• Food
  • Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.

5 Alternatif Sehat Pengganti Kopi Agar Lo Nggak Ketergantungan Kafein

Fri, 07 August 2020
Seorang pria mengenakan kacamata hitam dan jaket tengah tersenyum sambil memegang cangkir

Indonesia adalah salah satu eksportir biji kopi terbesar di dunia, jadi nggak heran kalau kegiatan minum kopi begitu melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia. Kedai kopi sangat mudah untuk ditemukan, nggak peduli lo #MauLagiDimanapun. Sayangnya, kandungan kafein yang tinggi dalam kopi nggak selamanya menguntungkan bagi kesehatan lo. Berikut ini 5 alternatif kopi yang lebih sehat untuk lo coba.

 

Air Kelapa

Seorang pria sedang meminum air dari dalam kemasan botol di pantai

Mengganti kebiasaan minum kopi dengan air kelapa akan tetap membuat lo terasa segar sepanjang hari, berkat kandungan elektrolit yang menghidrasi tubuh lo. Selain itu, air kelapa juga punya banyak manfaat kesehatan lainnya karena mengandung vitamin C, antioksidan, zat besi, dan kalsium.

Alternatif kopi yang satu ini cocok banget buat lo yang suka olahraga pagi. Nggak seperti kopi yang keras di lambung, air kelapa aman untuk lo konsumsi bahkan sebelum sarapan.

 

Cuka Apel

Larutan cuka apel dalam gelas kaca, dikelilingi buah apel hijau

Rasa asam dan manis alami dari larutan cuka apel akan langsung membangunkan lo dari kondisi setengah tidur. Cuka apel adalah alternatif sehat bagi orang yang memiliki kadar gula tinggi. Jika lo salah satunya, harus segera mengganti kopi susu lo menjadi larutan cuka apel yang bisa lo beli dengan mudah di supermarket ya, Bro!

Cuka apel juga diyakini dapat membantu lo mengurangi berat badan karena dapat mengurangi rasa lapar secara efektif. Tuangkan 2 sendok makan cuka apel bersama segelas air dingin, lo juga bisa tambahkan madu atau gula. Minum setiap pagi sebelum berangkat atau setiap kali merasa ngantuk.

 

Teh Matcha

Seseorang sedang memegang secangkir teh matcha berwarna hijau terang

Bagi yang merasa sulit lepas dari jeratan kafein, lakukan transisi perlahan-lahan menggunakan teh matcha yang mengandung lebih sedikit kafein dibanding kopi. Teh matcha juga dinilai lebih sehat juga karena mengandung L-theanine dan asam amino yang akan membuat lo lebih semangat tanpa ada efek samping seperti rasa gugup yang umumnya dirasakan setelah meminum kopi.

Sekarang ini, sudah banyak teh matcha bubuk yang bisa lo seduh sendiri. Lo juga bisa menemukan berbagai menu varian matcha di kedai kopi favorit lo. Rasanya nggak kalah enak dan tentunya baik untuk lambung lo.

 

Smoothie

Tiga tangan memegang tiga jenis smoothie hijau, merah, dan kuning

Apakah lo sering skip sarapan tapi tetap minum kopi? Baik karena buru-buru maupun diet, minum kopi dalam keadaan perut kosong itu nggak baik buat kesehatan. Coba deh buat smoothie sebagai alternatif kopi di pagi hari. Lo bisa pakai buah-buahan favorit dengan sayuran yang tersedia di rumah, jangan lupa untuk tambahkan dengan yoghurt.

Smoothie buah dan sayur kaya akan vitamin, karbohidrat, serat, antioksidan, dan protein, ampuh untuk membuat lo lebih berenergi. Kalau lo nggak punya waktu untuk membuat smoothie, lo bisa siapkan dulu bahan-bahannya di malam sebelumnya.

 

Susu Coklat

Secangkir susu coklat panas dengan biskuit dan sendok di atas nampan kayu 

Coklat atau cacao powder masih mengandung kafein dalam jumlah sedikit. Itu sebabnya, ini bisa jadi pilihan untuk lo yang membutuhkan kafein tetapi kurang suka rasa kopi. Berbeda dengan kopi, cacao powder yang digabung dengan susu hangat akan membuat tubuh lo merasa lebih rileks.

Cara membuatnya juga mudah banget. Lo tinggal tambahkan 2 sendok makan cacao powder ke dalam secangkir susu hangat. Aduk sampai larut, tambahkan gula secukupnya. Sebagian besar kedai kopi juga memiliki menu susu coklat yang bisa lo pesan.

 

 

 

Source: Bustle, Healthline, Inc.