Bola untuk Piala Dunia 2018 Diperkenalkan dengan Teknologi Tinggi - MLDSPOT
  • Hobby
  • Bola untuk Piala Dunia 2018 Diperkenalkan dengan Teknologi Tinggi

Bola untuk Piala Dunia 2018 Diperkenalkan dengan Teknologi Tinggi

Wed, 15 November 2017

Piala Dunia adalah ajang yang dinanti-nanti oleh para penggemar sepak bola di seluruh belahan dunia, bahkan Indonesia sekalipun. Berbagai tim sepak bola terbaik dunia akan memeriahkan acara ini. setiap orang punya jagoannya masing-masing. Apa lo juga salah satu penggemar Piala Dunia, Urbaners? Tahu nggak sih, bola yang bakal dipakai di acara tersebut dibuat dengan teknologi khusus, lho!

 

Bola itu bernama Telstar 18

Karena ajang ini merupakan perhelatan akbar, jadi nggak heran kalau persiapannya pun juga dilakukan dengan totalitas. Apa lagi bolanya yang notabene adalah “kunci” dari permainan tersebut. Telstar 18, adalah bola resmi Piala Dunia yang dibuat oleh pihak FIFA bekerja sama dengan Adidas. Nggak heran nih Urbaners, mengingat Adidas sendiri adalah pemain raksasa dalam dunia olahraga. Pengumuman tersebut dirilis langsung oleh pihak FIFA 10 November lalu.

 

Nama Telstar 18 Diadopsi dari nama bola “generasi” bola pertama

Pemakaian bola resmi untuk perhelatan akbar ini pertama kali diterapkan FIFA Meksiko yang digelar pada 1970 silam. Bola tersebut diberi nama Telstar. Nah, untuk mengenang jasa-jasa Telstar sebagai bola resmi pertama Piala Dunia, maka dibuatlah lagi Telstar 18. Namun, tentu saja dengan generasi sebelumnya. Tentunya Telstar 18 kali ini dibekali dengan nilai lebih.

Telstar 18 terbuat dari bahan yang ramah lingkungan sehingga bisa didaur ulang. Selain itu, desain juga warnanya sudah oke menurut para pesepak bola kelas dunia. Seperti Lionel Messi yang cukup bangga bisa mencoba bola ini lebih awal. Beberapa tim yang mendapat kesempatan untuk mencoba bola ini adalah Argentina, Kolombia, Real Madrid, Ajax, dan Juventus

Piala Dunia 2018 bakal digelar mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia sebagai negara tuan rumah. Kalau lo ingin menyaksikan performa tim kesayangan lo, segera beli tiketnya sekarang. Oh ya Urbaners, jangan lupa mampir ke beberapa spot menarik ya karena di Rusia juga banyak tempat wisata yang bisa lo kunjungi.

 

Source: liputan6

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience