Trending

Malaysia Mundur Dari Formula 1

Balapan Formula Satu (F1) nyatanya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta olahraga otomotif. Lomba jet darat ini masih tetap berada di puncak program olahraga paling dilihat sejagat. Ternyata bukan soal itu saja. Iming-iming keuntungan serta gengsi menjadi penyelenggara balapan juga membuat berbagai negara berebut menjadi bagian dari kalender balap F1.

Selain Eropa dan AS, negara-negara di kawasan Asia juga berminat menjadi penyelenggara. Thailand, sudah dikonfirmasi menjadi negara ketiga di Asia Tenggara--setelah Malaysia dan Singapura--yang akan menjadi bagian dari kalender balap F1 musim depan.

Tapi Urbaners, kabar mengejutkan justru datang dari Malaysia. Negeri Jiran ini memastikan berhenti menggelar balapan F1 usai musim 2017. Mereka sudah membuat pengumuman resmi tak akan lagi menjadi tuan rumah gelaran F1 mulai tahun depan.

Seperti dilansir Bernama, keputusan itu secara langsung disampaikan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak. Keputusan itu perlu diambil karena keuntungan yang didapatkan dari penyelenggaraan F1 di Sirkuit Sepang tak sebanding dengan pengeluaran.

Menurut Najib, selama 15 kali penyelenggaraan F1 sebenarnya sudah membantu mempromosikan Malaysia sebagai tujuan olahraga kelas dunia dan tujuan wisata internasional. “Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan laporan Sepang International Circuit (SIC) tentang pelaksanaan F1. Kerajaan terpaksa menanggung biaya pelaksanaan yang tinggi sementara hasil yang didapatkan, termasuk jumlah penonton dan wisatawan asing semakin menurun sejak beberapa tahun belakangan ini,” tambahnya.

Perlu Urbaners ketahui, tuan rumah harus setor untuk biaya penyelenggaraan F1, yang keseluruhannya bisa mencapai 500 juta dolar AS. Angka ini bahkan meningkat hingga 10% setiap tahunnya karena banyak pemilik sirkuit yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah.

Selanjutnya, jelas Najib, Malaysia akan mengalihkan dana untuk event motorsport lain seperti MotoGP dan Go-Kart. Sedangkan, Sirkuit Sepang masih tetap digunakan untuk balapan MotoGP dan balapan tingkat nasional lainnya. Adapun Petronas akan terus menjadi sponsor Mercedes AMG Petronas di F1 sebagai bentuk strategi promosi internasional.

Situasi ini jelas memberi keuntungan bagi Turki. Hanya berselang beberapa pekan setelah pengumuman Malaysia takkan lagi jadi  penyelenggara  Formula Satu (F1) mulai 2018, negara itu kini disebut jadi calon kuat penggantinya.

Indikasinya, seperti dilaporkan Motorsport, CEO Formula 1 Chase Carey telah menemui Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,  awal April lalu di Kompleks Istana Kepresidenan Turki, Ankara. Pemerintahan Erdogan berharap bisa kembali membawa balapan Grand Prix ke Sirkuit Intercity Istanbul Park pada tahun 2018.

Turki terakhir kali menggelar balapan F1 pada 2011. Saat itu balapan dimenangi pembalap Red Bull, Sebastian Vettel. Jika rencana tersebut bisa terealisasi, Turki akan bergabung bersama dua negara lainnya, Prancis dan Jerman, yang kembali masuk ke kalender F1 tahun depan.

 

Source: Sindonews.com