Trending
Senin, 29 Desember 2025

Tongkrongan Anak Mobil Sekarang

  • Share
  • fb-share
Tongkrongan Anak Mobil Sekarang

Budaya anak mobil di kota besar sebenarnya tidak ke mana-mana. Yang berubah bukan minatnya, tapi cara dan tempat berkumpulnya. Kalau dulu identik dengan nongkrong di pinggir jalan atau area parkir liar, sekarang titik kumpulnya lebih tertata dan sadar ruang. Aman, nyaman, dan tetap punya karakter.

Seiring makin seringnya acara car meetup dan kumpul komunitas, tongkrongan anak mobil juga jadi lebih beragam. Mulai dari gedung parkir, kafe, sampai ruang publik kota. Berikut beberapa spot yang belakangan sering jadi pilihan.

Gedung Parkir GBK

Gedung parkir GBK
Photo by @enjoylahya

Gedung Parkir GBK jadi salah satu lokasi favorit untuk car meet berskala besar di Jakarta. Area parkirnya luas, alurnya rapi, dan aksesnya relatif aman untuk menampung banyak mobil sekaligus. Karena itu, tempat ini sering dipakai komunitas untuk kumpul bareng, foto-foto, sampai rolling start acara.

Anak mobil datang buat saling lihat konsep build, ngobrol soal detail mobil, dan dokumentasi. Lantai atas gedung parkir juga sering dipilih karena pencahayaan sore hari yang pas untuk foto tanpa perlu setting ribet.

Bunna Coffee Eatery di Senopati

car meet Bunna Coffee Eatery
Photo by @apik.shot

Bunna Coffee di Senopati lebih ke tongkrongan skala kecil. Biasanya datang berkelompok, parkir rapi, lalu duduk lama sambil ngopi dan ngobrol santai.

Lokasinya yang ada di kawasan urban lifestyle bikin keberadaan mobil terasa menyatu dengan suasana sekitar. Di sini, obrolannya bisa soal velg, suspensi, sampai rencana road trip. Sesekali, mobil-mobil yang jarang ditemui juga ikut meramaikan area depan kafe, terutama di pagi hari saat weekend.

Bunna jadi contoh bagaimana kopi, komunitas, dan mobil bisa ketemu tanpa harus bikin keramaian berlebihan.

Baca juga: Nongkrong Nikmati Musik di Senopati

Blok GM

blok gm semarang
Photo by @rendronggg

Bergeser ke Semarang, Blok GM dikenal sebagai salah satu titik kumpul anak mobil yang cukup konsisten. Area ini sering dipakai buat pop-up meet, foto bareng, atau sekadar berhenti sebelum lanjut jalan.

Karakter tempatnya terbuka dan fleksibel. Tidak terlalu formal, tapi tetap memungkinkan kumpul dengan tertib. Menariknya, Blok GM juga kerap jadi titik temu komunitas dari berbagai kota sekitar seperti Jogja dan Solo. Dari sini kelihatan kalau budaya anak mobil hidup dengan gaya lokal masing-masing.

Tongkrongan sekarang beda.

Kalau dulu pertanyaannya “nongkrong di mana?”, sekarang lebih relevan bertanya “nongkrongnya bagaimana.” Gedung parkir, kafe, sampai blok kota bisa jadi titik temu selama ada sikap saling menghormati. Budaya anak mobil hari ini lebih dewasa, lebih sadar, dan mungkin justru karena itu lebih panjang umur.

Dari Jakarta sampai Semarang, polanya mirip. Mobilnya boleh beda, alirannya beda, tapi kebutuhan buat kumpul, ngobrol, dan berbagi cerita tetap jadi bagian penting dari budaya anak mobil hari ini.

Comments
Johnny Gudel
Gaskeun bro