• Food
  • 9 Makanan Khas Bali yang Enak Beserta Tempat Makan Enak di Bali

9 Makanan Khas Bali yang Enak Beserta Tempat Makan Enak di Bali

Mon, 25 June 2018
9 Makanan Khas Bali yang Enak Beserta Tempatnya

 

Mau liburan ke Bali dan belum tau tempat makan enak di Bali atau makanan khas Bali? Lo datang di tempat yang tepat. Dalam artikel kali ini nih Urbaners, lo akan diajak buat wisata kuliner tentang makanan dan tempat makanan enak di Bali.

Bali adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang mempunyai tradisi Hindu paling kuat. Walaupun sangat berdekatan dengan Pulau Jawa, ternyata Bali hampir nggak terpengaruh budaya yang berasal dari Pulau Jawa. Sempat ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit dan masuknya pemerintah kolonial Belanda, ternyata Bali masih mempertahankan budaya Hindu sampai sekarang. Mulai dari kebiasaan, adat, sampai makanan di Bali sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

 

Makanan Khas Bali dan Tempat Makanan Enak di Bali

Kalau ngomongin makanan nih, Urbaners, Bali memang surganya, apalagi kalau lo suka banget dengan daging babi. Di Bali lo bisa menemukan hampir semua olahan makanan dibuat dengan campuran babi. Walaupun begitu, ada beberapa makanan yang dicampur dengan ayam atau bebek. Dalam artikel kali ini nih Urbaners, lo akan diajak buat wisata kuliner tentang makanan dan tempat makanan enak di Bali. Apa aja itu? Yuk, simak!

 

Ayam Betutu 

Ayam Betutu salah satu makanan populer khas Bali

Makanan enak di Bali yang pertama adalah ayam betutu. Alasan mengapa banyak orang sangat mengidolakan ayam betutu adalah rasanya yang sangat pedas dengan aroma rempah yang sangat kuat. Secara tampak luar, ayam betutu ini mirip dengan ayam opor biasa yang dicampur dengan sambal dan sayuran. Tetapi lebih dari itu, ayam betutu ini menawarkan makanan pedas dengan bumbu khas Bali.

Cara membuat ayam betutu adalah bumbu diolah dan dimasukkan ke dalam perut ayam. Kemudian ayam dipanggang menggunakan bara api hingga seharian penuh. Dari situ rasa ayam betutu bakal sangat kuat jika dibandingkan ayam lain.

Tempat makan ayam betutu enak di Bali antara lain:
Ayam Betutu Khas Gilimanuk, Jalan Merdeka 88, Denpasar Timur
Ayam Betutu Pak Man, Jalan Kubu Anyar No. 72, Badung

 

Babi Guling 

Yup, babi guling adalah salah satu makanan khas Bali yang cukup terkenal bagi para wisatawan. Babi guling ini sebenarnya menjadi makanan mewah bagi orang Bali, karena biasanya hanya ditemui saat pesta rakyat seperti potong gigi, kawinan, atau upacara ngaben. Walaupun begitu, Urbaners, sekarang udah banyak restoran yang menjual menu babi guling atau di Bali juga disebut Be Guling.

Babi guling di Bali ini dibuat dengan cara yang unik. Babi utuh akan dikeluarkan isi perutnya, kemudian dimasukkan bumbu olahan. Kemudian babi akan dipanggang dan diguling di atas arang batok kelapa. Babi akan dipanggang 2-3 jam sampai kulit berwarna cokelat dan mengeluarkan bau yang sangat menggiurkan.

Tempat makan babi guling enak di Bali antara lain:
Babi Guling Pak Malen, Badung
Babi Guling Candra, Denpasar

 

Srambotan

Srambotan makanan khas Bali yang mirip urap urap

Salah satu makanan yang mirip dengan makanan di Pulau Jawa adalah srambotan. Srambotan ini sangat mirip dengan urap-urap, dari bentuk sampai cara pembuatannya. Srambotan ini dibuat dari berbagai sayuran yang direbus setengah matang. Biasanya terdiri dari kacang panjang, bayam, terung, kangkung, dan kelapa parut. Mungkin yang membedakan srambotan dengan urap-urap Jawa adalah di srambotan ditambahkan pare atau terung.

Tempat makan srambotan enak di Bali antara lain:
Serombotan Klungkung, Jalan Tunjung Tutur No 27, Denpasar
Warung Serombotan, Jalan Nangka Selatan no 78, Denpasar

 

Sate Lilit

Dinamakan sate lilit karena daging dimasukkan dengan cara dililit, bukan ditusuk seperti sate pada umumnya. Sate lilit ini juga menggunakan batang daun serai, bukan tusuk kayu seperti yang ada di Pulau Jawa. Pembuatan sate lilit ini adalah daging akan dicincang terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bumbu olahan khas Bali. Setelah itu, daging akan dililit kemudian dibakar hingga mengeluarkan bau yang sangat harum.

