak pelit untuk berbagi segudang cerita dan perjalanan yang dimilikinya. Simak di sini, Urbaners!

Pintu Kesempatan dari Media Sosial

Pintu Kesempatan dari Media Sosial

Nama yang sedemikian besar diperoleh Pinot melalui kerja keras, terutama dalam memanfaatkan jejaring media sosial yang ia miliki. Awalnya memang hanya dijadikan tempat untuk berbagi proses kreatif saja, tapi saat ini media sosial sudah menjadi tempat yang membuka banyak pintu kesempatan bagi Pinot. Memiliki jejak karier dari Indonesia, Kuwait, sampai Amerika Serikat seperti saat ini adalah turning point yang datangnya dari media sosial.

Saat Vine baru dirilis tahun 2013, Pinot dapat tawaran dari VaynerMedia menjadi content creator komersial bagi beberapa brand. Buat lo yang belum tahu, VaynerMedia ini merupakan agensi digital yang didirikan oleh pebisnis kawakan Gary Vaynerchuk. Proyek kolaborasi untuk media sosial tersebut rencananya hanya berlangsung selama setahun. Namun, memasuki tahun 2014, proyek itu justru berbuntut jadi tawaran kerja tetap bagi Pinot. Ia merasakan betul bagaimana the power of social media memiliki peran penting dalam perjalanan karirnya hingga di titik ini.

“Media sosial bagi saya adalah galeri, tempat pamer karya, dan portfolio; Tempat di mana saya menemukan network baru untuk opportunity baru. Selain itu, di media sosial bisa terjadi engagement dua arah antara kreator dan audience. Segala sesuatu yang disampaikan di media sosial adalah bagian dari personal branding saya yang mencakup seni, kreativitas, craft, dan keluarga,” jelas Pinot yang memantapkan dirinya sebagai social media content creator.

Pinot dan Segudang Pencapaiannya

Pinot dan Segudang Pencapaiannya

Setelah menerima kesempatan bekerja di New York, karir Pinot makin melejit. Ia makin ahli menghasilkan karya animasi untuk klien-klien ternama seperti Disney, Samsung, Apple, Ford, Rolls Royce, Spotify, sampai Google Chrome. Lagi-lagi, proyek tersebut kebanyakan digunakan untuk promosi pada media sosial perusahaan seperti lewat Vine, Twitter, Snapchat, dan lain-lain.

Karyanya yang diakui secara internasional pun membuat layanan streaming seperti Netflix (Stranger Things), Amazon Prime (The Man in the High Castle), dan USA Network (Mr. Robot) bekerja sama dengan Pinot untuk promosi acaranya. Meski begitu, portfolio Pinot nggak melulu diwarnai oleh perusahaan besar saja. Ada kalanya Pinot menggandeng rekan sesama animator atau penggiat media sosial lain seperti Zach King, Kevin Parry, serta Ian Padgham.

Menumpuknya pencapaian Pinot dibarengi dengan prestasi yang telah diraihnya. Sebut saja saat Pinot berhasil meraih penghargaan sekelas Fast Film Fest, Shorty Awards, dan Snackable Content Awards. Ada pula nominasi dari Tribeca Film Festival yang meninggalkan kesan spesial bagi Pinot. “Walau hanya dinominasikan dalam kategori animasi pendek, tapi ajang tersebut cukup bergengsi buat pembuat film di New York City,” kenang pria kelahiran Surabaya ini.

Proses Kreatif Saat Membuat Animasi

Proses Kreatif Saat Membuat Animasi

Di balik pencapaian yang telah Pinot raih, terdapat faktor-faktor yang membantu proses kreatifnya saat membuat animasi. Dimulai dari saluran media sosial yang jadi keahliannya. Pembuatan animasi dari Pinot umumnya dilakukan untuk video berdurasi singkat karena adanya batas waktu dari media sosial. Keterbatasan waktu tersebut justru jadi tantangan bagi Pinot yang berusaha meninggalkan pesan dalam waktu singkat lewat animasi ciptaannya.

Meski hanya berdurasi sekian detik atau menit, keahlian Pinot dalam membuat motion graphic tersebut bisa menyita waktu minimal hitungan jam sampai berbulan-bulan. Tingkat kesulitan dengan gaya animasi ciri khas Pinot menjadi penyebab lamanya proses pembuatan. Pria yang mengidolakan Steve Jobs ini gemar memadukan dua konsep dalam animasinya, misalnya menggabungkan fantasi dan dunia nyata, atau analog dan digital.

Ia mengaku bisa menerapkan konsep bebas tersebut karena Pinot nggak bekerja sebagai animator di studio besar. Proses pengerjaan yang dapat dikerjakan sendiri, cepat, spontan, dan impulsif justru membantu Pinot dalam menggali kreativitasnya. ‘Liarnya’ imajinasi Pinot menghasilkan karya ikonis seperti retro trailer film Star Wars, dancing Donald Glover, sampai seri “Sketching People” yang sering dimuatnya melalui Instagram (@pinot).

Pentingnya Saling Berbagi Inspirasi

Pentingnya Saling Berbagi Inspirasi

Bagi Pinot, inspirasi dan imajinasi tinggi yang ia miliki datang dari keluarga. Pinot mengaku sering mendapatkan imajinasi saat menggambar atau bermain bersama anak-anaknya. Adanya interaksi tersebut mempertemukan ide baru dari masing-masing perspektif.  Apa yang Pinot dan anak-anaknya lakukan ini didasarkan pada pengalaman pribadinya saat dulu saling berbagi inspirasi bersama sang ayah.

Pria lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini diperkenalkan dunia animasi melalui ayahnya. Ayahnya membawa perangkat Macintosh pada 1980-an silam dan menjelaskan pada Pinot soal trik sel animasi. Dari situ Pinot mencoba, terus belajar, dan mematangkan kemampuannya. Prinsip tersebut yang Pinot percayai dalam menekuni dunia animasi dan menjadi pesan untuk Urbaners yang tertarik menggeluti karir di bidang ini.

“Jangan terpaku pada satu skill, ilmu, minat, hobi, dan passion. Perbanyak eksperimen pribadi. Meski belum menghasilkan income, tetap jalani sebagai kegiatan refreshing. Coba latihan secara konsisten setelah pulang kantor dan sebelum tidur meski hanya 10 menit, 30 menit, atau bahkan satu jam. Suatu saat nanti, apa yang dikumpulkan akan memberi hasil. Serta yang terpenting saling berbagi inspirasi baik pada diri sendiri maupun orang lain,” pesan Pinot.