• Hobby
  • 3 Buku Fenomenal Pramoedya Ananta Toer

3 Buku Fenomenal Pramoedya Ananta Toer

Mon, 04 June 2018
3 Buku Fenomenal Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer ditahan lebih dari 14 tahun tanpa diadili. Pram, panggilan akrabnya, menghabiskan 10 tahun di Pulau Buru tanpa informasi dan kehidupan yang layak. Masa 10 tahun penahanan di Pulau Buru ternyata nggak membuat Pram berhenti berkarya. Setiap hari, Pram mendongengkan sebuah cerita kepada teman-temannya di Pulau Buru. Cerita tersebut akhirnya dibukukan oleh Pram dengan karya sastra luar biasa, Tetralogi Pulau Buru.

Selain Tetralogi Pulau Buru, ada juga puluhan karya lain dari Pram yang sangat menarik untuk diikuti. Dalam artikel kali ini, kita akan mencoba membahas 4 buku fenomenal karya Pramoedya Ananta Toer.

 

Tetralogi Pulau Buru

Ketika buku pertama dan kedua Tetralogi Pulau Buru, Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa keluar tahun 1980 dan 1981, Jaksa Agung langsung melarang penerbitan kedua buku ini. Nggak cuma itu, buku ketiga dan keempat Jejak Langkah (1985) dan Rumah Kaca (1988) juga dilarang saat itu juga. Tetralogi Pulau Buru ini mengisahkan Minke, fantasi Pram mengenai sosok Tirto Adhi Soerjo, seorang pemuda Indonesia yang pertama kali menerbitkan surat kabar nasional pertama berbahasa Melayu (Indonesia).

Buku pertama Bumi Manusia sekarang sedang digarap filmnya oleh Hanung Bramantyo dengan Iqbaal Ramadhan sebagai sosok Minke. Sangat patut ditunggu karena di Bumi Manusia, Minke sedang mencari jati diri.

 

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu

Ketika berada di Pulau Buru dan diizinkan untuk menulis, Pram selalu menuliskan surat yang ingin diberikan kepada putrinya. Sayangnya, surat tersebut nggak bisa keluar dan nggak pernah tersampaikan. Dari tulisan-tulisan itulah, buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu muncul tahun 1995. Di buku tersebut, Pram menuliskan bagaimana keluh kesah dan pandangan Pram mengenai kehidupan di Pulau Buru.

 

Arus Balik

Karya terakhir yang fenomenal dari Pram adalah Arus Balik. Novel yang berkisah tentang arus balik tentang kehancuran Kerajaan Majapahit ini menggambarkan dengan jelas bagaimana masyarakat Indonesia yang menjilat, feodal, dan konflik lain-lainnya. Di sini juga dijelaskan bagaimana pergantian dari budaya Hindu-Buddha berubah menjadi Islam.

Ketiga novel di atas menjadi bacaan wajib bagi lo yang ingin mengenal Pram lebih dekat. Dengan penggambaran yang baik, Pram bisa membawa masa lalu ke masa sekarang dengan sangat jelas.

 

Source: tirto.id

Nyalakan Kreativitas, Pandemi COVID-19 Hadirkan Tren Fotografi Baru

Tue, 04 August 2020
Seorang fotografer dengan kaos hitam dan jam tangan memakai kamera SLR

Dampak dari pandemi COVID-19 cukup merepotkan para pekerja seni, termasuk dunia fotografi. Hebatnya, banyak fotografer yang menyulap pandemi menjadi kesempatan untuk memperluas kreativitas. Terbukti dengan maraknya virtual photoshoot yang ramai dilakukan bersama selebriti Indonesia.

Nggak hanya itu saja, sudah banyak nih tren fotografi baru yang muncul sejak pandemi. Bisa lo coba, Bro, untuk semakin memperdalam skill fotografi lo.

