• Hobby
  • Mobile Video Game dengan Tema Musik Avicii Dirilis oleh Atari

Mobile Video Game dengan Tema Musik Avicii Dirilis oleh Atari

Wed, 29 July 2020
Avicii dalam salah satu tampilan panggung yang enerjik

Kamis, 23 Juli 2020 lalu, mobile video game “Beat Legend: Avicii” resmi dirilis. Dua studio penggarap video game Atari dan Hello There Games bekerja sama untuk membuat game bertema musik dengan menggandeng nama besar musisi EDM, Avicii. Game ini sudah bisa lo download di Apple Store dan Play Store dengan harga Rp40.000.

 

Game Ritme

Tampilan Beat Legend: Avicii dari Atari

Game yang digarap oleh Atari dan Hello There Games ini adalah game ritme. Jadi, lo harus mengikuti ketukan irama dari setiap musik pada setiap level game yang tersedia dengan mengetuk touch screen di smartphone lo.

Dari sekian banyak lagu garapan Avicii, ada 15 lagu yang disertakan di dalam mobile video game ini. Lagu-lagu yang populer seperti “Wake Me Up”, ”Hey Brother”, dan ”Levels” bisa lo mainkan di sini. Selain itu, lagu yang lain yang juga bisa lo mainkan adalah ”SOS”, ”The Nights”, ”Gonna Love You”, ”Addicted to You”, ”Sunset Jesus”, ”Without You”, ”I Could Be The One”, ”Broken Arrows”, ”Fades Away”, ”Heaven”, ”Lonely Together”, dan ”Waiting For Love”.

Atari juga menyampaikan bahwa kelima belas track lagu milik Avicii ini hanyalah permulaan. Ke depannya, perusahaan game ini akan menambah lebih banyak track populer milik Avicii ke dalam set Beat Legend: Avicii.

 

Kolaborasi Pertama dengan Musisi

Avicii dalam salah satu penampilan panggungnya

Mobile video game garapan Atari dan Hello There Games ini adalah proyek kolaborasi pertama mereka yang melibatkan musisi langsung. Tony Chien, wakil kepala tim marketing dari Atari bahkan menyampaikan bahwa Atari sangat bangga bisa melakukan kolaborasi dengan seorang musisi besar seperti Avicii.

Sementara itu, CEO dari Hello There Games, Oskar Eklund juga menambahkan bahwa timnya sangat antusias karena dapat menggarap project di bidang yang mereka minati, yakni musik dan game. Game ini diharapkan bisa jadi obat rindu bagi para penggemar sekaligus jadi media untuk memperluas karya Avicii sendiri bagi audiens baru.

 

Keuntungan Game akan Disumbangkan

Avicii tampil dengan bersemangat di panggung

Atari dan Hello There Games bekerja sama dengan Tim Bergling Foundation, sebuah yayasan amal yang didirikan kedua orang tua Avicii setelah sang musisi meninggal pada tahun 2018 lalu. Oleh sebab itu, seluruh royalti yang didapatkan dari penjualan mobile video game ini akan disumbangkan untuk yayasan amal ini.

Tim Bergling Foundation sendiri memfokuskan layanannya pada upaya-upaya pencegahan bunuh diri, perlindungan hewan langka, dan pelestarian lingkungan. Ini berarti, saat lo membeli game musik ini, secara nggak langsung lo juga bersumbangsih pada upaya-upaya baik yang sedang dilakukan oleh yayasan amal dari orang tua Avicii ini.

Harga mobile video game ini juga nggak begitu mahal dan cenderung terjangkau. Jadi kalau memang lo ada concern dengan isu-isu di atas atau memang sudah lama menjadi pendengar Avicii, lo bisa install game ini sekarang.

 

 

 

Sources: Billboard, Variety, Hai Grid

 

7 Buku Favorit Pria yang Wajib Lo Baca

Thu, 13 August 2020
Siluet seorang pria sedang membaca buku di balik jendela dikelilingi rak penuh buku

Buku selalu punya keseruan tersendiri yang nggak bisa lo dapat dari media hiburan lainnya. Setuju nggak, Bro? Visual yang berbeda pada setiap imajinasi pembaca, membuat hobi ini tidak pernah termakan zaman. Coba deh mulai kembali aktivitas membaca #MauLagiDimanapun dengan 7 rekomendasi buku berikut ini.

