Trending

Piala Konfederasi Sebagai Ajang Pemanasan Jelang Piala Dunia

Setiap satu tahun jelang Piala Dunia dilakukan, akan diselenggarakan turnamen “pemanasan” yang disebut Piala Konfederasi. Para pesertanya nggak sembarangan, delapan negara yang ikut adalah juara di masing-masing benua. Di tahun 2017 ini, Piala Konfederasi diselenggarakan di Rusia, tuan rumah Piala Dunia 2018. Kedelapan negara yang ikut adalah tuan rumah Rusia, juara dunia (Jerman), juara Eropa (Portugal), juara Afrika (Kamerun), juara Asia Australia, juara Oceania (Selandia Baru), juara Amerika Utara (Meksiko), dan juara Amerika Selatan (Meksiko).

Pertandingan Pertama Aman Bagi Tuan Rumah

Rusia melakoni pertandingan pembuka Piala Konfederasi melawan juara Oceania, Selandia Baru

Rusia melakoni pertandingan pembuka Piala Konfederasi melawan juara Oceania, Selandia Baru. Sebagai informasi, Rusia bermain sangat buruk di turnamen terakhir Piala Eropa 2016. Di dalam fase grup, Rusia tidak pernah menang sekali pun. Banyak yang memprediksi bahwa Rusia akan kesulitan di Piala Konfederasi 2017 ini, tetapi justru sebaliknya.

Di pertandingan pembuka, Rusia menang 2-0 atas Selandia Baru lewat gol bunuh diri Boxall dan Smolov. Kemenangan Rusia ini membuat masyarakat dan bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin sedikit lega. Yup, Urbaners, Vladimir Putin pun juga angkat bicara bahwa tim Rusia ini bermain layaknya pendekar.

Debut Video Assistant Replay di Turnamen Resmi

Video Assistant Replay

FIFA mengesahkan teknologi video assistant replay (VAR) untuk diterapkan di Piala Konfederasi. Sebagai informasi, VAR adalah teknologi yang akan membantu wasit jika bingung menentukan keputusan apakah terjadi gol, offside, pelanggaran, atau kejadian penting lainnya. Nah, teknologi VAR langsung berfungsi pada pertandingan kedua Piala Konfederasi antara Portugal melawan Meksiko. Portugal sempat mencetak gol lewat tendangan Pepe, tetapi wasit menganulirnya setelah berkonsultasi melalui VAR.

Banyak yang mengatakan teknologi VAR ini mencoreng keindahan sepak bola. Seharusnya sepak bola ini dibiarkan kontroversi dengan segala kesalahan-kesalahan lucu. Pada perhelatan Piala Konfederasi 2017 ini, bukan nggak mungkin hasil pertandingan bisa sangat berubah dengan adanya VAR.