Trending

Go-Jek Siapkan 500 Juta Dolar untuk Tembus Pasar Asia Tenggara

Ketika Go-Jek diluncurkan di Indonesia, secara bersamaan Grab melakukan hal yang sama di Malaysia. Nggak lama setelah itu, Grab melakukan ekspansi besar-besaran di beberapa negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Jika Go-Jek hanya fokus pada market di Indonesia, maka Grab udah sangat merajai beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Setelah Grab melakukan manuver besar-besaran dengan membeli Uber Asia Tenggara, sekarang giliran Go-Jek yang melakukan manuver. Melalui rilis resminya yang disebar di beberapa media online di Indonesia, CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan bahwa Go-Jek akan mulai mengekspansi beberapa negara di Asia Tenggara. Nggak tanggung-tanggung, Go-Jek menyiapkan 500 juta dolar atau 7,1 triliun rupiah untuk melancarkan ekspansi tersebut.

Antara Singapura dan Malaysia

Dalam rilis resminya tersebut, Nadiem Makarim nggak menyebutkan secara pasti negara mana saja yang akan masuk dalam radar ekspansi Go-Jek. Tetapi yang pasti, dalam waktu dekat Go-Jek akan mengumumkan satu negara yang akan menjadi target ekspansi. Setelah satu negara tersebut diumumkan, Go-Jek akan melakukan penambahan 3 negara lain di Asia Tenggara.

Dilansir dari cnnindonesia.com, pengamat teknologi informasi dari ICT, Heru Sutadi, mengatakan bahwa pasar Indonesia yang cocok adalah Singapura dan Malaysia. Heru menyebutkan negara dengan penduduk banyak, yaitu Malaysia dan Thailand, memiliki jenis market yang berbeda. Di Thailand, alat transportasi tuk-tuk masih sangat mendominasi, jadi masih sangat sulit jika Go-Jek masuk ke sana.

Negara yang paling masuk akal adalah Singapura dan Malaysia. Selain sudah ada Grab di sana, tipe masyarakat Singapura dan Malaysia ini hampir mirip dengan Indonesia, sangat melek teknologi dan serba instan.

Potensi dari sisi finansial

Ketika Grab membeli Uber sebesar 27 triliun rupiah, tentu itu bukan uang yang sedikit, Urbaners. Grab sangat besar di Asia Tenggara, dengan total penduduk mencapai 640 juta jiwa, tentu market Grab jauh lebih besar daripada Go-Jek. Walaupun di Indonesia market Grab cukup kecil, tetapi senggaknya Grab nggak kalah di negara lain.

Dengan investasi gila-gilaan dari Google, Tencent, Astra, dan beberapa perusahaan besar lain, Go-Jek tentu sangat sanggup untuk head to head melawan Grab di Asia Tenggara. Kita tunggu aja, negara mana yang bakal jadi tujuan Go-Jek.

Source: cnnindonesia.com