Studio Milik Andy Warhol Laku 9 Juta Dolar! - MLDSPOT
  • Buzz
  • Studio Milik Andy Warhol Laku 9 Juta Dolar!

Studio Milik Andy Warhol Laku 9 Juta Dolar!

Wed, 07 December 2016

Andy Warhol adalah seorang seniman yang luar biasa. Kemampuan multi talenta yang dimiliki, mulai dari lukisan, musik, hingga film nggak bisa diganggu gugat keunggulannya. Nggak salah bila banyak yang masih memujanya hingga sekarang. Baru-baru ini, studio pertama Andy Warhol dijual dengan harga yang fantastis: 9,9 juta dolar atau lebih dari 100 miliar rupiah. Kabarnya, studio tersebut merupakan studio pertama Warhol.

 

Dijual pemilik lamanya

Studio pertama Andy Warhol yang terletak di New York City baru-baru ini terjual dengan harga 9,9 juta dolar atau lebih dari 100 miliar rupiah. Sang pembeli nggak ingin namanya dipublikasikan. Yang jelas, gedung ini sudah dibayar.

Gedung yang bernama Hook and Ladder 13 ini berlokasi di 159 East 87th Street, daerah Upper East Side, Manhattan. Gedung ini mulai dijual pada bulan April lalu. Pemilik sebelumnya adalah seorang pebisnis seni, Guy Wildenstein, dan baru-baru ini dihukum penjara untuk dua tahun karena penggelapan pajak dan praktik money laundering.

 

Bekas pos pemadam kebakaran

Gedung ini merupakan pos pemadam kebakaran tua yang dibangun di atas lahan seluas 5.000 kaki persegi. Gedung ini juga yang menjadi saksi bisu pengerjaan lukisan paling terkenal milik Warhol, Death and Disaster, di samping pengerjaan karya seni lain yang dibuat pada era 60 an.

Di tahun 1962, Warhol mulai mengincar gedung tua ini. Ketika itu, dia sedang butuh tempat untuk menyimpan karya seninya. Warhol melihat bahwa lokasi pos pemadam kebakaran ini sangat ideal, dekat dengan apartemen ibunya sekaligus punya ruangan yang luas untuk menyimpan karya seninya. Warhol pun langsung membayar sewa gedung ini sebesar 150 dolar per bulan, meskipun kondisinya sudah hancur dan bocor dimana-mana. Barulah di 1 Januari 1963, Warhol benar-benar pindah ke pos pemadam kebakaran tua ini. Namun tak lama, bulan Mei tepatnya, Warhol pindah lagi ke tempat barunya di Silver Factory.

Era 60an adalah era produktif Andy Warhol. Kala itu, banyak karya seni yang dibuatnya, mulai dari lukisan uang dolar, awan jamur, kursi listrik, kaleng sup, botol minuman ringan, selebritis seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Marlon Brando, Troy Donahue, Muhammad Ali, hingga Elizabeth Taylor. Andy Warhol pun meninggal dunia pada 22 Februari 1987 saat tidur karena kelainan jantung.

 

Source: hypebeast.com

Sebelum Ada Playlist, Udah Tau Tentang Mixtape Belum, Bro?

Fri, 15 January 2021
Kalau sekarang terkenal bertukar playlist, zaman dulu ada yang namanya mixtape! udah tau belum bro? simak selengkapnya disini ya!

Untuk mendengarkan lagu, lo tipe yang mana nih, bro – dengerin lagu dari artisnya langsung satu album, atau suka mengkompilasi lagu-lagu kesukaan lo ke dalam satu playlist?

Sekarang sepertinya bertukar playlist di sosial media udah jadi hal yang biasa – karena pasti sesekali aplikasi musik online lo juga menawarkan playlist untuk lo dengarkan setiap harinya dan dengan suasana yang berbeda. Nggak mungkin kan lo dengerin playlist yang sendu pas lagi party sama temen-temen lo?

Tapi ada hal yang perlu lo ketahui nih – sebelum ada playlist, ada yang namanya seniornya yang udah hadir dan hits di jamannya nih, bro, namanya Mixtape. Meskipun tampilannya berbeda, tapi cikal bakal playlist itu dari mixtape!

Sebelum tau apa perbedaan dari playlist dan mixtape, lebih baik kenalan dulu sama mixtape yuk, bro. Simak selengkapnya di bawah ya!

