• Food
  • Yuk, Buat 3 Camilan dari Granola untuk Santai di Akhir Tahun!

Yuk, Buat 3 Camilan dari Granola untuk Santai di Akhir Tahun!

Fri, 27 December 2019
Semangkuk granola dengan campuran buah berry berwarna merah

Urbaners, lo butuh rekomendasi camilan sehat buat disajikan di akhir tahun? Lo bisa coba granola! Camilan yang satu ini terkenal sehat dan mengenyangkan. Granola juga menjadi salah satu makanan yang paling sempurna di dunia. Teksturnya renyah, chewy, dan sedikit gurih. Coba deh, beberapa rekomendasi resep membuat camilan granola berikut ini!

 

Hazelnut Granola

Satu porsi hazelnut granola dalam wadah toples.

Hazelnut granola bisa lo buat dengan campuran beberapa bahan yang mudah didapat. Pertama, siapkan terlebih dahulu 1 cangkir gandum, 1 cangkir hazelnut, ½ cangkir irisan almond, ½ cangkir biji bunga matahari yang sudah dikupas, ½ cangkir kelapa parut, ¼ gelas madu, ¼ cangkir minyak sayur, ½ sendok teh garam, buah kering, serta yoghurt.

Kemudian, panaskan oven pada suhu 176 derajat Celcius. Ambil mangkuk besar dan campurkan semua bahan di atas, kecuali buah kering dan yoghurt. Setelah semua bahan tercampur, tuangkan dalam loyang dan masukkan ke oven selama 20-25 menit. Setelah warnanya cokelat keemasan, keluarkan dari oven dan sajikan dengan buah kering dan yoghurt.

 

No-Nut Granola

Semangkuk granola dalam wadah bening, dengan campuran kismis.

No-Nut Granola adalah sajian granola tanpa kacang. Bahan untuk membuat camilan ini adalah 3 cangkir gandum, 2 cangkir campuran biji labu, biji rami, biji bunga matahari, wijen, ½ cangkir biji kakao, ½ cangkir serpihan kelapa, ½ cangkir minyak zaitun, ½ cangkir maple murni, 1 sendok teh, dan 1 ½ cangkir campuran buah-buahan kering.

Setelah semua bahan siap, lo bisa mulai panaskan oven hingga suhu 176 derajat Celcius. Ambil loyang dan lapisi dengan kertas roti. Aduk semua biji-bijian dalam mangkuk besar dan tambahkan minyak serta sirup. Tambahkan bumbu untuk menyedapkan rasa. Tuang ke loyang dan panggang selama 25-35 menit. Jangan lupa balik lapisan tiap 10-15 menit.

 

Surfer’s Granola

Semangkuk granola dengan potongan buah.

Surfer’s Granola bisa disajikan sebagai menu sarapan pagi dengan yoghurt atau camilan siang hari. Penyajiannya dengan segala jenis buah segar yang sedang musim. Caranya, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti 2 cangkir gandum, ¼ cangkir milet, 1 sendok makan biji rami, ¾ sendok teh garam, ½ sendok teh bubuk kayu manis, ¼ sendok teh bubuk kayu manis, ¼ sendok teh bubuk jahe, 1/3 gelas madu, minyak zaitun, gula merah, almond mentah, labu kupas, 1/3 cangkir biji bunga matahari, 1 sendok makan gula pasir, yoghurt, dan ½ cangkir kismis.

Untuk memasak, lo bisa lunakkan dulu gandum, milet, dan biji rami. Kemudian, panaskan dan larutkan madu, minyak, dan gula merah. Tuangkan dalam oats. Jika sudah, panggang campuran gandum. Dalam loyang yang terpisah, panggang almond, biji bunga matahari, dan labu. Tambahkan garam, minyak dan gula sedikit. Jika sudah matang, keluarkan dari oven. Campurkan semua bahan yang sudah matang dan Surfer’s Granola siap disajikan.

Gampang banget ‘kan membuat camilan granola buat sajian akhir tahun? Lo bisa praktikkan ini di rumah bersama dengan keluarga atau teman-teman!

 

 

Source: bonappetit.com

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.