• Hobby
  • Amazon Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Taklukkan Timur Tengah

Amazon Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Taklukkan Timur Tengah

Thu, 08 December 2016

Siapa yang tak kenal Amazon? Raksasa e-commerce dunia ini memang nggak bisa dianggap remeh. Inovasi demi inovasi dibuatnya agar menjadi yang nomor satu. Kabar menarik datang dari perusahaan besar ini. Amazon tengah siapkan dana sebesar 1 triliun rupiah untuk taklukkan Timur Tengah. Kabarnya, Amazon sengaja siapkan dana tersebut untuk mengembangkan pasar di tanah Arab.

 

Awalnya cuma 30 persen

Beberapa waktu yang lalu dikabarkan bahwa Amazon tengah mempersiapkan dana sebesar 1 milyar dolar atau setara dengan 1 triliun rupiah. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi online retailer asal Dubai, Souq.com. Menurut rumor yang beredar, Amazon mengambil langkah tersebut sebagai cara untuk mengembangkan pasar di area Timur Tengah.

Amazon sendiri berencana untuk membeli seluruh saham dari Souq.com. Padahal, rencananya Souq hanya menjual sedikitnya 30 persen dari saham mereka. Namun hingga saat ini, informasi ini masih bersifat rahasia. Belum ada persetujuan akhir dari keduanya dan bisa saja negosiasi ini berjalan alot. Bahkan ketika dikonfirmasi oleh Bloomberg, baik perwakilan dari Souq maupun Amazon masih bungkam mengenai hal ini.

Kabar ini bermula ketika Souq menunjuk Goldman Sachs Group Inc. untuk mencarikan pembeli saham perusahaan retailer ini pada bulan September lalu. Perusahaan investor yang saat ini memegang saham Souq, Tiger Global Management dan South Africa’s Naspers Ltd., juga sedang menjual kepemilikan mereka.

 

Inovasi Souq

Souq sendiri bukan perusahaan yang bisa dianggap remeh. Ada sekitar 1,5 juta produk terjual online kepada para pelanggan di Uni Emirat Arab, Mesir, dan Arab Saudi. Perusahaan bahkan ini sempat mendapatkan investasi dari Tiger Global dan Naspers sebesar 275 juta dolar di bulan Februari lalu.

Yang menarik, Souq mengembangkan sistem pembayaran baru dimana para pelanggan nggak perlu pakai kartu kredit untuk berbelanja di situs mereka. Seperti yang lo tahu, di negara-negara muslim, kartu kredit sangatlah jarang bahkan dilarang. Sebagai solusinya, Souq menggunakan sistem kartu prabayar yang tersedia dimana saja.

Namun satu kendala yang masih belum dapat diselesaikan oleh Souq: logistik. Beberapa daerah di Timur Tengah tidak memiliki jasa pengiriman yang canggih. Hal inilah yang mungkin akan dibantu oleh Amazon ketika keputusan deal sudah di tangan.

 

Lalu, apakah Amazon benar-benar akan mampu mengembangkan bisnis mereka di tanah Timur Tengah? Let’s wait and see.

 

Source: Bloomberg.com, Endagdet.com

Sadar Atau Nggak: Game FIFA Membentuk Selera Musik Anak Muda!

Thu, 10 September 2020
Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Siapa yang nggak candu kalau sudah main FIFA? Game sepakbola yang ada di konsol seperti Playstation dan lainnya ini memang jadi game yang disenangi banyak kalangan. Wajar, sepak bola sudah jadi bahasan tersendiri bagi banyak kalangan di seluruh belahan dunia ini.

Buat lo yang bahkan sampai membanting controller karena kalah, tenang – lo tidak sendirian, mungkin banyak yang seperti lo ini. Tapi itu jadi cerita menarik tersendiri saat main game FIFA. Sedari dulu, mungkin sudah ada tipe yang menyalahkan controller kalau sedang kalah.

Selain game atau permainannya menarik, sebenarnya ada hal yang terbaca sederhana, tapi ini cukup menjadi hal yang berpengaruh terhadap diri lo, khususnya di selera musik. Percaya atau tidak, FIFA jadi salah satu game yang menentukan selera musik lo.

 

FIFA Jadi Penentu Selera Musik Lo

Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Credit Image: ea.com

Kalau dilihat dari sejarah, nih – jika mundur kurang lebih 20 tahun ke belakang, lo bisa melihat bagaimana FIFA bisa membangkitkan semangat bermain dari soundtrack yang ada. Beberapa lagu bergenre grunge dan riff gitar yang bisa buat Joe Satriani minder – berhasil membuat lo semakin pede buat menang pertandingan, walau kadang nggak menang juga, sih.

Nah, maju setahun ketika seri atau edisi FIFA 98, beberapa soundtrack berganti sehingga mungkin pada saat itu lo jadi suka Blur karena lagu ‘woo-hoos’ yang terputar saat momen loading di FIFA 98 itu. Bentar-bentar, di sini ada yang pernah main sampai FIFA 98?

Mau satu tahun lagi ketika FIFA 99 rilis dengan cover Christian Vieri sebagai pahlawan timnas Italia, pada seri ini, genre trance-elektronika sedang oke-okenya di berbagai belahan dunia. Jadilah lo bisa dengar remix Dub Pistols Sick Junkie dari ‘Gotta Learn’ oleh Danmass.

Diikuti oleh ‘Naked and Ashamed’ dari Dyan Rhymes sampai akhirnya ke ‘The Rockafeller Skank’ dari Fatboy Slim yang super nge-beat. Deretan lagu tersebut menemani lo saat gameplay memilih pergantian kesebelasan.

Terus maju ke tahun millennial, FIFA 2000 mempertahankan sentuhan musik elektronik dari versi sebelumnya dengan adanya tambahan sentuhan pop di tahun-tahun berikutnya. Pas MTV masih jadi tontonan anak muda saat itu, lagu-lagi di chart Top of the Pops ikut mewarnai gameplay FIFA.

Seiring munculnya digital sharing platforms – lagu-lagu di FIFA terasa perubahannya. Pilihan lagu seperti ‘It’s Only Us’ dari Robbie Williams atau ‘Sell Out’ dari Reel Big Fish jadi warna tersendiri di game FIFA.

Gradasi ke musik pop ini bukan tanpa alasan dilakukan oleh developer FIFA. Hal ini terkait pesaing utama mereka, Konami yang mengeluarkan Winning Eleven untuk konsol Playstation. Tahun ke tahun, gradasi musik di FIFA semakin berwarna.

Pasalnya, di FIFA 2002, DJ Tiesto ikut andil dalam pengisian musik di game sepakbola ini. Mengagetkannya lagi ketika FIFA 2004, The Dandy Warhols, DJ Sensei, Termasuk Kings of Leon sampai Radiohead dengan lagunya ‘Myxomatosis’ ikut terisi di FIFA.

Sampai pada FIFA 2005 – perkembangan musik di dalam game tersebut cukup signifikan. Dari berbagai jenis lagu yang ada – akhirnya pilihan musik FIFA mengarah ke pop-rock, dan secara tegas meninggalkan genre elektronika yang bertahun-tahun menemani para pemainnya.

Wah bagaimana nih bro? Dari deretan perkembangan lagu yang sudah disebutkan di atas dan masuk ke dalam game FIFA, apakah lo berniat buat nostalgia lagi? Kalau iya, lo mesti berburu game dengan edisi tahun-tahun seperti itu lagi, nih!

 

Feature Image – tempo.co