Trending

Hiruk-Pikuk Java Jazz Hari Ketiga, Unjuk Gigi Penyanyi Senior Hingga Kesempatan Bagi Anak Muda

Siapa yang datang ke Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2018 hari ketiga? Kalau lo datang, pasti lo semua tahu banyak banget keseruan yang terjadi di acara yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran itu. Mulai dari musisi muda Indonesia yang dibangga-banggain sama Incognito, komposisi-komposisi hebat milik maestro Idang Rasjidi, sampai Jhene Aiko yang mengundang para penonton untuk naik ke atas panggung. Seru banget kan Urbaners!

Margie Segers Buktikan Usia Bukan Masalah

Usia 67 tahun bukan jadi masalah buat Margie Segers. Buktinya, dia bisa berlenggak ke sana dan sini sambil bernyanyi. Tak tanggung-tanggung, lagu seperti ‘Mustang Sally’ dibawakan secara enerjik. Mengusung nama Motown untuk band pengiring yang dipenuhi talenta hebat, Urbaners pasti bakal dapat penampilan memukau.

Selanjutnya, Margie juga menyanyikan nomor ‘Spinning Wheel’. Salah satu lagi yang paling banyak dinyanyikan ulang oleh musisi ternama, contohnya Tony Hartaway dan Amy Winehouse. “We would like to do our best for you,” kata Margie sebelum membuat penonton bergemuruh.

Incognito Puji Rega Dauna dan Petra Sibombing

Berkali-kali Incognito datang ke Indonesia tidak membuat penonton bosan. Venue yang penuh bisa jadi pengakuan bahwa band lawas ini sudah punya penggemar setia dalam jumlah besar.

Meski begitu, punggawa Jean-Paul ‘Bluey’ Maunick mengakui talenta muda Indonesia. Rega Dauna didaulat membuka ‘Let’s Stay Together’ dengan lengkingan harmonika. Petra Sihombing juga dipuji saat bergabung memainkan ‘Take It or Leave It’. “Incognito akan mencoba memperkenalkan musisi muda ke dunia untuk regenerasi,” ujar Bluey.

Setelah itu, vokalis Maysa Leak mengambil kredit dari penonton dengan ‘Pieces of Dream’. Tidak lupa juga ‘Still A Friend of Mine’ yang membuat penonton bernyanyi dan berdansa.

Improvisasi Maestro Jazz Idang Rasjidi

Kalau mau nonton jazz asli Indonesia tapi tidak kalah kualitasnya, coba deh dengarkan Idang Rasjidi, Urbaners. Improvisasi komposisi musik yang panjang tidak akan membuat lo bosan. ‘Ripcore’ yang jadi pembuka dimainkan hampir 10 menit, Idang memimpin depan keyborard-nya.

Format band penuh ditambah 1 trombone dan 2 saxophone juga berhasil membuat musiknya lebih kaya. Selain itu, dinamisnya musik yang bergerak semakin cepat atau sebaliknya bakal ngebawa lo ke tempat yang menyenangkan. Tidak percaya? Coba lo dengar ‘Midnight Breeze’ sambil menutup mata.

Kemesraan Endah & Rhesa Bikin Penonton Panas

Si mungil Endah dan Rhesa yang jangkung juga berhasil mencuri perhatian. Biar cuma main di panggung kecil berada di tengah keriuhan. Tata suara yang pas-pasan juga tidak menahan performa pasangan suami-istri ini. Penonton pun diperbolehkan meminta lagu yang ingin dibawakan.

‘Menua Bersama’ pun dibawakan sambil berpesan: “Bukan tentang mencari persamaan tapi seberapa besar toleransi terhadap perbedaan.” Penonton pun terhanyut oleh lagu terbaru yang dirilis Februari lalu.

Setelah itu, ‘Baby It’s You’ digadang jadi lagu untuk unjuk kebolehan. Gitar dimainkan oleh Rhesa menjadi sambil memeluk Endah yang memainkan kunci ritme. Mereka bermain dalam posisi itu sampai turun ke jalan. Konser mereka ditutup oleh ‘When You Love Someone’ yang diiringi penonton.

Jhene Aiko Ajak Penggemar Penuhi Panggung

Penyanyi berusia 30 tahun ini juga jadi bintang utama malam Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2018. Jhene Aiko, jauh-jauh dari Los Angeles berhasil memberikan kejutan yang indah. Para penonton diajak untuk naik ke atas panggung.

Sambil diiringi musik harpa, Jhene Aiko membawakan musik-musik untuk anak muda berselebrasi. Ornamen bunga-bunga yang menghiasi panggung membuat aksi panggungnya semakin cantik.

Lagu-lagu seperti ‘Way Out’ dan ‘While We’re Young’ berhasil membawa penonton ke dimensi lain. Dengan materi-materi yang mengangkat substansi nakal, Jhene Aiko berhasil membuat penonton terbang semakin tinggi dengan ‘Sativa’.