• Food
  • 5 Makanan Enak untuk Menemani Lo Saat PSBB

5 Makanan Enak untuk Menemani Lo Saat PSBB

Wed, 15 April 2020
Pria dan wanita sedang menyantap salad sambil menonton

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilaksanakan sejak hari Jumat (10/4) dan akan diikuti oleh sejumlah kota-kota di Indonesia sampai pada akhir bulan April. Kalau lo hobi hangout bersama teman-teman di restoran hits di Jakarta, sayangnya ini harus ditunda dulu. Tapi, tanpa datang ke restoran pun, lo tetap bisa menikmati makanan mereka di rumah dengan jasa delivery.

Supaya lo tetap dapat asupan makanan enak dan bergizi, ini dia beberapa restoran di Jakarta yang tetap buka untuk delivery.

 

San Gyu

Menu San Gyu Teriyaki Gyudon dengan daging dan saus teriyaki

Para pecinta Gyudon, restoran yang satu ini punya menu juara yang menggabungkan potongan daging sapi asli U.S.A yang lembut dan juicy dengan nasi putih hangat. Lo bisa pesan Original Gyudon untuk rasa beef yang lebih nendang atau Teriyaki Gyudon kalau lo suka tambahan saus manis.

Dari pilihan Gyudon yang ditawarkan di San Gyu, lo bisa memilih salah satu dari 3 ukuran yang tersedia, yakni Extra Large, Large, dan Regular. Tenang aja, Bro, setiap makanan delivery San Gyu dikemas extra higienis dengan penutup dan seal agar terjamin.

Untuk harga, lo bisa mencoba San Gyu dengan harga mulai dari Rp39.500 sampai Rp62.500. Tersedia di aplikasi GrabFood dan GoFood.

 

FIT Gourmet

Seorang pramusaji FIT Gourmet memegang semangkuk makanan multigrain based

Restoran yang satu ini mengusung konsep healthy eating. Dikepalai oleh The FIT Company yang dibangun bersama oleh Bams eks Samson, Andien Aisyah, dan Jeff Budiman, FIT Gourmet menyajikan beragam menu sehat yang rendah kalori juga kaya nutrisi. Cocok banget buat lo yang lagi mencoba program diet atau gaya hidup yang lebih sehat.

Menu di FIT Gourmet juga terbilang unik karena lo bisa melihat jumlah kalori dari setiap menu pada aplikasi layanan pesan antar. Beberapa makanan yang menjadi unggulan FIT Gourmet adalah Katsudon Multigrain, Nasi Gila Shirataki, dan Mie Goreng Shirataki Beef Ebi. Walau rendah kalori, makanan dari FIT Gourmet dijamin akan buat perut kenyang.

Lo bisa pilih menu dari kategori snack, juice, multigrain based, dan shirataki based sesuai selera atau kebutuhan. Mulai dari harga Rp49.000 untuk makanan utama, lo sudah bisa mencicipi enaknya FIT Gourmet di rumah lo. Tersedia di aplikasi GrabFood dan GoFood.

 

Honu Poke & Matcha Bar

Sepasang tangan memegang semangkuk poke bowl dengan salmon dan potongan sayur 

Ingin coba poke bowl seperti di Hawaii? Saatnya lo mencoba menu-menu dari Honu. Selain sehat, Honu juga menyajikan menu-menu dari bahan berkualitas. Perpaduan tekstur sayuran, tofu, jamur, dan ikan salmon bakal buat lo ketagihan.

Tersedia dalam ukuran Small dan Reguler, lo bisa pilih menu Poke Bowls bagi yang suka sashimi atau Not So Poke untuk menu ikan yang sudah dimasak. Menu rekomendasi Honu adalah Torched White Rice dengan salmon bakar dan Yugo White Rice dengan salmon mentah dan saus shoyu yang gurih.

Honu juga memiliki varian menu vegan yang nggak kalah enaknya. Mulai dari harga Rp55.000, lo bisa segera memesan menu Honu dari aplikasi GrabFood dan GoFood di smartphone lo.

 

Ray’s Bottle of Joe

Beberapa botol pilihan minuman dan Nasi Bali vegetarian dari Ray’s Bottle of Joe

Satu lagi tempat makan sehat yang nggak kalah enak: Ray’s Bottle of Joe.  Tempat makan ini menyajikan beragam menu minuman dan makanan vegan & vegetarian yang bebas dari pengawet. Lo bisa menikmati menu makanan Indonesia hingga Western seperti Nasi Bali atau Vegan Curry Sausage Hotdog yang semuanya terbuat dari plant based products. Untuk menu minumannya, ada Thai Tea dan Cold Brew Ice Milk Coffee yang super segar.

Harga minuman dan makanan di Ray’s Bottle of Joe dimulai dari Rp40.000. Karena sekarang lagi nggak bisa kemana-mana, pesan Ray’s Bottle of Joe melalui aplikasi GrabFood dan GoFood aja, ya, Bro!

 

Brookland Coffee

segelas Cappucino dengan Nasi Kecombrang dari Brookland Coffee

Brookland Coffee siap menemani hari-hari lo yang nggak bisa hidup tanpa kopi. Walaupun situasinya sekarang lagi PSBB, tapi tenang aja, Brookland Coffee menghadirkan layanan delivery untuk beragam pilihan menu mereka dengan kisaran harga Rp25.000 – Rp40.000. Jangan lupa cobain menu andalan mereka yaitu Butter Beer.

Saat PSBB, pastikan lo tetap mengonsumsi makanan yang penuh asupan nutrisi agar daya tahan tubuh tetap kuat menangkal virus dan kuman yang ada. Segera cobain 3 tempat makan enak di atas dan tetap stay at home, Bro!

 

 

 

 

Sources: pergikuliner.com, hipwee.com, merahputih.com, Liputan 6

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.