Trending

Perdebatan Soal Nanas pada Topping Pizza: Aneh yang Bikin Nagih!

Kalo denger makanan italia, apa sih yang terbesit dipikiran lo? Mulai dari pasta, risotto, bruschetta, dan yang pasti pizza. Makanan yang jadi kesukaan hampir sebagian orang ini emang jadi andalan buat lo semua di kala nongkrong atau pas lagi nyantai.

Topping pizza yang beragam ini yang bikin pizza akhirnya banyak diminati oleh banyak orang. Saking beragamnya, bahkan banyak topping pizza yang menimbulkan kontroversi – contohnya topping pizza dengan nanas!

Penggunaan nanas sebagai topping pizza ternyata emang masih banyak didebatkan. Meskipun aneh, tapi ternyata banyak orang yang menyukai ini loh, bro!

Perdebatan aneh ini akhirnya menimbulkan polemik – apakah topping pizza ini layak untuk dicoba? Langsung aja deh baca ulasan selengkapnya di sini!

Masuk ke 10 Topping yang Diminati

Credit image – The Sauce by Slice

 

Huffington Post – selaku seorang analis pernah meneliti pemesanan pizza di berbagai restoran Amerika Serikat dan Kanada. Pada penelitian tersebut menghasilkan bahwa nanas termasuk ke dalam 10 topping pizza yang paling diminati.

Pizza yang disebut dengan Hawaiian Pizza ini udah ada sejak 1962. Topping pizza dengan menggunakan nanas ini diciptakan oelh Sam Panopoulos. Meskipun banyak diminati, tapi sampai saat ini masih banyak orang yang menentang nanas sebagai topping pizza.

Sebut aja Golden Ramsay – chef berkelas dunia ini bahkan menolak kehadiran nanas sebagai topping pizza. Perdebatan mengenai nanas sebagai topping pizza ini nggak ada hentinya – bahkan sampai di Amerika Serikat terbagi menjadi dua kubu, yang menyukai nanas dan yang nggak suka nanas.

Masih Banyak yang Menolak, Bro!

Setelah terbagi menjadi dua kubu, ternyata kehadiran nanas pada topping pizza nggak cuma menimbulkan perdebatan di para penggemar pizza, bahkan hal ini udah mencapai ke para chef yang memasak!

Dengan tegas, beberapa chef di Amerika menolak untuk membuat topping pizza dengan nanas. Alasannya disampaikan karena nanas merusak cita rasa asli dari pizza itu sendiri. Dengan alasan ini, akhirnya banyak restoran pizza di Amerika yang akhirnya enggan menjual nanas sebagai topping pizza.

Udah Jadi Budaya

Credit image – Avanza

Berbeda dengan Amerika, seorang chef bernama Scott Weiner mengatakan – bahwa nanas nggak dapat diterima sebagai topping karena itu bukan 'Italia’. Tapi pada kenyataannya dalam budaya makan Italia – nanas udah jadi topping pizza sebelum ada pepperoni. Bahkan saat itu nggak ada yang mendebatnya.

Banyak yang mengatakan nggak bisa menerima nanas sebagai topping populer hanya karena dinilai kurang 'Italia’, namun pada kenyataannya nanas sebenarnya emang topping pizza asal ilatia!

Yang perlu lo ketahui – nggak ada topping pizza yang benar-benar asal italia. Seperti Topping jagung, ayam, dan berbagai macam daging lainnya juga bukan topping asal italia – tapi nggak banyak yang membicarakan karena topping-topping ini dapat diolah dengan baik.

Maka, untuk mereka yang mengatakan nanas nggak diterima sebagai topping pizza karena rasanya tidak enak, mungkin mereka kurang mengolahnya dengan benar dan kurang persiapan lebih dalam mengelolanya.

Meskipun menimbulkan berbagai perdebatan, tapi topping pizza pada nanas bisa dikatakan sebagai pilihan yang bisa lo coba. Kalo lo bisa berkesempatan untuk coba topping pizza ini, lebih baik lo coba deh.

Setelah mencoba, lo bisa mengatakan – apakah lo tim yay or nay dengan nanas pada topping pizza ini?

Buat lo yang udah pernah coba – apakah lo setuju dengan nanas sebagai topping pizza ini? Coba utarakan pendapat lo di bawah deh, bro!

Feature image – Freepik