• Food
  • 5 Tempat Nongkrong Hits yang Kembali Buka dengan Protokol Baru

5 Tempat Nongkrong Hits yang Kembali Buka dengan Protokol Baru

Fri, 26 June 2020
Tampilan luar salah satu restoran di kawasan M Bloc Space yang dipenuhi pengunjung

Lo pasti sudah bosan beraktivitas sekaligus harus masak setiap harinya di rumah. Jika biasanya lo sering hangout bersama teman sambil bersantap sebelum munculnya pandemi ini, sekarang lo sudah bisa kembali mengunjungi tempat-tempat nongkrong hits. Tetapi jangan salah, ini bukan berarti lo boleh lengah. Harus tetap mengikuti protokol new normal yang berlaku. Berikut 5 tempat nongkrong hits yang sudah kembali dibuka dan melayani dine-in, waktunya untuk reservasi #MumpungLagiDirumah.

 

Duck Down Bar

duck down bar

Kangen dengan suasana New York bar khas Duck Down ini? Kabar baik buat lo, sekarang Duck Down Bar yang berlokasi di kawasan Gunawarman sudah buka dan melayani dine-in. Tentunya bar ini akan beroperasi dengan protokol kesehatan baru, seperti limited seating untuk mendukung adanya physical distancing.

Kalau lo berencana untuk hangout sambil dengerin lagu rock n roll atau menyantap menu di Duck Down Bar, jangan lupa untuk melakukan reservasi dulu karena bar ini akan mengutamakan pelanggan yang sudah reservasi.  Duck Down Bar akan buka setiap hari mulai dari pukul 4 sore sampai pukul 12 malam.

 

M Bloc Space

m bloc space

Tongkrongan anak muda hits Jakarta Selatan ini sudah dibuka dengan konsep “Responsible Reopening.” Maksudnya, seluruh tenants dan pihak M Bloc Space bekerja sama untuk menerapkan protokol mengontrol masa agar bisa mencegah terjadinya penyebaran virus. Sebelum memasuki area M Bloc Space, lo akan melakukan pengecekan suhu dan diwajibkan untuk pakai masker.

Nggak hanya itu, M Bloc Space juga mengharuskan setiap pengunjung menjaga jarak setidaknya 1 meter di area publik dan antrian. Hal ini juga diterapkan di dalam toko, seperti adanya jarak satu antar meja. Tenang saja, kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Buat perokok, sudah disiapkan 8 area khusus untuk merokok. Sebagian besar tenants di M Bloc Square dipastikan buka, kecuali Life Music dan Bar Oeang.

 

Lemongrass Resto

Tampak luar Lemongrass Resto dengan kolam kecil dan seating area

Tempat nongkrong hits di Bogor yang satu ini sudah melayani dine-in sejak bulan Mei lalu. Lemongrass Resto sudah menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan imbauan pemerintah setempat. Seluruh pengunjung diwajibkan untuk memakai masker dan melakukan pengecekan suhu sebelum diperbolehkan masuk ke dalam restoran.

Lo tetap bisa merasakan suasana cozy di area outdoor dan indoor Lemongrass Resto dengan aman karena adanya layout meja baru yang menerapkan physical distancing. Jadi, lo nggak akan berdempetan dengan pengunjung lainnya. Sudah disiapkan juga beberapa hand sanitizer yang bebas dipakai.

 

Dia.Lo.Gue

Tampilan indoor area Dia.Lo.Gue Cafe dengan meja dan kursi kayu serta dinding abu-abu

Setelah tiga bulan berdiam diri di rumah, lo bisa segera mengunjungi Dia.Lo.Gue Artspace untuk menyegarkan pikiran dengan karya-karya seni menarik di sini. Lo juga sudah bisa bersantai di dalam Dia.Lo.Gue Cafe sekaligus beli souvenir dan merchandise di Dia.Lo.Gue Shops. Tempat yang biasanya ramai pengunjung ini hanya akan buka dari pukul 9 pagi sampai 6 sore selama masa PSBB transisi ini.

Area cafe juga sudah menerapkan layout meja baru untuk memisahkan pengunjung yang satu dengan lainnya. Supaya semakin aman, pihak Dia.Lo.Gue melakukan penyemprotan disinfektan di setiap sudut tempat setiap harinya, saat pembukaan, di tengah shift, dan penutupan tempat. Jangan lupa untuk memakai masker dari rumah dan menggunakan hand sanitizer yang sudah disiapkan Dia.Lo.Gue ya!

 

Hurricane’s Grill

Tampak area bar dari Hurricane’s Grill dipenuhi staff dan lampu gantung

Setelah sebelumnya melayani delivery, Hurricane’s Grill kembali membuka pintunya untuk dine-in. Lo akhirnya bisa merasakan menu steak dan ribs andalan restoran ini langsung dari tempatnya. Restoran ini buka setiap pukul 11 siang sampai 8 malam di weekdays dan pukul 8 pagi sampai 9 malam di weekend.

Hurricane’s Grill sangat memperhatikan kebersihan restoran. Setiap hari dilakukan pengecekan suhu terhadap staff yang bekerja dan pengunjung yang masuk. Kemudian, disediakan juga hand sanitizer yang bisa dipakai. Hurricane’s Grill juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, terutama di sudut ruang yang ramai dan gagang pintu.

 

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.