Sebenarnya, Apa sih Mixtape?

Kalau sekarang terkenal bertukar playlist, zaman dulu ada yang namanya mixtape! udah tau belum bro? simak selengkapnya disini ya!

Credit image – dreams time

Sekarang untuk dengerin lagu lo tinggal menggunakan handphone lo dan memilih aplikasi musik apa yang lo pilih. Cukup simple dibandingkan dengan jaman dulu yang mengharuskan lo untuk memilih kaset dari musisi atau lagu yang mau lo pilih dan memasukannya ke walkman dulu baru dengerin – atau mungkin ada dari lo yang bahkan nggak nge-zamanin ini.

Nah biar nggak kesusahan milih lagu yang lagi lo suka dan looping buat didengerin, lalu akhirnya lo menyusun satu kaset yang berisi kompilasi lagu yang lo suka. Seru ya, bro – kayak lo bikin playlist tapi bentuknya dari kaset!

Meskipun begitu, dulu nggak semua orang punya privilej buat bikin mixtape, lo nggak bisa bikin mixtape semudah lo membuat playlist kayak sekarang. Untuk memproduksi sebuah mixtape dan menggabungkan lagu-lagu itu, lo harus pergi ke toko yang bisa memproduksi kaset dan memasukkan lagu-lagu terpilih itu, bro. Meskipun begitu, kaset dalam bentuk mixtape ini hanya bisa lo konsumsi sendiri alias tidak dikomersilkan ya, bro!

Bukan Cuma Kompilasi, Tapi Juga Nyamain Transisi!

Untuk bikin mixtape, selain lo memilih lagu yang lagi looping atau lagu-lagu baru yang lagi hits, ada juga orang yang bikin mixtape karena pengen bikin list lagu yang beatmatching. Nah istilah yang kurang awam nih, udah pernah denger belum, bro?

Beatmatching adalah penyusunan lagu yang memiliki irama yang mirip dari lagu satu ke lagu yang lain, sehingga akan tercipta list lagu yang transisi nya halus dari awal sampai akhir. Hal ini emang unik sih, bro – dan nggak banyak orang sekarang yang paham tentang teknik beatmatching ini, bro!

Jadi, Playlist itu Versi Digitalnya Mixtape?

Kalau sekarang terkenal bertukar playlist, zaman dulu ada yang namanya mixtape! udah tau belum bro? simak selengkapnya disini ya!

Credit image – interesting things

Setelah membaca di atas, pasti lo langsung menyimpulkan: Apakah playlist merupakan mixtape versi digital alias masa kini?

Seiring perkembangannya zaman, pengertian dari mixtape ini juga berubah. Sebelum menjadi kaset dari kumpulan lagu-lagu yang lo suka, mixtape juga sempat jadi primadona buat mengumpulkan lagu-lagu yang lo rekam dari radio.

Saat ini, mixtape masih dikenal sebagai kumpulan dari kompilasi lagu pilihan lo yang didedikasikan untuk orang lain – well, dari dulu juga mixtape udah jadi hadiah yang istimewa buat orang-orang terdekat sih,

Kembali lagi pada bahasan playlist dan mixtape – kalau bentuk mixtape dulu adalah kaset atau tape, di zaman digital ini playlist hadir dalam bentuk folder. Biasanya untuk pemilihan lagu di playlist pun lebih digunakan untuk menyusun lagu sesuai mood lo dan suasana yang ingin lo hadirkan dari sebuah kumpulan lagu.

Sebenarnya lo bisa menyebut bahwa playlist adalah bentuk mixtape versi lebih modern dan mengikuti zaman. Tapi kalau dilihat dari kegunaan dan penyusunannya, mungkin lebih tepat kalau kedua hal ini hanya memiliki kesamaan karena sama-sama kumpulan dari satu lagu dengan lagu yang lain dengan penyanyi yang beda-beda.

Nah setelah mengetahui tentang kedua hal yang serupa tapi tak sama ini, apakah lo dulu termasuk ke orang yang suka bikinin mixtape buat gebetan lo? Atau malah sekarang lo masih suka bikinin playlist buat gebetan lo? Mau yang manapun lo, sepertinya kita semua bakal sepakat – kalau musik emang jadi penyatu buat kita, bro!

 

Feature image – free great picture