• Hobby
  • Belajar Marketing Dari Film Star Wars

Belajar Marketing Dari Film Star Wars

Thu, 08 September 2016

Pada tahun 70an, promosi film biasanya dilakukan di televisi ataupun koran-koran. Budget dari marketing pada tahun tersebut juga nggak terlalu signifikan jumlahnya dan tentu marketing nggak akan berpengaruh apa-apa dalam urusan menaikkan jumlah penonton. Tetapi film Star Wars yang keluar pada tahun 1977 membuat wajah dunia marketing film berbeda. Film pertama Star Wars: Episode 4 ini membuat para pelaku film berpikir dengan cara yang sama, habis-habisan dalam mempromosikan film.

 

Merchandise dan promosi

Dua hal itulah yang dipraktekan oleh Lucas Film dalam mempromosikan film Star Wars untuk pertama kalinya. Pertama Lucas Film bekerja sama dengan Burger King untuk mengeluarkan gelas khusus dengan tema Star Wars. Hasilnya? Dalam 1 tahun merchandise tersebut laku 40 juta buah.

Promosi besar-besaran juga membuat Star Wars mendapatkan gelar film pertama yang mendapatkan penjualan tiket terbanyak. Pendapatan dari tiket untuk film pertama Star Wars adalah 260 juta dolar. Salah satu promosi paling keren yang pernah dilakukan oleh adalah membuat acara televisi berjudul Star Wars Holiday Special yang hanya tayang satu kali dan nggak pernah ditayangkan kembali.

 

Action Figures

Action Figures pertama kali muncul tahun 60an, masih banyak yang malas mengoleksi. Tetapi ketika film kedua dari Star Wars, yaitu The Empires Strikes Back muncul dan mengeluarkan action figures semua fans dari Star Wars heboh, Hampir seluruh action figures ludes terjual. Bagi sebagian pakar mengatakan bahwa marketing yang dilakukan oleh Star Wars adalah salah satu jenis marketing yang mengubah wajah film dunia. Sekarang hampir semua serial televisi, anime ataupun film pasti mengeluarkan action figure. Dan Star Wars sudah melakukan hal tersebut sejak 30 tahun yang lalu.

Pihak dari Star Wars nggak segan melakukan perubahan. Apa yang nggak dilakukan orang lain, dilakukan dan mengaplikasikannya dengan sempurna. Cara-cara unik terkadang akan mendapatkan hal yang setimpal. Jadi berani untuk berubah ya Urbaners.

 

Source: ama.org.

Inilah Game Terbaik di Tahun 2019, Sekiro: Shadows Die Twice

Tuesday, December 31, 2019 - 15:20
Tokoh di Sekiro: Shadows Die Twice sedang melompat melemparkan senjata

Nggak sulit untuk memilih game terbaik tahun 2019. Predikat ini jatuh ke tangan Sekiro: Shadows Die Twice, game besutan FromSoftware yang juga berada di balik pembuatan Bloodborne dan DarkSouls. Ada cukup banyak alasan kenapa Sekiro: Shadows Die Twice berhak mendapatkan predikat game terbaik tahun 2019. Beberapa di antaranya bisa lo cek di bawah ini, Urbaners.

 

Cerita yang Nggak Biasa, Tapi Mudah Dipahami

Tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice sedang melawan salah satu musuh menggunakan pedang

Bagi yang sering memainkan Soul Series, lo mungkin sudah terbiasa dengan jalan cerita game yang cukup sulit sehingga mengharuskan buat berpikir agak keras. Lo dituntut memberikan perhatian kepada setiap dialog dan item yang ditemukan demi bisa memahami cerita secara utuh.

Nah, hal tersebut nggak bakal lo temukan di Sekiro: Shadows Die Twice. FromSoftware justru memberikan cerita yang cukup mudah dipahami, tapi tetap menarik buat diikuti. Pada game ini, lo bakal menjadi seorang shinobi bernama Sekiro, yang berencana balas dendam ke seorang samurai karena menculik majikannya.

 

Gameplay Dinamis yang Cukup Menantang

Berbeda dari Soul Series yang juga dibuat oleh FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice nggak menghadirkan sistem role-playing dan character creation. Sebagai gantinya, game berkonsep third-person action ini menggunakan sistem skill-set untuk peningkatan level karakter, yang baru bisa lo buka kalau bisa mengalahkan sejumlah musuh.

Namun, walaupun skill-set bertambah, bukan berarti lo bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah. Ini karena lo harus menghadapi musuh dengan strategi yang berbeda. Lo bisa dikalahkan oleh musuh dalam waktu cepat kalau lengah sedikit saja. Perubahan secara keseluruhan ini pun membuat gameplay dari Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih menantang.

 

Visual Grafis Memukau dengan Tampilan Khas Jepang

Dua tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice saling berhadapan, dengan setting tempat khas Jepang, masing-masing membawa pedang

Sejak awal, Sekiro: Shadows Die Twice sudah tampil memukau dengan kualitas visual grafisnya yang luar biasa. Dengan tone warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, nuansa Jepang era abad ke-16 di Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih terasa.

Bahkan saat setting malam hari, visual seperti hutam bambu masih terlihat cukup jelas. Nggak ketinggalan visual kastil yang terlihat begitu megah berdiri di atas lembah. Bagi yang cukup “rewel” soal visual grafis saat main game, sepertinya Sekiro: Shadows Die Twice nggak bakal mengecewakan lo.

 

Sekiro: Shadows Die Twice sudah dirilis sejak Maret 2019 lalu. Nggak ada kata terlambat buat ikut main game tersebut. Lo bisa memainkannya di Xbox One, PlayStation 4, atau platform Microsoft Windows!

 

 

Sources: media.skyegrid.id, gamebrott.com