Deretan Hal Tentang Sinematografi yang Perlu Lo Ketahui - MLDSPOT
  • Hobby
  • Deretan Hal Tentang Sinematografi yang Perlu Lo Ketahui

Deretan Hal Tentang Sinematografi yang Perlu Lo Ketahui

Wed, 03 March 2021
Sinematografi

Untuk menjadi produktif di era new normal ini emang banyak banget caranya. Ada yang mulai belajar berbisnis, mencoba keahlian baru, ada juga yang mencoba untuk produktif dengan memproduksi konten. Kalau lo sendiri yang mana nih, bro?

Kalau lo adalah golongan yang mencoba keahlian baru dan juga belajar memproduksi konten, lo berada pada halaman yang tepat – karena kali ini MLDSPOT akan membahas tentang hal-hal mengenai sinematografi yang cocok banget buat disimak – terlebih untuk lo yang baru mulai belajar.

Nggak cuma itu – di halaman ini juga akan menemukan teknik sinematografi yang tepat dalam membuat video. Sebelum mulai membuat video, lebih baik lo simak artikel ini selengkapnya. Check this out, bro!

Video Making Starter Pack

Sinematografi

Credit image – SLR Lounge

Sebelum mulai membuat konten dan menentukan teknik-teknik dalam sinematografi, pastikan lo memiliki peralatan kamera dan lensa yang mendukung. Baik kamera analog ataupun digital, kamera yang digunakan akan berpengaruh pada hasil gambar yang akan diambil.

Fitur teknologi yang dimiliki oleh kamera digital memang lebih beragam, lensa yang digunakan pada kamera digital juga akan lebih banyak dan punya kualitas yang lebih baik dari kamera analog. Penggunaan lensa ini juga akan berpengaruh pada proses pengambilan gambar yang akan dilakukan.

Meskipun pake kamera aja sebenarnya udah cukup, tapi untuk menggunakan lensa dalam mengambil gambar juga bisa lo pertimbangkan. Selain itu, untuk membuat gambar lebih stabil lo juga bisa menggunakan stabilizer.

Mengenal Type of Shot

Setelah mempersiapkan kamera dan lensa, teknik sinematografi yang perlu lo ketahui adalah mengenali type of shot yang akan lo gunakan. Setiap gambar yang diambil tentunya akan berbeda jenis shot-nya. Dari tipe ini juga akan berpengaruh pada kualitas film dan gambar yang dihasilkan.

Dengan mengenal type of shot dari setiap gambar yang akan diambil akan memberikan kesan dan pesan yang berbeda dari video yang dihasilkan. Type of shot sendiri bisa dipilih tergantung keperluan masing-masing scene dan pastinya dari tipe pengambilan gambar ini akan berpengaruh pada isi video.

Type of shot yang perlu lo ketahui dan bisa lo gunakan adalah long shot, full shot, medium shot, medium close up shot, dan close up shot. Dari tipe-tipe inilah lo akan mengambil gambar yang sesuai yang dibutuhkan oleh video yang akan lo hasilkan.

Angle yang Tepat? Pelajari Camera Movement!

Sinematografi

Credit image - Freepik

Sudut pengambilan gambar memang bisa diambil melalui type of shot, namun selain itu – dalam sinematografi lo juga harus mengetahui angle yang tepat untuk setiap scene yang akan lo ambil. Angle ini juga yang nantinya akan membuat persepsi dan pandangan yang berbeda dari video yang dihasilkan.

Baik high maupun low angle, semuanya memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan kebutuhan video yang akan lo hasilkan. Untuk scene observasi atau close up, pasti membutuhkan angle kamera yang berbeda.

Untuk menentukan angle juga perlu mempelajari camera movement terlebih dahulu. Karena setiap pergerakan kamera untuk pengambilan gambar akan berpengaruh pada output yang akan dihasilkan. Jadi pastikan setiap scene disesuaikan dengan kebutuhan scene lo ya, bro!

Memiliki Komposisi yang Tepat

Untuk menciptakan sebuah video, selain teknik yang berpengaruh pada isi konten, dalam sinematografi pastinya juga harus mementingkan isi dan komposisi konten juga merupakan hal yang fundamental. Kalau sinematografinya bagus, isi konten juga harus bagus.

Hal ini dilakukan biar video yang lo hasilkan bisa diterima oleh pasar secara luas dan mendapatkan hasil yang maksimal. Komposisi yang tepat ini juga yang nantinya akan mempengaruhi kualitas video yang dihasilkan. Intinya, jangan sampai video yang lo hasilkan justru nggak memiliki value. 

Penentuan letak yang ideal sesuai dengan angle, pengambilan gambar yang sesuai dengan scene, ditambah efek sinematik, variasi transisi dan isi konten yang menarik akan saling berkesinambungan dan menghasilkan video yang ciamik dan pastinya disukai oleh banyak orang.

Itu dia hal dasar dari sinematografi yang bisa lo pahami sebelum membuat konten. Jadi, kapan mau mulai bikin nih, bro? Jangan lupa kalau udah bikin tag @MLDSPOT di media sosial lo ya!

 

Feature image – Freepik

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience