Trending

House Of Vans 2018: Ajang Berkumpul Para Skateboarder Tanah Air

Lantai kotak-kotak dengan dinding bertuliskan "OFF THE WALL" menyambut para pengunjung yang datang pada hari itu. House of Vans yang digelar pertama kali di Indonesia ini mengundang antusiasme yang cukup tinggi bagi para skateboarder ataupun non-skateboarder. Bertepat di Livespace SCBD 30 November lalu, acara ini berlangsung sangat seru. Peminat acara ini sudah terlihat jauh sebelum acara ini berlangsung. Karena memang tiket masuk House of Vans ini gratis tetapi eksklusif. Bagi yang berminat bisa mengambil di tempat yang sudah disediakan, seperti beberapa titik Vans Store Jakarta, dan juga beberapa skateshop. Tiket masuk yang berupa gelang tersebut juga dibedakan antara skateboarder dan non-skateboarder. Dan gelang tersebut sold out dalam waktu kurang dari beberapa hari. Sampai pihak Vans harus menambahkan kuota pengunjung.

Nah, pada hari-H, ternyata acara ini bukan hanya tentang skateboard namun juga culture, art & music. Terdapat beberapa sektor, yakni, skate park, Wall of Custome Deck, Custom Culture, DIY Shoes Custom Workshop, arena games dan tentunya stage musik! Penasaran nggak sih seseru apa acara House Of Vans kemarin?

Skateboarder berbagai daerah berkumpul di Jakarta

Lebih dari setengah jumlah pengunjung menenteng papan skateboardnya masing-masing. Yap, acara ini memang dijadikan ajang tempat berkumpul oleh mereka. Karena jarang sekali ada acara skateboard dengan taraf internasional hadir di Indonesia. Pantas saja, yang datang pun tidak hanya skateboarder dari Jakarta, tetapi juga dari luar kota. Mulai dari Bandung, Yogyakarta, Semarang, Bali dan masih banyak lagi. Mereka memang sengaja datang ke Jakarta hanya untuk menghadiri acara House of Vans ini, Urbaners!

Dari pemula sampai profesional bermain di skate park House of Vans

Dari pemula sampai profesional bermain di skate park House of Vans

Livespace SCBD pada hari itu disulap menjadi skate park dengan berbagai obstacle, mulai dari box, mini ramp, sampai rail pun disediakan. Siapapun dapat bermain di skate park ini selama menggunakan gelang skateboarder berwarna kuning. Selama acara berlangsung kurang lebih 7 jam lamanya, skate park ini tidak pernah sepi. Para skateboarder dari berbagai usia mencoba obstacle yang ada. Meskipun begitu, acara ini juga menyediakan skate clinic buat orang-orang yang penasaran dan ingin mencoba bermain skateboard. Dengan para riders Vans Indonesia sebagai mentornya, membuat sesi ini sangat aman dan seru banget. Dipandu oleh Pevi Permana, skate clinic tersebut mengajarkan para newbie langkah-langkah awal dalam bermain skateboard. Mulai dari peletakkan kaki diatas papan, tic tac, sampai bagaimana melakukan trick ollie. Nggak cuma diajarkan saja, para peserta skate clinic ini juga diberikan merchandise menarik dari Vans Indonesia, lho!

Dari pemula sampai profesional bermain di skate park House of Vans

Cukup dengan pemula, para skateboarder yang datang pun ambil bagian keseruan acara ini. Selain terdapat sesi skate bebas, terdapat juga barrier challenge, banks challenge, dan juga kompetisi Off The Wall Ride dengan hadiah total ratusan juta rupiah. Sepertinya para skateboarder tidak terlalu mengincar hadiah, tetapi lebih kesenangan disana. Sangat terlihat ekspresi para skateboarder yang sumringah dan penuh tawa, meskipun tidak landing trick. Dan yang seru lagi ada banyak fotografer yang standby di dalam ataupun pinggiran arena yang siap untuk memotret saat lagi nge-trick. Sebut saja salah satu fotografer senior Naren yang selalu mengabadikan momen konser atau musisi papan atas ada disana. Atau fotografer skate yang langganan di tag yakni Hans Fernandy (@pulangpergipagi). So, ini juga menjadi ajang narsis para skateboarder. Yang paling seru adalah kompetisi Of The Wall Ride, banyak banget skateboarder yang mencobanya, dan menonton kompetisi tersebut seperti mind-blowing. Karena para skateboarder seperti sedang cruising di dinding seperti spiderman.

