Trending

Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Ngayogjazz tidak melulu tentang musik yang ditampilkan. Tapi, ada banyak cerita lain yang juga mampir di depan mata.

Puluhan ribu pengunjung, jelas terbagi konsentrasinya. Tidak melulu mengarahkan diri pada panggung pertunjukan, tapi juga berbagai macam kebutuhan yang tersedia. Panitia Ngayogjazz punya perhatian yang tidak main-main pada hal-hal di luar teknis penyelenggaraan panggung musik.

Yang pertama kali harus dicek begitu melangkahkan kaki ke Ngayogjazz adalah para pelapak yang menawarkan hal-hal yang berkaitan dengan musik. Ada beberapa pedagang kaset lawas dan para pelapak musik dari Jogja Records Club yang menawarkan album-album bagus dalam format kaset, plat dan bahkan vinyl. Merchandise festival dan band-band yang tampil juga tersedia. Yang ini, jadi buruan khusus. Tidak heran, selepas break maghrib, sudah banyak barang yang stoknya menipis diburu pengunjung.

Instalasi bambu juga mencuri perhatian. Ketika langit masih terang, banyak pengunjung yang berfoto sekaligus mengabadikan berbagai macam instalasi yang terpasang.

Makanan juga menyediakan banyak pilihan untuk pengunjung. Mulai dari makanan khas desa yang disediakan oleh warga di teras-teras rumah mereka hingga para penjaja makanan festival yang memang seringkali muncul setiap ada penyelenggaraan event sejenis. Sekedar catatan, Yogyakarta adalah salah satu kota yang jumlah festivalnya paling banyak se-Indonesia.

Ngayogjazz 2019: Sebuah Restoran Dengan Pilihan Menu Yang Menggiurkan

Penyebaran seluruh menu tambahan ini, ada di nyaris seluruh sisi kampung Kwagon, venue Ngayogjazz 2019 ini. Sepertinya, penyelenggara memang ingin menciptakan banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi di festival ini. Penonton dipersilakan memilih menu mana yang ingin dinikmati. Mulai dari mengantri panjang di depan panggung besar, kecil atau teras rumah yang disulap. Menyaksikan ragam kesenian yang terus menerus tampil bergantian. Atau sekedar berkumpul dengan teman-teman terdekat dan ngobrol menghabiskan hari di sebuah perayaan kebudayaan yang begitu megah.

Dewa Budjana, di tengah-tengah set yang ia mainkan, sempat memuji Ngayogjazz. Katanya, “Di dunia, cuma di Jogja yang bisa begini.”

Melihat apa yang terjadi sepanjang hari, ia benar; cuma Jogja yang bisa begini.