• Hobby
  • Penelitian Mengatakan, Pemain Dota 2 dan League of Legends Bakal Lebih Pintar dari Lo

Penelitian Mengatakan, Pemain Dota 2 dan League of Legends Bakal Lebih Pintar dari Lo

Tue, 28 November 2017

Bermain game adalah salah satu aktivitas menyenangkan yang untuk refreshing. Nggak heran kalau banyak banget gamers yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain game. Apakah lo salah satunya? Kalau begitu pasti tau Dota 2 dan League of Legends dong, ternyata banyak hal positif yang didapatkan dari kedua permainan ini, Urbaners!

 

Menurut penelitian, 2 game tersebut bisa mengasah otak lho, Urbaners!

Percaya atau nggak, ternyata main game bisa bikin lo lebih pintar lho, termasuk game Dota 2 dan League of Legends ini. Seperti film, game juga punya genre. Penelitian tersebut dilakukan oleh peneliti asal Fakultas Psikologi dan Ilmu Komputer University of York.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pemain game jenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) lebih mampu menyelesaikan masalah yang lebih sulit dibanding mereka yang hanya memainkan permainan jenis FPS (First Person Shooter).

 

Game MOBA mengharuskan lo buat berpikir praktis dan cepat

Buat Urbaners yang sudah pernah atau suka memainkan game jenis MOBA seperti League of Legends maupun Dota 2, pasti sudah tahu bahwa untuk memenangkan game ini perlu banyak faktor, termasuk kemampuan berpikir cepat dan kerja sama tim. Kunci memenangkan kedua game tersebut adalah dengan strategi yang cerdas sehingga mampu unggul dari tim lainnya.

Semakin sering lo memainkan permainan ini, maka akan semakin lo terbiasa untuk berpikir cepat. Nah, mungkin lo pernah menjumpai teman lo yang kesehariannya bermain game dan ternyata punya IQ di atas rata-rata.

Meskipun game bisa bikin lo lebih pintar, bukan berarti lo bisa main game terus-terusan, Urbaners. Batasi waktunya dan jangan sampai lo ketagihan sampai mengorbankan aktivitas lainnya ya, Urbaners! Bermainlah secara wajar dan manfaatkan waktu secara cerdas.

 

Source: tekno.liputan6

Inilah Game Terbaik di Tahun 2019, Sekiro: Shadows Die Twice

Tuesday, December 31, 2019 - 15:20
Tokoh di Sekiro: Shadows Die Twice sedang melompat melemparkan senjata

Nggak sulit untuk memilih game terbaik tahun 2019. Predikat ini jatuh ke tangan Sekiro: Shadows Die Twice, game besutan FromSoftware yang juga berada di balik pembuatan Bloodborne dan DarkSouls. Ada cukup banyak alasan kenapa Sekiro: Shadows Die Twice berhak mendapatkan predikat game terbaik tahun 2019. Beberapa di antaranya bisa lo cek di bawah ini, Urbaners.

 

Cerita yang Nggak Biasa, Tapi Mudah Dipahami

Tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice sedang melawan salah satu musuh menggunakan pedang

Bagi yang sering memainkan Soul Series, lo mungkin sudah terbiasa dengan jalan cerita game yang cukup sulit sehingga mengharuskan buat berpikir agak keras. Lo dituntut memberikan perhatian kepada setiap dialog dan item yang ditemukan demi bisa memahami cerita secara utuh.

Nah, hal tersebut nggak bakal lo temukan di Sekiro: Shadows Die Twice. FromSoftware justru memberikan cerita yang cukup mudah dipahami, tapi tetap menarik buat diikuti. Pada game ini, lo bakal menjadi seorang shinobi bernama Sekiro, yang berencana balas dendam ke seorang samurai karena menculik majikannya.

 

Gameplay Dinamis yang Cukup Menantang

Berbeda dari Soul Series yang juga dibuat oleh FromSoftware, Sekiro: Shadows Die Twice nggak menghadirkan sistem role-playing dan character creation. Sebagai gantinya, game berkonsep third-person action ini menggunakan sistem skill-set untuk peningkatan level karakter, yang baru bisa lo buka kalau bisa mengalahkan sejumlah musuh.

Namun, walaupun skill-set bertambah, bukan berarti lo bisa mengalahkan musuh dengan lebih mudah. Ini karena lo harus menghadapi musuh dengan strategi yang berbeda. Lo bisa dikalahkan oleh musuh dalam waktu cepat kalau lengah sedikit saja. Perubahan secara keseluruhan ini pun membuat gameplay dari Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih menantang.

 

Visual Grafis Memukau dengan Tampilan Khas Jepang

Dua tokoh dalam Sekiro: Shadows Die Twice saling berhadapan, dengan setting tempat khas Jepang, masing-masing membawa pedang

Sejak awal, Sekiro: Shadows Die Twice sudah tampil memukau dengan kualitas visual grafisnya yang luar biasa. Dengan tone warna yang didominasi abu-abu dan cokelat, nuansa Jepang era abad ke-16 di Sekiro: Shadows Die Twice jadi lebih terasa.

Bahkan saat setting malam hari, visual seperti hutam bambu masih terlihat cukup jelas. Nggak ketinggalan visual kastil yang terlihat begitu megah berdiri di atas lembah. Bagi yang cukup “rewel” soal visual grafis saat main game, sepertinya Sekiro: Shadows Die Twice nggak bakal mengecewakan lo.

 

Sekiro: Shadows Die Twice sudah dirilis sejak Maret 2019 lalu. Nggak ada kata terlambat buat ikut main game tersebut. Lo bisa memainkannya di Xbox One, PlayStation 4, atau platform Microsoft Windows!

 

 

Sources: media.skyegrid.id, gamebrott.com