• Hobby
  • SNES Classic Mini Hentikan Pre-Order Karena Terlalu Populer

SNES Classic Mini Hentikan Pre-Order Karena Terlalu Populer

Fri, 14 July 2017

Nintendo nggak henti-hentinya membuat terobosan baru. Setelah mengeluarkan Nintendo Switch , pada bulan Juni kemarin Nintendo mengeluarkan Super Nintendo Entertainment System (SNES) edisi klasik yang dinamakan SNES Classic Mini. Salah satu keunggulan dari SNES Classic Mini adalah bentuknya yang sangat kecil, hanya seukuran tangan dan game-nya yang klasik.

Dengan harga hanya 80 dolar atau sekitar 1 juta rupiah, SNES Classic Mini mendapatkan jumlah pre-order yang gila-gilaan. Bahkan per tanggal 4 Juni 2017 kemarin, Nintendo secara resmi menutup pre-order pembelian karena permintaannya terlalu banyak. Alasannya karena Nintendo masih memperbaiki kualitas console-nya daripada mengecewakan penggemarnya.

 

Plug and Play

Sistem yang dibuat oleh Nintendo adalah sistem plug and play, jadi nanti lo bisa langsung colok kabel HDMI yang ada di SNES Classic Mini ke TV dan bisa langsung lo mainin. Lo nggak perlu tambahan memori ataupun kaset, Urbaners. Dengan begini, Nintendo akan mengincar para pembeli yang masa kecilnya sering memainkan game-game klasik Nintendo tanpa perlu ribet install atau melakukan apapun.

Dengan ukuran sekitar 20cm, SNES Classic Mini ini terlihat sangat imut dan menggemaskan. Tetapi lebih dari itu, Nintendo membuat produknya dengan ukuran sekecil mungkin agar para penggunanya mudah memainkannya di mana saja.

 

Game yang Bisa Lo Mainin di SNES Classic Mini

Nintendo menginfokan bahwa setidaknya akan ada 23 game yang bisa langsung dimainin di SNES Classic Mini. Ada beberapa game yang bakal menggiring lo ke dalam nostalgia masa kecil ketika lo masih sering memainkan game Nintendo. Mulai dari Contra III, Donkey Kong, The Legend of Zelda, Street Fighter II, Mega Man dan Super Mario. Dengan game-game tersebut, lo pasti nggak sabar memainkannya dengan joystick khas Nintendo yang mempunyai tombol 1, 2, 3 dan 4.

Techradar sendiri menuliskan dengan console yang sangat kecil dan game klasik, SNES Classic Mini bisa jadi merupakan console terbaik di tahun ini. Bukan nggak mungkin nih Urbaners, console-console zaman dulu lain bakal dibikin baru lagi.

 

Source: techradar.com

Inilah Game Terbaik di Tahun 2019, Sekiro: Shadows Die Twice

Tuesday, December 31, 2019 - 15:20
Tokoh di Sekiro: Shadows Die Twice sedang melompat melemparkan senjata

Nggak sulit untuk memilih game terbaik tahun 2019. Predikat ini jatuh ke tangan Sekiro: Shadows Die Twice, game besutan FromSoftware yang juga berada di balik pembuatan Bloodborne dan DarkSouls. Ada cukup banyak alasan kenapa Sekiro: Shadows Die Twice berhak mendapatkan predikat game terbaik tahun 2019. Beberapa di antaranya bisa lo cek di bawah ini, Urbaners.

 

Cerita yang Nggak Biasa, Tapi Mudah Dipahami

Tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice sedang melawan salah satu musuh menggunakan pedang

Bagi yang sering memainkan Soul Series, lo mungkin sudah terbiasa dengan jalan cerita game yang cukup sulit sehingga mengharuskan buat berpikir agak keras. Lo dituntut memberikan perhatian kepada setiap dialog dan item yang ditemukan demi bisa memahami cerita secara utuh.

Nah, hal tersebut nggak bakal lo temukan di Sekiro: Shadows Die Twice. FromSoftware justru memberikan cerita yang cukup mudah dipahami, tapi tetap menarik buat diikuti. Pada game ini, lo bakal menjadi seorang shinobi bernama Sekiro, yang berencana balas dendam ke seorang samurai karena menculik majikannya.

 

Gameplay Dinamis yang Cukup Menantang

Berbeda dari Soul Series yang juga dibuat oleh FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice nggak menghadirkan sistem role-playing dan character creation. Sebagai gantinya, game berkonsep third-person action ini menggunakan sistem skill-set untuk peningkatan level karakter, yang baru bisa lo buka kalau bisa mengalahkan sejumlah musuh.

Namun, walaupun skill-set bertambah, bukan berarti lo bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah. Ini karena lo harus menghadapi musuh dengan strategi yang berbeda. Lo bisa dikalahkan oleh musuh dalam waktu cepat kalau lengah sedikit saja. Perubahan secara keseluruhan ini pun membuat gameplay dari Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih menantang.

 

Visual Grafis Memukau dengan Tampilan Khas Jepang

Dua tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice saling berhadapan, dengan setting tempat khas Jepang, masing-masing membawa pedang

Sejak awal, Sekiro: Shadows Die Twice sudah tampil memukau dengan kualitas visual grafisnya yang luar biasa. Dengan tone warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, nuansa Jepang era abad ke-16 di Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih terasa.

Bahkan saat setting malam hari, visual seperti hutam bambu masih terlihat cukup jelas. Nggak ketinggalan visual kastil yang terlihat begitu megah berdiri di atas lembah. Bagi yang cukup “rewel” soal visual grafis saat main game, sepertinya Sekiro: Shadows Die Twice nggak bakal mengecewakan lo.

 

Sekiro: Shadows Die Twice sudah dirilis sejak Maret 2019 lalu. Nggak ada kata terlambat buat ikut main game tersebut. Lo bisa memainkannya di Xbox One, PlayStation 4, atau platform Microsoft Windows!

 

 

Sources: media.skyegrid.id, gamebrott.com