Real Life Master Builder - MLDSPOT
  • Hobby
  • Real Life Master Builder

Real Life Master Builder

Fri, 13 March 2015

Saat ini, lego lebih dari sekedar hobi. Kalau lo memiliki keahlian dan kreativitas di atas rata-rata, lo berkesempatan untuk bekerja menjadi seorang “real life lego master builder”! Meski pekerjaan tersebut tampak menyenangkan, namun usaha untuk menjadi seorang master lego sangat sulit.

FYI aja, di dunia ini cuma ada 40 orang master lego yang benar-benar ahli di bidangnya. Dari 40 orang lego master tersebut, tujuh di antaranya berasal dari Amerika. Ketujuh orang tersebut dipilih oleh perusahaan Lego dan ditempatkan di tujuh LEGOLAND, yaitu di Billund, Denmark; Windsor, England; Günzburg, Germany;  Nusajaya, Malaysia; dan Florida, California. Seperti kebanyakan karyawan, mereka juga harus memulai pekerjaan ini dari bawah. Hanya orang yang terlihat memiliki skill yang sangat baik yang akan menerima kehormatan menjadi seorang master lego.

Biasanya, orang yang baru saja bergabung dengan perusahaan, akan menjadi murid seorang builder, layaknya seorang pekerja harian yang bekerja di LEGOLAND Florida. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk merekatkan ratusan ribu bagian-bagian lego. Nggak hanya itu, seorang murid juga harus memelihara lego yang udah dalam bentuk jadi di LEGOLAND. Dari pekerjaan yang bisa dibilang remeh tersebut, muncul seseorang yang dianggap teliti dan terlihat menjanjikan bagi perusahaan. Orang tersebutlah yang bakal naik jabatan menjadi seorang senior builder. Posisi ini diapresiasi dengan honor sebesar $10 hingga $20 per jamnya. Naik jabatan tentu ada pekerjaan dan tanggung jawab baru, yaitu membuat konstruksi bangunan, mengatur prosedur harian, dan tetap menjadi “bayangan” sang master builder.

Secara lebih rinci, jabatan yang menantang tersebut mengharuskan lo untuk merancang, membuat, memindah, menerapkan, dan memperbaiki semua model lego. Sebagai bagian dari LEGO® building expert, lo bakal membantu mengajari yang lain dengan memberikan workshop, membangun hubungan dengan media, dan ikut partisipasi di banyak events. Kalau lo adalah orang yang berbakat untuk membuat bangunan dengan skala besar, lo juga bisa mengirim model bangunan lo ke perusahaan LEGO® building expert.

Well, lego bukan lagi sekedar mainan di tangan orang yang berbakat. Pekerjaan ini mampu menghasilkan pendapatan, sekaligus kepuasan dan kebanggaan tersendiri. It takes time, but the real man should keep moving forward!

 

 

Lego Terbesar di Dunia
Pesawat Tempur X-Wing ini terbuat lebih dari 5.335.200 keping lego dan memiliki tinggi 11 kaki serta panjang 43 kaki. Dibuat dalam waktu 4 bulan dengan berat total 45.979,61 pound. Memiliki perbandingan 1:1 dengan Pesawat Tempur X-Wing aslinya.

 

Salah Satu Master Builder
Sachiko Akinaga adalah salah satu master Lego yang berasal dari Jepang. Berkat ketelitian dan kreativitasnya, dia berhasil menciptakan makanan plastik yang akan membuat siapa pun yang melihatnya merasa tergiur.

 

Grup Lego Pertama
Grup lego bermula dari sebuah usaha kerajinan kayu milik Ole Kirk Chiristiansen, di kota Billund, Denmark. Pada tahun 1916, Christiansen membeli sebuah toko kerajinan kayu di Billund yang telah beroperasi semenjak tahun 1895.

 

Deretan Hal Tentang Sinematografi yang Perlu Lo Ketahui

Wed, 03 March 2021
Sinematografi

Untuk menjadi produktif di era new normal ini emang banyak banget caranya. Ada yang mulai belajar berbisnis, mencoba keahlian baru, ada juga yang mencoba untuk produktif dengan memproduksi konten. Kalau lo sendiri yang mana nih, bro?

Kalau lo adalah golongan yang mencoba keahlian baru dan juga belajar memproduksi konten, lo berada pada halaman yang tepat – karena kali ini MLDSPOT akan membahas tentang hal-hal mengenai sinematografi yang cocok banget buat disimak – terlebih untuk lo yang baru mulai belajar.

