• Hobby
  • Street Fighter, Game yang Mengangkat Kepopularitasan Dingdong

Street Fighter, Game yang Mengangkat Kepopularitasan Dingdong

Fri, 06 October 2017

Sebenarnya, Street Fighter bukan merupakan game fighting pertama yang ada di dunia arcade games atau dingdong. Game seperti Heavyweight Champ, Warrior, dan Champion Boxing lebih dulu muncul sekitar tahun 1970-an. Baru pada tahun 1987, Capcom mengeluarkan game Street Fighter pada mesin arcade. Hasilnya luar biasa, Street Fighter dinobatkan sebagai game terbaik versi media game pada tahun 1987 dan 1988.

Street Fighter sendiri merupakan game arcade pertama yang mengadopsi sistem 30 detik per pertandingan, martial arts, dan jurus-jurus tersembunyi. Nggak lama setelah game Street Fighter keluar pada tahun 1987, Capcom mengeluarkan Street Fighter II di tahun 1991 yang menjadi salah satu game dengan penjualan tercepat pada tahun 1990-an. Pada tahun 1993, Street Fighter II mendapatkan 1,5 miliar dolar.

 

Kisah Ryu yang Melegenda

Sebenarnya jika diperhatikan, jalan cerita dari Street Fighter ini cukup sederhana. Dengan mengusung Ryu sebagai karakter utama, game Street Fighter mendapatkan kepopularitasan dalam waktu yang cukup singkat. Beberapa jurus Ryu antara lain Hadoken, Shoryuken, ataupun Tatsumaki Senpu yang menjadi ciri khas karakter Street Fighter.

Karakter Ryu yang memakai baju putih dengan lengan yang robek membuatnya semakin melegenda. Apalagi baju putih-putih yang dikenakan oleh Ryu ini mirip dengan baju pencak silat, taekwondo, ataupun karate yang sudah terkenal di Indonesia.

 

Nggak Perlu Khawatir, Game Street Fighter Bisa Lo Mainin Sendiri

Salah satu terobosan dari Capcom dalam membuat Street Fighter adalah game ini bisa dimainin sendirian. Biasanya, game fighting ini membutuhkan dua orang untuk bermain. Nah, Street Fighter mengubah kebiasaan tersebut. Jika lo nggak mempunyai sparring partner, lo bisa bermain arcade untuk menggunakan karakter tertentu. Cara ini juga bisa menjadi alat untuk mengukur ketangguhan lo bermain Street Fighter sebelum melawan teman lo.

Pertama kali rilis pada tahun 1987, sampai sekarang game Street Fighter masih terus keluar versi terbarunya lho, Urbaners. Terakhir pada tahun 2016, Capcom mengeluarkan Street Fighter V untuk mesin PlayStation 4 dan Xbox One.

Inilah Game Terbaik di Tahun 2019, Sekiro: Shadows Die Twice

Tuesday, December 31, 2019 - 15:20
Tokoh di Sekiro: Shadows Die Twice sedang melompat melemparkan senjata

Nggak sulit untuk memilih game terbaik tahun 2019. Predikat ini jatuh ke tangan Sekiro: Shadows Die Twice, game besutan FromSoftware yang juga berada di balik pembuatan Bloodborne dan DarkSouls. Ada cukup banyak alasan kenapa Sekiro: Shadows Die Twice berhak mendapatkan predikat game terbaik tahun 2019. Beberapa di antaranya bisa lo cek di bawah ini, Urbaners.

 

Cerita yang Nggak Biasa, Tapi Mudah Dipahami

Tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice sedang melawan salah satu musuh menggunakan pedang

Bagi yang sering memainkan Soul Series, lo mungkin sudah terbiasa dengan jalan cerita game yang cukup sulit sehingga mengharuskan buat berpikir agak keras. Lo dituntut memberikan perhatian kepada setiap dialog dan item yang ditemukan demi bisa memahami cerita secara utuh.

Nah, hal tersebut nggak bakal lo temukan di Sekiro: Shadows Die Twice. FromSoftware justru memberikan cerita yang cukup mudah dipahami, tapi tetap menarik buat diikuti. Pada game ini, lo bakal menjadi seorang shinobi bernama Sekiro, yang berencana balas dendam ke seorang samurai karena menculik majikannya.

 

Gameplay Dinamis yang Cukup Menantang

Berbeda dari Soul Series yang juga dibuat oleh FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice nggak menghadirkan sistem role-playing dan character creation. Sebagai gantinya, game berkonsep third-person action ini menggunakan sistem skill-set untuk peningkatan level karakter, yang baru bisa lo buka kalau bisa mengalahkan sejumlah musuh.

Namun, walaupun skill-set bertambah, bukan berarti lo bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah. Ini karena lo harus menghadapi musuh dengan strategi yang berbeda. Lo bisa dikalahkan oleh musuh dalam waktu cepat kalau lengah sedikit saja. Perubahan secara keseluruhan ini pun membuat gameplay dari Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih menantang.

 

Visual Grafis Memukau dengan Tampilan Khas Jepang

Dua tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice saling berhadapan, dengan setting tempat khas Jepang, masing-masing membawa pedang

Sejak awal, Sekiro: Shadows Die Twice sudah tampil memukau dengan kualitas visual grafisnya yang luar biasa. Dengan tone warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, nuansa Jepang era abad ke-16 di Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih terasa.

Bahkan saat setting malam hari, visual seperti hutam bambu masih terlihat cukup jelas. Nggak ketinggalan visual kastil yang terlihat begitu megah berdiri di atas lembah. Bagi yang cukup “rewel” soal visual grafis saat main game, sepertinya Sekiro: Shadows Die Twice nggak bakal mengecewakan lo.

 

Sekiro: Shadows Die Twice sudah dirilis sejak Maret 2019 lalu. Nggak ada kata terlambat buat ikut main game tersebut. Lo bisa memainkannya di Xbox One, PlayStation 4, atau platform Microsoft Windows!

 

 

Sources: media.skyegrid.id, gamebrott.com