 

Masuk ke Google Maps dan Dunia Games

Potret hitam putih karakter di dalam game Red Dead Redemption sebagai konsep street photography

Nggak hanya fashion photography saja yang bisa dilakukan secara virtual, nyatanya para street photographers juga mulai mengasah kemampuan mereka melalui cara kreatif selama pandemi. Google Maps jadi “destinasi” pilihan mereka untuk mengabadikan potret hiruk-pikuk kota besar atau pemandangan alam di dunia sebelum pandemi. Lo cukup aktifkan mode 3D street view, potret dengan kamera andalan, dan edit sedikit untuk hasil foto yang nggak kalah keren.

Bagi lo yang juga suka bermain open world games seperti “Grand Theft Auto 5”, “Red Dead Redemption”, atau Cyberpunk 2077 yang akan segera dirilis, ambil kamera kesayangan lo sekarang dan foto jalanan-jalanan hyperrealistic di dalam games. Hasilnya nggak perlu diragukan lagi, benar-benar terlihat seperti realita.

 

Tren Porchtraits

Wanita dan pria duduk di teras depan rumah bercat biru muda sambil memegang tissue bertuliskan 2020

Bagaimana jadinya kalau subjek foto lo nggak mau memakai masker atau face shield selama proses photoshoot? Alternatifnya adalah menerapkan physical distancing dengan mengambil konsep porchtraits. Konsep unik ini menggunakan latar halaman depan rumah untuk hasil foto yang lebih hangat, cocok banget untuk mengabadikan momen kekeluargaan atau keseruan para sahabat.

Gunakan long lens agar lo bisa mengambil foto dari jarak jauh tanpa merusak resolusi foto. Cara ini juga sudah dipakai oleh banyak studio fotografi untuk mengabadikan momen bahagia para klien. Lo bisa coba sendiri di rumah, Bro!

 

Potret Tempat Kosong

Potret sebuah bandara dengan bendera Brazil, Canada, dan negara lain yang sepi pengunjung

Pandemi COVID-19 membuat banyak tempat destinasi yang biasanya selalu ramai pengunjung berubah menjadi tempat kosong. Ini adalah kesempatan emas buat lo mengambil foto-foto yang sebelumnya sulit untuk dilakukan. Nggak perlu datang subuh-subuh atau malah menyewa tempat seharian, lo bisa memanfaatkan pandemi ini untuk memotret keindahan bangunan dan jalanan di pelosok Indonesia.

Kalau lo lebih mendalami travel photography, potret berbagai destinasi wisata yang ada di sekitar lo tanpa khawatir diganggu oleh keramaian. Tren fotografi ini juga cocok bagi orang-orang yang menyukai street photography atau architectural photography.

 

Batasi dengan Kaca Jendela

Potret seorang wanita sedang merentangkan kedua tangannya di balik jendela 

Bermain dengan refleksi kaca jendela memang agak sulit, terutama bagi fotografer pemula. Tetapi kalau dilakukan dengan teknik yang baik, hasil foto tersebut akan lebih berdimensi. Lo dan subjek foto juga nggak perlu khawatir dengan paparan virus COVID-19 karena sudah dibatasi dengan kaca jendela.

Sebelum photoshoot, nilai dulu spot dalam bangunan untuk bisa menemukan sudut ruang dengan kaca jendela terbaik. Tentukan juga waktu yang tepat untuk bisa mengendalikan sinar matahari yang terpantul dari kaca jendela. Bangun ambience dengan mengatur perabot dan dekorasi di dekat jendela.

Nah, untuk lo yang sedang mencoba-coba hobi fotografi pada masa serba terbatas ini, mending ikutan MLDPHOTOJOURNAL. Kompetisi photo rally yang berhadiah voucher Blibli total jutaan rupiah. Untuk informasi lebih lengkapnya, lo bisa cek langsung Instagram @MLDSPOT!

 

 

Sources: Insider, Gensindo, Exibartstreet, Forbes, CNBC