Trending

Bukalapak Jadi Startup Unicorn ke-4 di Indonesia

Sebelum Bukalapak, di Indonesia ada tiga startup yang menyandang status Unicorn atau bernilai lebih dari 1 miliar dolar. Ketiga startup tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia yang mendapatkan suntikan dana sebesar 1,1 miliar dolar atau setara 14,7 triliun rupiah. November lalu, CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa startup-nya baru saja mendapatkan investasi yang membuat nilai perusahaannya mencapai lebih dari 1 miliar rupiah.

 

Pentingnya Inovasi dalam Mengembangkan Bukalapak

Banyak orang yang sudah tahu mengenai kisah Achmad Zaki dalam mengembangkan Bukalapak untuk pertama kalinya. Didirikan tahun 2010, Achmad Zaky benar-benar memulai semuanya dari nol. Mendapatkan pendanaan untuk pertama kali di tahun 2012, Bukalapak kemudian meraih kesuksesan setelah EMTEK mengakuisisi 49% sahamnya dengan total investasi mencapai 439 miliar rupiah.

Terlepas dari jumlah pendanaan yang didapat, Zaky dan timnya sangat kompeten dalam mengembangkan Bukalapak. Salah satu inovasi paling keren dari Bukalapak adalah BukaReksa dan BukaEmas. Bukalapak memang ingin agar para pelanggannya enggak hanya bisa belanja melalui e-commerce­ tersebut, tetapi juga berinvestasi.

 

Apa pentingnya sebutan Unicorn dalam dunia startup?

Sebenarnya, status Unicorn ini mengundang satu pertanyaan. Apa sih keuntungan gelar Unicorn pada perusahaan startup? Istilah Unicorn muncul pada tahun 2013, ketika ada 39 startup di seluruh dunia yang mempunyai valuasi melebihi 1 miliar dolar. Untuk mengelompokkan startup tersebut, muncul istilah Unicorn.

Majalah Fortune.com mengatakan bahwa istilah Unicorn sebenarnya enggak berarti apa-apa. Nilai perusahaan hanya bisa ditaksir di atas kertas, bukan nilai kekayaan sesungguhnya dari suatu perusahaan. Walaupun begitu, Fortune.com melanjutkan, startup dengan sebutan Unicorn akan lebih mudah mendapatkan investasi tambahan dan gengsi perusahaannya akan naik.

Di Asia sendiri, Tiongkok mendominasi daftar startup Unicorn. Posisi pertama ditempati oleh Xiaomi, diikuti oeh Flipkart dari India, dan Didi Kuadi serta DJI di posisi ketiga dan keempat. Sedangkan untuk wilayah Asia Tenggara, GrabTaxi dari Malaysia masih menjadi yang terbaik dengan nilai perusahaan mencapai 1,8 miliar dolar.

Tentu masuknya Bukalapak sebagai startup Unicorn ke-4 di Indonesia sangat membanggakan. Selamat, Bukalapak!

 

Source: tempo.com