 

Norwegian Wood - Haruki Murakami

Cover novel Norwegian Wood berwarna merah

Salah satu novel terlaris karya Haruki Murakami ini menceritakan bagaimana seorang pria bernama Toru Watanabe yang terus mengenang sosok seorang wanita yang ia kenal semasa berkuliah di Tokyo.

Novel ini mengangkat perasaan kesepian, nostalgia, dan lika-liku kehidupan pria pada umumnya di usia 20 tahun awal. Dari novel ini, lo akan mengenal kalau cinta itu nggak berarti keharusan untuk sepenuhnya bergantung pada orang lain.

 

One Flew Over The Cuckoo’s Nest - Ken Kessey

Cover novel One Flew Over The Cuckoo’s Nest dengan latar biru tua dan gambar burung berwarna hitam

Novel yang sudah diadaptasi menjadi film Hollywood terkenal yang dibintangi oleh Jack Nicholson ini masuk ke dalam genre psychological fiction. Lo akan masuk ke dalam dunia seorang pasien rumah sakit jiwa yang di balik kesepiannya menceritakan berbagai isu-isu sosial. Ken Kessey sebagai penulis menjadikan novel ini sebagai bentuk kritik terhadap perilaku manusia pada masanya.

 

Generation X - Douglas Coupland

Cover buku Generation X yang ada di atas meja kayu dengan potret awan dan kotak pink

Novel ini menjadi sumber sebutan Gen X bagi orang-orang yang lahir di era 60-80an dan menghabiskan masa remaja di era 90-an. Dalam novel ini, lo seperti bergabung bersama sekelompok anak muda yang saling bertukar cerita dan pikiran ketika mereka harus melangkah maju menghadapi tanggung jawab sebagai orang dewasa.

Alasan mengapa lo wajib banget baca novel ini adalah karena di dalamnya tertuang pesan-pesan yang akan berguna buat lo yang sampai sekarang masih bimbang akan masa depan atau belum sepenuhnya embracing adulthood.

 

On The Road - Jack Kerouac

Tampak depan dan belakang novel On The Road yang didominasi warna hitam

Buat lo yang merasa stuck di rumah dan nggak bisa kembali berpetualang, novel ini bisa jadi hiburan tersendiri. Walaupun masuk dalam genre fiksi, tetapi novel ini menceritakan perjalanan Kerouac bersama teman-temannya menyusuri Amerika Serikat. Lo akan dibuat kembali bersemangat untuk melihat tantangan hidup dan terus mencoba hal-hal baru mumpung masih dalam usia muda.

 

What We Talk About When We Talk About Love - Raymond Carver

Tampilan depan cover buku karya Raymond Carver di atas meja putih

Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek karya Raymond Carver yang sebetulnya menceritakan hal-hal umum yang sebelumnya pasti nggak begitu lo anggap penting. Lewat untaian kata-kata dari Carver, lo akan dibuat takjub dengan bagaimana selama ini detail-detail kecil dalam hidup begitu berharga bagi kebahagiaan individu. Buku ini ibarat percakapan bersama teman di tengah malam, saling curhat soal kehidupan di masa muda.

 

The Fall - Albert Camus

Novel The Fall dan dua novel lainnya karya Albert Camus yang tergabung dalam sebuah trilogi

Novel ini yang akhirnya membawa Albert Camus dalam puncak kesuksesan dan menerima penghargaan Nobel Prize di bidang Sastra. Menceritakan seorang pengacara sukses yang jatuh dalam lubang keterpurukan dan kehilangan segala hal yang menjadikannya sosok pria berwibawa karena ia selalu gagal ketika mencoba melakukan hal-hal yang dianggap masyarakat sebagai perbuatan baik. Novel yang pas untuk membuat lo merenungkan kehidupan.

 

Watchmen - Alan Moore and Dave Gibbons

Lima karakter dari graphic novel Watchmen, salah satunya seorang wanita dengan anting-anting berhuruf S

Suka dengan kisah superhero? Kalau begitu novel “Watchmen” akan jadi salah satu favorit lo. Berawal dari sebuah buku komik, novel ini menceritakan perjuangan sekelompok pahlawan bertopeng dalam mencegah kehancuran dunia di era Perang Dingin. Setelah mengalami kegagalan, sekelompok pahlawan ini mulai mempertanyakan jati diri mereka. Benar-benar kisah superhero yang beda dan bikin hati lo berdebar.

 

 

Sources: Esquire, Spy, GQ UK.