Casu Marzu: Keju yang Nyaris Terlarang - MLDSPOT
  • Food
  • Casu Marzu: Keju yang Nyaris Terlarang

Casu Marzu: Keju yang Nyaris Terlarang

Tue, 12 August 2014

Umumnya di negara-negara tertentu, pemerintah memberikan larangan untuk kepemilikan zat adiktif dan senjata api. Tapi pernah kah lo mendengar larangan untuk memproduksi keju?

Larangan ini sempat diberikan oleh organisasi Uni Eropa kepada para produsen keju di Italia, tepatnya di pulau eksotik bernama Sardinia. Keju tradisional Italia yang disebut casu marzu ini memang bukan keju sembarangan. Keju ini dibuat dari keju tradisional pecorino yang diiris bagian atasnya dan difermentasi secara alami dengan bantuan larva hidup. Ya, larva hidup, lo nggak salah baca. Dan kalau itu belum cukup aneh, larva-larva ini bahkan cukup lincah untuk melompat sejauh 15cm.

Italia memang surganya makanan enak sekaligus kampung halaman puluhan jenis keju yang kita kenal saat ini. Namun menyajikan keju dan larva hidup dianggap terlalu berisiko karena bisa membahayakan kesehatan. Hal ini jelas berlawanan dengan regulasi kebersihan Uni Eropa.

Selama beberapa waktu, keju ini pun menjadi barang ilegal yang diperjualbelikan di pasar gelap, layaknya narkoba atau senjata api. Larangan ini kemudian menjadi kadaluarsa  berkat kecerdikan dari penduduk Sardinia. Mereka mendeklarasikan casu marzu sebagai makanan tradisional, sehingga regulasi kebersihan Uni Eropa yang ditujukan untuk “makanan normal” menjadi tidak berlaku lagi.

Kuliner ajaib ini mempunyai rasa tajam yang membuat lidah serasa terbakar selama beberapa detik. Enzim dari larva yang bersarang di keju casu marzu membuat bagian dalam keju ini lunak. Selain itu, casu marzu juga meninggalkan aftertaste yang bertahan hingga beberapa jam. Bahkan chef sekelas Gordon Ramsay pun mengerutkan kening setelah mencicipi keju yang berbahaya ini.

Bagi sebagian besar orang, memakan keju yang “dihiasi” dengan ratusan larva hidup mungkin merupakan sesuatu yang kelewat nekat. Tapi tidak begitu dengan para Sardinians (penduduk asli Pulau Sardinia), bagi mereka casu marzu adalah warisan kuliner yang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Sardinia. Keju ini biasanya dinikmati dengan roti kering khas Sardinia pada acara-acara besar atau arisan keluarga. Di pulau Sardinia, keju ini adalah hidangan kehormatan. Tapi jangan coba-coba menyajikannya di rumah, kecuali memang ada rencana untuk membuat seisi rumah berlarian.

Apa Itu Keju Pecorino?
Pecorino merupakan keju tradisional khas Italia sejak 2.000 tahun lalu. Keju ini memiliki tekstur yang keras dan terbuat dari susu domba mentah. Nama "Pecorino" sendiri diambil dari kata “pecora”, yang dalam Bahasa Italia berarti "domba". Proses pematangan keju Pecorino memakan waktu sekitar lima sampai delapan bulan.

Si Kecil di Balik Casu Marzu
Larva yang bersemayam di keju fenomenal Casu Marzu bukanlah larva sembarangan, tetapi larva dari lalat keju yang bernama Piophila casei. Jadi, Piophila casei betina bertelur di atas keju Pecorino yang sudah diiris. Ketika ribuan telur itu menetas, muncul larva-larva yang langsung memakan keju, sehingga menghasilkan asam yang mampu membuat tekstur keju menjadi sangat lembut.

Keju Khas Indonesia
Tidak hanya Italia, negara Indonesia pun memiliki sejumlah keju tradisional yang khas. Yang pertama ada keju Dangke, yaitu keju berbahan baku susu kerbau atau sapi yang berasal dari Sulawesi Selatan. Lalu ada keju Dali, keju hasil susu yang digumpalkan dengan getah pepaya dari Sumatera Utara. Selain itu juga ada keju Dadih, keju yang difermentasi dalam tabung bambu dari Sumatera Barat.

Waktu Terbaik Minum Alkohol: Tim Siang atau Malam, Bro?

Mon, 22 February 2021
Minum Alkohol

Apa kebiasaan yang biasa lo lakuin kalo ngumpul sama anak tongkrongan lo? Mabar game, gosip, atau minum alkohol? Wah kalo yang terakhir ini sepertinya krusial untuk dilakukan pas ngumpul malem atau lagi ngumpul dengan momen-momen tertentu ya, bro!

Meskipun begitu, ternyata ada juga orang yang lebih suka mengkonsumsi alkohol baik di siang hari dibandingkan di malam hari. Di siang hari, biasanya orang lebih suka mengkonsum minuman beralkohol lebih rendah dari pada minum alkohol yang dikonsumsi pada malam hari, tapi ternyata waktu minum ini juga akan berpengaruh pada diri lo sendiri.

Meskipun semua tergantung dari apa yang lo minum, sebenarnya kapan sih waktu terbaik untuk minum alkohol? Dan lo tipe yang mana nih?

Biar lebih jelas kapan waktu terbaiknya, simak artikel selengkapnya di bawah ini ya, bro!

Alkohol di Siang Hari: Booster dalam Menjalani Hari

Minum Alkohol

Credit image – Discover Magazine

Minum alkohol emang ngga ada keharusan harus kapan dan minum apanya, ternyata dilihat dari waktunya, banyak juga orang punya preferensi untuk minum alkohol di siang hari – apakah lo salah satu diantaranya?

Minum alkohol di siang hari ini emang punya efek yang sedikit berbeda dengan minum alkohol di malam hari. Karena konon katanya, minum alkohol di siang hari akan nggak akan sama hasratnya selayaknya minum alkohol di malam hari – lo nggak akan minum alkohol sebanyak mengonsumsi di malam hari.

Penelitian dari Nyree Dardarian – seorang profesor dari Drexel University mengatakan, minum alkohol di siang hari dapat merangsang zat dalam tubuh yang memproses alkohol lebih cepat dan dapat menambah energi di dalam tubuh.

Meskipun metabolisme dalam tubuh berfungsi  selama 24 jam, tapi pada siang hari akan berproduksi lebih banyak – sehingga minum alkohol di siang hari akan ikut membantu lo untuk lebih produktif. Nggak heran, orang yang tim minum alkohol di siang hari melakukan kebiasaan ini untuk lebih produktif dalam bekerja daripada untuk menikmati alkohol itu sendiri.

Kebiasaan dalam minum alkohol di siang hari pun bakal beda dengan minum alkohol di malam hari – nggak akan sebanyak minum pas malam hari pastinya.

Alkohol Malam Hari: Paling Pas buat Chill

Minum Alkohol

Credit image – iStock

Kalau minum alkohol di malam hari rasanya udah nggak aneh lagi, karena memang ini kebiasaan umum orang-orang pada umumnya. Rasanya, minum alkohol emang lebih identik dengan malam hari dibandingkan dengan siang hari, setuju nggak, bro?

Ternyata, selain karena kebiasaan juga, alkohol pada malam hari akan menyerap lebih baik pada malam hari. Dalam hal ini, serapan alkohol yang diserap dan reaksi dalam tubuh pun berbeda dengan konsumsi alkohol di siang hari. Menurut penelitian pada tahun 2001, alkohol dikatakan memiliki efek yang lebih sensitif yang membuat emosional pada orang yang mengonsumsi.

Pada tingkat emosional inilah yang membuat alkohol terasa lebih nikmat untuk dinikmati pada malam hari. Alkohol juga akan lebih menyerap pada orang yang memiliki tingkat stres yang tinggi – dan biasanya orang akan terlihat lebih tertekan pada malam hari setelah seharian bekerja di bawah tekanan.

Konon, pada siang hari juga kita nggak begitu merasakan lelah dan merasa tertekan. Namun ketika saat merasa sendiri setelah menjalani aktivitas, barulah manusia merasa lebih emosional – hal inilah yang membuat minum alkohol lebih nikmat bila dinikmati malam mari.

Jadi, Tim Siang atau Malam?

Setelah mengetahui reaksi dan kebiasaan yang berbeda pada minum alkohol di siang hari dan di malam hari, lo sekarang tau kan – kalau semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing?

Dari kekurangan dan kelebihan inilah kita jadi lebih tau, kebutuhan alkohol dalam diri mana yang ingin lo penuhi. Sebuah penelitian mengatakan bahwa alkohol memang merangsang emosional lebih cepat pada waktu-waktu tertentu.

Jadi kalau mau mencoba lebih produktif pas lagi kerja, ada baiknya minum alkohol secukupnya pada siang hari untuk booster mood menjadi lebih produktif. Tapi kalau lo merasa lebih butuh ketenangan untuk istirahat di malam hari atau deep talk sama anak tongkrongan lo, minum alkohol di malam hari lah jawabannya!

 

Feature image – Video Hive