• Food
  • Ayam Betutu: Makanan Khas Bali dan 4 Tempat Terbaik untuk Mencobanya

Ayam Betutu: Makanan Khas Bali dan 4 Tempat Terbaik untuk Mencobanya

Mon, 08 October 2018
Ayam Betutu: Makanan Khas Bali dan 4 Tempat Terbaik untuk Mencobanya

Selain mengeksplor berbagai tempat wisata, ada satu kegiatan lagi yang nggak bisa lo lewatkan saat traveling: wisata kuliner! Nah, bagi yang sedang atau akan traveling ke Bali, makan ayam betutu wajib masuk agenda lo. Seperti namanya, makanan khas Bali ini dimasak dengan cara betutu, yaitu ditanam di lubang tanah, ditutup dengan bara api, lalu didiamkan hingga berjam-jam.

 

Rekomendasi Tempat Makanan Khas Bali Ayam Betutu

Namun, sekarang cara masak ayam betutu sudah nggak sekonvensional dulu, Urbaners. Penyajiannya pun cukup modern dan nggak cuma dihidangkan saat upacara adat. Lo bisa dengan mudah menemukan ayam betutu di berbagai ruas jalan Bali. Meski begitu, tentunya ada beberapa tempat makan yang sudah terjamin kelezatan ayam betutu mereka. Check the recommendations below!

 

Ayam Betutu Men Tempeh

Ayam Betutu Men Tempeh

Sudah buka sejak tahun 1990-an, Ayam Betutu Men Tempeh bisa dibilang sebagai salah satu tempat makan legendaris di Bali. Ada 2 olahan ayam betutu yang menjadi andalan di sini, yaitu ayam betutu goreng dan ayam betutu kuah. Ayam kampung dimasak hingga empuk, lalu dipadu dengan aneka rempah khas Bali.

Satu porsi ayam betutu biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, plencing kangkung, sambal, dan kacang. Penasaran ingin mencoba, Urbaners? Lo bisa datang ke Ayam Betutu Men Tempeh di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

 

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Lo yang cukup sering traveling ke Bali pasti sudah nggak asing lagi dengan tempat makan satu ini. Banyak food blogger yang merekomendasikan nasi betutu di sini. Apalagi Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku juga sudah membuka beberapa cabang di Bali. Salah satunya bisa lo datangi di Jalan Kayu Jati No. 12, Patitenget, Seminyak.

Sepiring nasi ayam betutu disajikan dengan aneka lauk pauk lain seperti sate lilit, urap, kacang goreng, telur rebus, pepes ayam, hingga jeroan goreng. Tentunya nggak ketinggalan potongan ayam betutu yang dimasak dengan cara dikukus.

 

Nasi Betutu Rahayu Wayan Rupa

Nasi Betutu Rahayu Wayan Rupa

Kalau mau mencoba ayam betutu di sini, sebaiknya lo datang agak awal, Urbaners. Setiap harinya, Nasi Betutu Rahayu Wayan Rupa buka pukul 08:00 sampai 17:00 WITA. Tetapi mengingat banyaknya jumlah pengunjung, biasanya pada pukul 14:00 pun nasi betutu yang dijual di Jalan Mahendradata, Gianyar ini sudah habis terjual.

Nasi betutu buatan tempat makan ini memang khas banget, Urbaners. Aroma kelezatannya bahkan bisa lo cium dari halaman depan. Meski menggunakan ayam potong, dagingnya sangat mudah dikunyah. Belum lagi lauk lain berupa daging dengan bumbu rempah-rempah yang terasa kuat. Nggak cuma itu, lo juga bakal mendapatkan lauk serundeng, telur rebus, serundeng, dan urap kacang panjang kalau makan nasi ayam betutu di sini.

 

Ayam Betutu Pak Man

Ayam Betutu Pak Man

Gurih dan pedas, mungkin itulah dua kata yang tepat buat menggambarkan kelezatan Ayam Betutu Pak Man. Bumbunya rempah kunyit dan serehnya begitu terasa sejak gigitan pertama. Tenang saja, kalau lo kurang suka kunyit dan sereh, lo bisa memesan ayam betutu goreng yang aroma rempahnya nggak terlalu kuat.

Khusus untuk ayam betutu goreng bakal disajikan dengan kremes yang membuat rasanya makin gurih. Ada juga pilihan lauk pauk lain seperti sate lilit, telur rebus, dan kacang panjang. Nah, daripada penasaran, lo bisa langsung datang ke Ayam Betutu Pak Man di Jalan Kubu Anyar No. 72x, Kuta.

 

Baru membayangkannya saja sudah terdengar menggiurkan, kan? Makanya, pastikan lo mengunjungi tempat makan di atas saat traveling ke Bali. Jangan lupa bagi review lo ya, Urbaners!

 

 

Sources: bacaterus.com, travel.tempo.co

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.