Trending

Tenang, Buku Cetak Masih Akan Sampai Puluhan Tahun ke Depan

Pernah kah lo mengumpulkan uang untuk beli kaset atau CD band kesayangan? Sekarang mungkin lo nggak pernah melakukan hal tersebut, karena streaming musik berbayar sudah menjamur. “Kematian” kaset dan CD ini juga membayangi buku cetak, banyaknya electronic book atau e-book yang sekarang bermunculan. Tetapi ternyata Urbaners, buku cetak ini diyakini akan masih ada sampai puluhan tahun ke depan, walaupun dominasi e-book mulai membayangi.

 

Pembaca buku turun, tetapi pembaca buku cetak tetap

Salah satu perusahaan survey terkenal di dunia Pew Research Center mengeluarkan data bahwa pembaca buku cetak dari tahun ke tahun masih nggak mengelami penurunan ataupun peningkatan. Dibandingkan dengan data tahun 2012, pada tahun 2016 ini pembaca buku cetak ini masih konstan.

Dari seluruh penduduk Amerika Serikat yang disurvey oleh Pew Research Center setidaknya ada sekitar 65% orang membaca buku cetak. Angka tahun 2016 tersebut sama dengan angka tahun 2012. Tetapi ada perkembangan cukup siginifikan untuk pembaca e-book yang naik dari 23% ke 28%.

 

Lalu kenapa orang masih membaca buku cetak?

Ada banyak sekali alasan kenapa banyak orang masih setia dengan buku cetak. Pertama karena jumlah orang yang membaca buku-buku lama jumlahnya masih cukup banyak. Buku lama ini kebanyakan masih versi cetak, jadi nggak ada versi e-booknya. Kedua yang nggak bisa ditawar lagi adalah sensasi bau kertas, membalik kertas dan berat buku yang nggak bisa ditemukan di e-book.

Bahkan ada survey lagi yang menunjukkan ternyata toko buku di dunia ini mengalami kenaikan penjualan setiap tahun. Banyak yang mengira bahwa toko buku akan tutup karena maraknya teknologi. Tetapi ternyata itu nggak mempengaruhi orang untuk membeli buku. Kalau lo gimana Urbaners, masih prefer memilih buku cetak atau membaca buku lewat tablet atau smartphone?

 

Source; theverge.com