• Hobby
  • Museum MACAN Gelar Event Serupa Met Gala

Museum MACAN Gelar Event Serupa Met Gala

Wed, 04 September 2019
Museum MACAN Gelar Event Serupa Met Gala

Keterangan: Untuk pertama kalinya, Museum MACAN gelar MACAN Gala demi mendukung program pendidikan.

Kalau Hollywood punya acara Metropolitan Museum of Art’s Costume Institute Gala atau Met Gala, maka Indonesia punya MACAN Gala. Mirip seperti Met Gala, MACAN Gala juga merupakan acara pameran seni sekaligus gala amal. Untuk pertama kalinya, MACAN Gala diadakan pada 28 Agustus 2019 lalu. Beragam karya seni dipamerkan di sini, tentunya diramaikan juga oleh kehadiran para tamu dari kalangan seniman dan artis papan atas tanah air.

 

Demi Mendukung Program Pengayaan Komunitas Museum

Dian Sastrowardoyo dan suami, Maulana Indraguna, terlihat menghadiri MACAN Gala 2019.

Penyelenggaraan MACAN Gala bukannya tanpa alasan, Urbaners. Melalui MACAN Gala, Museum MACAN melakukan penggalangan dana untuk mendukung pendidikan dan program pengayaan komunitas museum. Demi memberikan dampak yang besar dan positif, Museum MACAN membutuhkan kerja sama dengan pemimpin dari berbagai sektor.

“Kita tahu bahwa jumlah seni dan pendidikan itu penting. Itulah alasannya kami sangat bersemangat untuk mengembangkan program pendidikan kami,” ujar Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, seperti yang dikutip dari situs CNN Indonesia.

 

Ragam Karya Seni dari Banyak Seniman Kelas Atas

Ragam Karya Seni dari Banyak Seniman Kelas Atas

Karya seni yang dipamerkan dan dilelang di MACAN Gala 2019 pun nggak main-main. Lo bisa menemukan lukisan karya Jenny Holzer, seniman konseptual terkenal Amerika, dan karya fotografi Henri Cartier-Bresson, fotografer yang populer dengan karya-karya bertema humanis.

Nggak cuma itu, ada pula karya baru dari Christine Ay Tjoe, seorang seniman kontemporer, yang khusus dipamerkan untuk pelelangan di MACAN Gala. Lo juga bisa menikmati lukisan karya Xu Bing, seniman Tiongkok dengan karya-karyanya yang terkenal retrospektif.

 

Dihadiri oleh Banyak Artis Papan Atas Indonesia

Dihadiri oleh Banyak Artis Papan Atas Indonesia

Tingkat antusiasme terhadap MACAN Gala ini cukup tinggi. Diadakan di Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, MACAN Gala dihadiri oleh sejumlah pengusaha dan artis papan tanah air. Salah satunya adalah Irwan Mussry selaku pendiri TIME Internasional beserta sang istri, Maia Estianty. Beberapa tamu lain yang juga terlihat menghadiri MACAN Gala adalah Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Marsha Timothy, Raline Shah, dan Velove Vexia.

 

Mengingat acara yang cukup sukses, bukan nggak mungkin MACAN Gala bakal kembali diadakan tahun depan dan menjadi acara tahunan. Senang rasanya mengetahui kalau Indonesia juga punya acara sekeren ini!

 

 

Sources: cnnindonesia.com, harpersbazaar.co.id.

Inilah Game Terbaik di Tahun 2019, Sekiro: Shadows Die Twice

Tuesday, December 31, 2019 - 15:20
Tokoh di Sekiro: Shadows Die Twice sedang melompat melemparkan senjata

Nggak sulit untuk memilih game terbaik tahun 2019. Predikat ini jatuh ke tangan Sekiro: Shadows Die Twice, game besutan FromSoftware yang juga berada di balik pembuatan Bloodborne dan DarkSouls. Ada cukup banyak alasan kenapa Sekiro: Shadows Die Twice berhak mendapatkan predikat game terbaik tahun 2019. Beberapa di antaranya bisa lo cek di bawah ini, Urbaners.

 

Cerita yang Nggak Biasa, Tapi Mudah Dipahami

Tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice sedang melawan salah satu musuh menggunakan pedang

Bagi yang sering memainkan Soul Series, lo mungkin sudah terbiasa dengan jalan cerita game yang cukup sulit sehingga mengharuskan buat berpikir agak keras. Lo dituntut memberikan perhatian kepada setiap dialog dan item yang ditemukan demi bisa memahami cerita secara utuh.

Nah, hal tersebut nggak bakal lo temukan di Sekiro: Shadows Die Twice. FromSoftware justru memberikan cerita yang cukup mudah dipahami, tapi tetap menarik buat diikuti. Pada game ini, lo bakal menjadi seorang shinobi bernama Sekiro, yang berencana balas dendam ke seorang samurai karena menculik majikannya.

 

Gameplay Dinamis yang Cukup Menantang

Berbeda dari Soul Series yang juga dibuat oleh FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice nggak menghadirkan sistem role-playing dan character creation. Sebagai gantinya, game berkonsep third-person action ini menggunakan sistem skill-set untuk peningkatan level karakter, yang baru bisa lo buka kalau bisa mengalahkan sejumlah musuh.

Namun, walaupun skill-set bertambah, bukan berarti lo bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah. Ini karena lo harus menghadapi musuh dengan strategi yang berbeda. Lo bisa dikalahkan oleh musuh dalam waktu cepat kalau lengah sedikit saja. Perubahan secara keseluruhan ini pun membuat gameplay dari Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih menantang.

 

Visual Grafis Memukau dengan Tampilan Khas Jepang

Dua tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice saling berhadapan, dengan setting tempat khas Jepang, masing-masing membawa pedang

Sejak awal, Sekiro: Shadows Die Twice sudah tampil memukau dengan kualitas visual grafisnya yang luar biasa. Dengan tone warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, nuansa Jepang era abad ke-16 di Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih terasa.

Bahkan saat setting malam hari, visual seperti hutam bambu masih terlihat cukup jelas. Nggak ketinggalan visual kastil yang terlihat begitu megah berdiri di atas lembah. Bagi yang cukup “rewel” soal visual grafis saat main game, sepertinya Sekiro: Shadows Die Twice nggak bakal mengecewakan lo.

 

Sekiro: Shadows Die Twice sudah dirilis sejak Maret 2019 lalu. Nggak ada kata terlambat buat ikut main game tersebut. Lo bisa memainkannya di Xbox One, PlayStation 4, atau platform Microsoft Windows!

 

 

Sources: media.skyegrid.id, gamebrott.com