Tempat makan sate lilit enak di Bali antara lain:
Sate Lilit, Jalan Pulau Kawe No 36, Denpasar
Sate Lilit Tuna Klungkung, Jalan Pulau Bungin, Pedungan, Denpasar

 

Nasi Campur Ayam Bali

Nasi campur Bali yang di sajikan di tempat makanan enak bali

Makanan enak di Bali selanjutnya adalah nasi campur ayam bali. Lalu, apa bedanya nasi campur di Bali dengan nasi campur di Pulau Jawa pada umumnya? Jawabannya sangat sederhana, nasi campur di Bali ini menggunakan hampir semua olahan makanan khas Bali. Mulai dari sate lilit, srambotan, lawar ayam, hingga ayam betutu akan dicampur jadi satu. Ciri khas lain adalah sambal matah yang ditaburkan di nasi campur.

Tempat makan nasi campur ayam bali enak di Bali, antara lain:
Warung Wardani Bali, Jalan Yudistira No 2, Dangin Puri Kauh
Warung Nasi Campur Bali, Jalan Raya Kuta, No 88

 

Lawar Kulir

Lawar kulir ini hampir mirip dengan nasi campur ayam Bali, tetapi perbedaannya ada menu utamanya. Jika nasi campur ini menggunakan nasi serta ayam atau sate lilit, maka di lawar kulir ini nggak menggunakan nasi, melainkan sayuran. Lalu untuk dagingnya juga memakai daging cincang dari babi atau kulir. Kulir sendiri adalah bahasa Bali yang bisa juga disebut dengan entog (mentog). Jika lo beragama muslim dan menghindari makanan yang mengandung Babi, lo bisa memilih lawar kulir ya.

Tempat makan lawar kulir enak di Bali, antara lain:
Lawar Kuwir Pan Sinar, Jalan Kroya Gang Cemapaka No 1, Denpasar Timur

 

Tipat Blayag

Tempat makan enak di Bali menyajikan Tipat Blayang

Makanan enak di Bali selanjutnya adalah tipat blayag. Makanan yang mirip dengan lontong sayur ini terdiri dari lipat (ketupat), telur, ayam suwir, layar, kemudian disiram dengan kuah bersantan. Banyak yang menyebut tipat blayag ini mirip dengan lontong sayur, tetapi bedanya lontong sayur disiram dengan bumbu kacang.

Tempat makan tipat blayag enak di Bali:
Warung TIpat Blayag Khas Tejakula, Jalan Tukad Musi no 8
Tipat Blayag Bu Agus, Jalan Tukad Yeh Aya, No 44, Panjer

 

Nasi Sela

Nasi sela mempunyai sejarah yang unik, Urbaners. Saat itu, penduduk Karangasem, Bali bagian Barat, sedang mengalami kesulitan ekonomi yang cukup hebat. Jadi, mereka hanya bisa makan dengan sela (ketela) dan ubi jalar untuk pengganti nasi. Tetapi lama kelamaan, nasi sela menjadi terkenal karena bumbunya yang sangat gurih. Sekarang nasi sela udah dicampur dengan sayur bejek, udang, kacang tanah, sambal bangkot, dan malah ada yang udah pakai ayam.

Tempat makan nasi sela enak di Bali, antara lain:
Warung Makan Nasi Sela Men Jojon, Jalan Raya Gerih, Badung
Nasi Sela & Bubur Bali, Jalan Raya Lukluk

 

Nasi Jinggo

Nasi Jinggo makanan khas bali yang mirip Nasi Kucing

Makanan enak di Bali terakhir yang akan dibahas adalah nasi jinggo. Coba sekarang lo bayangkan nasi kucing yang terkenal di Yogyakarta dan Surabaya. Yup, nasi jinggo mirip banget dengan nasi kucing, mulai dari bentuk dan jumlah porsinya. Nasi jinggo ini terdiri dari nasi, ayam suwir, mi goreng, dan tempe goreng. Porsi dari nasi jinggo pun sangat kecil, hanya sekepal tangan orang dewasa. Mirip dengan nasi kucing, bukan?

Tempat makan nasi jinggo enak di Bali, antara lain:
asi Jinggo Babi Kecap Jik Elle, Jalan Tukad Irawadi No 13
Kedai Nasi JInggo Rendang Sutoyo, Jalan Sutoyo

 

Itulah 9 jenis makanan dan tempat makanan enak di Bali. Jadi ketika lo liburan di Bali nanti, lo bisa sekalian wisata kuliner ya, Urbaners.

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.