Nggak cuma itu – di halaman ini juga akan menemukan teknik sinematografi yang tepat dalam membuat video. Sebelum mulai membuat video, lebih baik lo simak artikel ini selengkapnya. Check this out, bro!

Video Making Starter Pack

Sinematografi

Credit image – SLR Lounge

Sebelum mulai membuat konten dan menentukan teknik-teknik dalam sinematografi, pastikan lo memiliki peralatan kamera dan lensa yang mendukung. Baik kamera analog ataupun digital, kamera yang digunakan akan berpengaruh pada hasil gambar yang akan diambil.

Fitur teknologi yang dimiliki oleh kamera digital memang lebih beragam, lensa yang digunakan pada kamera digital juga akan lebih banyak dan punya kualitas yang lebih baik dari kamera analog. Penggunaan lensa ini juga akan berpengaruh pada proses pengambilan gambar yang akan dilakukan.

Meskipun pake kamera aja sebenarnya udah cukup, tapi untuk menggunakan lensa dalam mengambil gambar juga bisa lo pertimbangkan. Selain itu, untuk membuat gambar lebih stabil lo juga bisa menggunakan stabilizer.

Mengenal Type of Shot

Setelah mempersiapkan kamera dan lensa, teknik sinematografi yang perlu lo ketahui adalah mengenali type of shot yang akan lo gunakan. Setiap gambar yang diambil tentunya akan berbeda jenis shot-nya. Dari tipe ini juga akan berpengaruh pada kualitas film dan gambar yang dihasilkan.

Dengan mengenal type of shot dari setiap gambar yang akan diambil akan memberikan kesan dan pesan yang berbeda dari video yang dihasilkan. Type of shot sendiri bisa dipilih tergantung keperluan masing-masing scene dan pastinya dari tipe pengambilan gambar ini akan berpengaruh pada isi video.

Type of shot yang perlu lo ketahui dan bisa lo gunakan adalah long shot, full shot, medium shot, medium close up shot, dan close up shot. Dari tipe-tipe inilah lo akan mengambil gambar yang sesuai yang dibutuhkan oleh video yang akan lo hasilkan.

Angle yang Tepat? Pelajari Camera Movement!

Sinematografi

Credit image - Freepik

Sudut pengambilan gambar memang bisa diambil melalui type of shot, namun selain itu – dalam sinematografi lo juga harus mengetahui angle yang tepat untuk setiap scene yang akan lo ambil. Angle ini juga yang nantinya akan membuat persepsi dan pandangan yang berbeda dari video yang dihasilkan.

Baik high maupun low angle, semuanya memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan video yang akan lo hasilkan. Untuk scene observasi atau close up, pasti membutuhkan angle kamera yang berbeda.

Untuk menentukan angle juga perlu mempelajari camera movement terlebih dahulu. Karena setiap pergerakan kamera untuk pengambilan gambar akan berpengaruh pada output yang akan dihasilkan. Jadi pastikan setiap scene disesuaikan dengan kebutuhan scene lo ya, bro!

Memiliki Komposisi yang Tepat

Untuk menciptakan sebuah video, selain teknik yang berpengaruh pada isi konten, dalam sinematografi pastinya juga harus mementingkan isi dan komposisi konten juga merupakan hal yang fundamental. Kalau sinematografinya bagus, isi konten juga harus bagus.

Hal ini dilakukan biar video yang lo hasilkan bisa diterima oleh pasar secara luas dan mendapatkan hasil yang maksimal. Komposisi yang tepat ini juga yang nantinya akan mempengaruhi kualitas video yang dihasilkan. Intinya, jangan sampai video yang lo hasilkan justru nggak memiliki value. 

Penentuan letak yang ideal sesuai dengan angle, pengambilan gambar yang sesuai dengan scene, ditambah efek sinematik, variasi transisi dan isi konten yang menarik akan saling berkesinambungan dan menghasilkan video yang ciamik dan pastinya disukai oleh banyak orang.

Itu dia hal dasar dari sinematografi yang bisa lo pahami sebelum membuat konten. Jadi, kapan mau mulai bikin nih, bro? Jangan lupa kalau udah bikin tag @MLDSPOT di media sosial lo ya!

 

Feature image – Freepik