Kamera Analog yang Kembali Muncul Sebagai Tren Fotografi 2017

Thursday, June 15, 2017 - 17:26

Bagikan

Facebook Twitter Email

Bangkrutnya Kodak di tahun 2012 seakan mengukuhkan hilangnya kamera analog yang kemakan oleh tren kamera digital. Tetapi ada yang menarik Urbaners, di antara berjejer komunitas pecinta kamera digital, ternyata masih ada beberapa komunitas atau perorangan yang menyukai kamera analog. Di tahun 2017, kamera analog sedikit mendapatkan tempat di hati para pecinta fotografi. Kamera SLR lawas yang diproduksi tahun 90an dan 2000an mulai dicari dan roll film yang sebelumnya dibuang-buang sekarang mulai dikoleksi.

 

Kamera Analog Lebih Menantang

Kamera Analog

Untuk anak 90an, kamera SLR memang sangat menyeruak rindu. Bayangkan untuk 1 roll film, lo hanya diberi kesempatan 36 kali mengambil gambar. Jika lo nggak fokus atau salah ambil gambar, lo bisa dipastikan akan melewatkan momen terbaik. Kamera analog memang berbeda dengan kamera digital, lo benar-benar harus mengandalkan keahlian saat mengambil gambar, pengaturan ISO, exposure, sampai diafragma. Selain itu intuisi serta pengalaman sangat diperlukan untuk mengambil gambar yang sempurna.

Oleh karena itu kamera analog yang terkenal ribet ini diminati karena para pecinta fotografi ini butuh tantangan. Nggak hanya sekedar sulitnya mengambil gambar, dengan kamera analog lo harus sabar dalam mencari roll film dan merawat kamera yang usianya pasti di atas 10-15 tahun.

 

Retro

Kamera Analog

Selain menantang, ada beberapa orang yang menyukai desain kamera analog yang terkesan retro dengan model yang lawas. Bahkan di Hong Kong tren fotografi menggunakan kamera analog ini sangat ramai oleh kalangan anak muda. Beberapa anak muda di Hong Kong mengaku bosan dan ingin mengasah bagaimana cara mengambil foto dengan baik.

 

Proses Karya yang Bisa Dibilang Sempurna

Kamera Analog

Bayangkan dari awal mengambil gambar sampai proses cetak dan akhirnya lo liat hasil karya lo, lo membutuhkan waktu setidaknya 1 minggu. Itu jika lo beruntung, jika lo tinggal di daerah yang jarang tempat cetak foto analog, lo harus mengirimkan roll film dan itu butuh waktu sekitar 1 bulan. Untuk itu setiap hasil karya dari kamera analog ini menjadi kebanggaan tersendiri dan bisa jadi karya yang sangat sempurna.

Di Indonesia sendiri, khususnya di kota-kota besar sudah ada beberapa komunitas yang menekuni kamera analog. Untuk lo yang tertarik dengan kamera analog atau bahkan punya kamera warisan dari orang tua, lo bisa mencobanya Urbaners.

 

Source: oktagon.co.id