Antusiasme para non-skateboarder

Antusiasme para non-skateboarder

Nggak cuma para skateboarder, pengunjung lain yang tidak bermain skate pun sangat antusias dengan acara ini. Yang paling terlihat adalah, Livespace SCBD dipenuhi dengan anak-anak muda yang menggunakan sepatu Vans. Dan corak checkered lah yang mendominasi. Sehingga kalau lo berada ditengah-tengah kerumunan, sangat terasa nuansa kotak-kotak, nggak hanya dari lantai acara tetapi setiap orang yang lalu lalang.

Para non-skateboarder juga dimanjakan dengan aktivitas yang menarik selain menonton di pinggiran skate park, ada juga permainan Kerplunk, permainan ini seperti Jenga, tetapi bedanya menggunakan tongkat dan sepatu sebagai alatnya. Lo harus menarik keluar tongkat tanpa menjatuhkan sepatu yang sudah ditumpuk diatas tumpukan tongkat. Ada juga permainan Toss Ring, lo harus melempar ring ke dalam sepatu dengan jarak yang sudah ditentukan. Kedua permainan ini menawarkan merchandise keren dari Vans. Antrian panjang selalu terlihat pada kedua permainan ini. Bahkan nggak jarang pengunjung yang mencoba permainan ini lebih dari dua kali.

Custom Culture still on!

Custom Culture still on!

Kalau beberapa bulan lalu, Vans sempat membuat geger dengan event Custom Culture-nya, ternyata aktivitas ini diadakan kembali di House Of Vans. Terdapat dua sektor, yakni Custome Culture yang memberikan pengunjung kebebasan berekspresi mendesain sepatu sesuai keinginan, diatas gambar slip on yang sudah disiapkan. Para pengunjung pun rela mengantre untuk membuat kreasi Vans-nya sendiri. Satu lagi ada workshop DIY Shoes Custom Workshop dipandu oleh Fura26 yang merupakan perwakilan Indonesia di Custom Culture Asia 2018 kemarin. Kalau aktivitas ini lebih private, Urbaners. Para pengunjung yang berminat harus submit terlebih dahulu di website Vans, yang nantinya akan dipilih 20 orang yang beruntung mengikuti DIY ini pada hari-H. Kalau Custom Culture yang sebelumnya hanya menggambar diatas kertas, kalau workshop ini, para peserta langsung menggambarnya di sepatu, yang nantinya sepatu tersebut boleh dibawa pulang.

Custom Culture still on!

Nah, sambil berkreasi, tepat disamping kedua workshop tersebut, dipajang juga hasil karya Vans Asia Custom Culture 2018 dari semua negara. Lo bisa melihat secara langsung kerennya hasil karya para finalis, yang tentunya beragam tema dan juga konsep, Urbaners! Lalu ada juga Custom Skate Deck Exhibition yang menghadirkan custom deck dari para riders Vans seperti Mario Palandeng, Arya dan masih banyak lainnya. Nggak ketinggalan ada kaca di bagian dinding kosong, yang menjadi tempat favorit para pengunjung selfie dengan latar pameran dan workshop tersebut.

Custom Culture still on!

 
 

Musisi berbagai genre meramaikan House of Vans Indonesia

Musisi berbagai genre meramaikan House of Vans Indonesia

Skateboard, dan art, nggak akan lengkap kalau tanpa musik. Eits, pada acara ini juga terdapat berbagai musisi dengan genre yang berbeda-beda. Pada siang hari ada Jerinx personil Superman Is Dead. Bedanya kalau biasanya Jerinx bermain drum, di House of Vans kali ini ia bernyanyi sambil bermain gitar. Setelah itu ada penampilan Elephant Kind yang sudah ditunggu-tunggu oleh para anak indie Jakarta. Terakhir, ada Seringai menjadi penutup yang sempurna dengan lagu-lagu mereka yang cukup membuat adrenalin penonton terpacu. Seru banget kan, Urbaners? See you di House Of Vans 2019 ya!