Tips Memotret Menggunakan Kamera Film - MLDSPOT
  • Hobby
  • Tips Memotret Menggunakan Kamera Film

Tips Memotret Menggunakan Kamera Film

Tue, 29 August 2017

Dalam dunia fotografi, terdapat dua jenis kamera yang sering digunakan yaitu analog dan digital. Masing-masing kamera itu memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Kamera manual mungkin terkesan jadul karena masih menggunakan media pita film dalam menangkap gambar. Namun kepekaan yang dimiliki sangat sensitif terhadap cahaya, khususnya sinar matahari.

Memotret menggunakan kamera film dan digital pada prinsipnya sama. Namun demikian, kamera film membutuhkan sikap berbeda dalam setiap tahap pemotretan.

Cara-cara yang kita tempuh dalam memotret menggunakan kamera jadul tentulah sangat manual sekali. Film mesti pasang sendiri dan exposure harus pas tanpa bisa dicek dulu hasilnya.

Nah, jika Urbaners ingin memotret menggunakan kamera analog, fotografer profesional Haryanto R. Devcom memberi beberapa tips. Simak yuk.

 

Sikap

Pengguna kamera film mesti menurunkan temponya, berpikir lebih lambat dan menyeluruh agar pengaturan kamera bisa dilakukan dengan presisi tanpa ada satu perhitungan yang luput.

Hal ini berbeda dengan orang yang terbiasa dengan kamera digital. Sikap mereka saat memotret akan cenderung cepat atau terburu-buru karena bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya.

 

Cahaya

Ukuran cahaya sebaiknya tepat karena film yang digunakan memiliki batas. Sekali jepret, film dalam kamera langsung merekam gambar dan tidak bisa lagi diubah.

Kegagalan akan berdampak pada terbuangnya film dan berujung pemborosan. Berbeda dengan kamera digital yang semua gambarnya tersimpan dalam kartu memori. Bisa dilihat dan pilih tanpa harus menunggu proses cuci cetak.

 

Exposure

Jangan sampai salah fokus, foto overexposure atau underexposure. Sesuaikan bukaan diafragma dan kecepatan rana sesuai dengan cahaya yang ada. Untuk kamera point and shoot, lo mesti tahu dulu jarak fokus lensa dan default speed-nya.

"Eksposur mesti diperhitungkan dengan baik, dipertimbangkan mana yang mau dibuat gelap, gelap sekali, gelap tapi abu-abu dan lainnya. Setelah itu baru dijepret,” imbuh Haryanto Devcom.

 

Pasang dan Ganti Film

Jika ingin memasang atau mengganti film, pastikan lo melakukan itu di bawah bayang-bayang atau tidak terkena sinar matahari langsung. Lo juga harus memastikan menutup rapat kamera. Pastikan tak ada celah atau bagian yang terbuka.

Saat memasang, kaitkan ujung film ke sangkutan di penggulungnya lalu pastikan ikut bergerak saat tuas penggulung diputar. Di kamera yang otomatis, pastikan di jepretan pertama, kamera menjalankan fungsi menggulung film.

Apabila sudah memahami dasar dan sikap yang dibutuhkan, lo bisa mencoba sejumlah teknik memotret menggunakan kamera roll film atau analog. Ada banyak hal yang harus dikuasai, pastinya kuasai empat tips dasar tadi. Selamat berburu foto. Cekrek!

Baca Juga : Komunitas Fotografi Jakarta untuk Para Pemula

 

Source: Kompas.com

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience