Inspiring Communities
Jumat, 24 November 2023

Komunitas Jazz Kemayoran: Warisan yang Terus Beregenerasi

  • Share
  • fb-share
Komunitas Jazz Kemayoran: Warisan yang Terus Beregenerasi

Hujan akhirnya datang juga, gantiin musim kemarau yang panasnya di atas rata-rata beberapa bulan kemarin. Bagi gue, sensasi nikmatin hujan kurang komplit kalau enggak nyeruput kopi hitam sambil dengerin beberapa lagu jazz klasik favorit.

Lagu-lagu itu buat gue keingat sama beberapa teman dari Komunitas Jazz Kemayoran (KJK) yang memang udah lama enggak ketemu. Akhirnya gue mutusin untuk ngontak salah satunya dan janjian buat ngobrol bareng.

Nah, gue akhirnya ketemuan sama Ricky Firmansyah, atau biasa dipanggil Ncang Ricky. Ricky ini udah lama jadi bagian dari salah satu komunitas jazz besar di tanah air itu. Mau tahu gimana obrolan gue bareng Ricky? Simak aja langsung di bawah ini!

 

Nostalgia di Umur Komunitas yang Makin Dewasa

Ricky mulai cerita soal sejarah KJK, yang dulunya dibentuk sama salah satu dedengkot jazz Indonesia, Kak Beben Jazz, di tahun 2004. Dan Ricky cerita kalau Kak Beben baru aja ninggalin kita semua tahun 2021 kemarin karena pandemi.

Jadi sepeninggal Kak Beben, Ricky yang akhirnya dipilih sama anggota KJK lain untuk jadi ketua pengurus komunitas ini. Karena kata Ricky, KJK ini sebelumnya enggak punya pengurus komunitas, loh.

Dulu, memang Kak Beben bareng keluarganya yang jadi penggerak utama komunitas ini. Tapi kata Ricky, itu semua mereka lakuin secara komunal dan bukan dalam bentuk organisasi.

“Gue inget banget dulu tuh ngumpul 16 orang pertama yang mau bikin komunitas ini di rumah Kak Beben di Kemayoran, makanya namanya Komunitas Jazz Kemayoran. Aslinya sih lo mau dari daerah mana aja tetep welcome kok,” tambah Ricky sambil mengenang sosok guru gitar dan bass-nya itu.

Selain karena rumah Kak Beben, pemakaian nama “Kemayoran” juga diambil dari filosofi jazz yang lahir di daerah Bronx, New York, sebagai musik rakyat.

Menurut mereka, Kemayoran itu identik sama musik dangdut dan keroncong yang juga merakyat, sama kayak filosofi musik jazz tadi. Jadi, ngumpulin musisi jazz di Kemayoran semacam ngembaliin jazz dan blues ke grassroot-nya. 

 

Workshop Jazz Jadi Cara Belajar Musik

Ricky lanjut cerita soal kontribusi KJK untuk komunitas jazz di Indonesia. Ricky ingat kalau dulu mereka itu susah banget dapetin repertoire jazz. Jadi kata Ricky, mereka biasanya harus beli repertoire atau enggak ngulik dulu dari kaset supaya bisa mainin lagunya.

Nah dari situ, komunitas ini mulai rutin ngadain workshop mingguan yang ngebahas soal musik dan gimana cara main musik. Mereka juga ngadain workshop itu semuanya gratis dan terbuka. Kadang juga ada donatur atau anggota lain yang juga minjemin tempat, studio, alat, sampai patungan konsumsi.

Enggak disangka, udah lebih dari 840 workshop yang udah mereka adain dari tahun 2004. Bahkan pas pandemi aja, mereka enggak stop bikin workshop, loh. Mereka cuma mindahin medianya dari tatap muka jadi online aja.

Tapi Ricky bilang kalau peserta workshop KJK itu enggak selalu ramai. Kadang satu ruangan bisa penuh, kadang enggak sampai 5 orang yang nongol. Tapi kata Ricky ya, show must go on. Kalau hari itu udah jadwalnya workshop ya jalanin aja, berapapun pesertanya.

Menurut Ricky, ini juga bagian dari warisannya Kak Beben. Beliau selalu nekanin kalau yang penting buat KJK itu adalah konsistensi. Saking konsistennya, awal tahun depan KJK bakal anniversary yang ke-20!

 

Jazz Jadi Jembatan Belajar Musik

Ricky juga nambahin, kalau workshop yang diadain KJK ini niatnya biar semua peserta bisa belajar musik lewat jazz. Mau nanti mereka jadi musisi punk, rock, ataupun metal, ya enggak masalah. Yang penting kata Ricky, belajarnya pake jazz dulu.

“Sebelum lo jadi musisi punk atau rock atau genre lain, ya belajar aja dulu lagu-lagu kayak ‘Fly Me To The Moon’, ‘Misty’, ‘L.O.V.E’, juga lagu-lagu blues standar kayak ‘Route 66’,” jelas Ricky. Menurut gue ini bisa jadi karena jazz itu adalah genre musik yang tekniknya kompleks.

Karena pas gue dan Ricky bahas musik lebih dalam, dia bilang kalo jazz dan blues ini memang musik yang enggak konvensional. Jadi teknik bermain sampai kunci-kunci nadanya dianggap dissonant alias enggak terlalu harmonis.

Tapi, “ketidakharmonisan” ini juga enggak bisa sembarangan, loh. Jangan sampe malah ngerusak atau bikin musiknya jadi jelek. Kemampuan musik seperti ini yang menurut Ricky harus dimiliki para musisi. Jadi mulai belajar musik dari jazz akan jadi basic yang oke.

 

Regenerasi Jazz di Indonesia

Nah, Ricky juga ngelanjutin kalau filosofi belajar musik tadi, jadi salah satu faktor yang buat regenerasi di KJK bisa tetap jalan dan perkembangan jazz di Indonesia pesat banget. Jam session jazz sama workshopnya KJK juga sekarang banyak diisi sama anak muda.

Mungkin karena perkembangan teknologi, jadi mereka lebih banyak dapat eksposur soal jazz. Dari umur 19 atau awal 20-an aja udah bagus banget main jazz-nya, karena bisa belajar dari sumber-sumber di internet. Beda banget kan sama dulu, yang repertoire aja harus beli.

Makanya, KJK akhirnya bisa bikin jazz festival sendiri yang khusus diisi sama musisi-musisi jazz lokal, namanya Indonesian Jazz Festival. Acara ini diselenggarain di Istora Senayan tahun 2015, dengan lima panggung dan lebih dari 120 musisi tua sampai muda main di sana.

Baca juga: Jazz Indonesia dalam Sejarah

 

Gue akhirnya nutup obrolan dengan pertanyaan soal apa sisi inspiratif dari KJK yang selama ini bisa Ricky rasain. Ricky bilang kalau konsistensi KJK itu menurut dia inspiratif banget.

Mau ada atau enggak yang nonton atau ikut, pandemi, panas, ujan, enggak ada logistik, enggak ada studio, sampai enggak ada waktu ketemu pun, workshop dan sharing ilmu plus manggung KJK itu harus jalan terus.

Ini yang udah dilakukan mereka selama hampir 20 tahun. Berkat konsistesi juga, tahun 2023 ini jadi tahun dimana Jazz Goes To Campus, festival jazz yang rutin diadakan di FEB UI, ngasih Lifetime Achievement Award untuk KJK. 

Nah itu dia obrolan gue bareng Ricky soal Komunitas Jazz Kemayoran. Emang komunitas ini salah satu yang pantas banget jadi inspirasi sih menurut gue! Kalo lo penasaran sama workshopnya KJK, bisa cek aja langsung di Instagram mereka

Dan kalau lo mau baca soal komunitas lain yang juga inspiratif, langsung aja cek di Inspiring Communities-nya MLDSPOT. Tapi, jangan lupa login dulu ke akun lo, ya. Bukan kenapa-napa nih, biar tiap artikel yang lo baca bisa dihitung poinnya buat ditukerin sama merchandise menarik dari MLDSPOT. Lumayan kan?

Comments
Radhitya
Mantap bro
Kania Kristi
seru banget