Inspiring Communities
Senin, 17 September 2018

Peqho Production: Revolusi Mental Lewat Seni

  • Share

"Mendingan sok bego daripada sok pintar"  Yap, itulah  filosofi dari Peqho Production. Peqho yang berarti bego dalam bahasa Jawa, mengajarkan bahwa harus selalu low-key dan tidak sok pintar. Sehingga selalu haus untuk belajar sampai kapan pun. Badan usaha yang kini sering digunakan oleh production house film ternama ini memang berangkat dari sebuah komunitas. Yang awalnya beranggotakan hanya 10 orang, anggota komunitas Peqho Production kini ratusan. Karena sekali anggota kapan pun tetap anggota, asal masih memegang prinsip Peqho Production yang kekeluargaan, berkualitas dan juga mengerti aturan.   

 

Komunitas yang menyatukan segala unsur seni

peqho

Komunitas yang telah terbentuk dari tahun 2002 ini awalnya adalah sekumpulan seniman teater. Karena seni pertunjukkan membutuhkan semua unsur seni, membuat komunitas ini memperluas ruang lingkupnya. Mulai dari seni teater, musik, film sampai belakang panggung. Awalnya Peqho Production hanya berjumlah 10 orang, tetapi semua semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Peqho Production sangatlah terbuka untuk siapapun, mulai dari aktor yang ingin mengembangkan skill-nya, ataupun new-bie yang ingin terjun ke dunia seni khususnya pertunjukkan dan film. Karena Peqho  Production memang bertujuan untuk memberi ruang pada anak-anak muda untuk membangun diri, membentuk personality untuk revolusi mental lewat bidang seni.

 

Dipikir gampang jadi aktor?

Peqho

Banyak orang yang hanya "mimpi ingin menjadi artis", tetapi tidak benar-benar menekuninya. Peqho Production sebagai komunitas maupun production melihat perkembangan seni di Indonesia khususnya teater atau film cukup berkembang. Sementara di Indonesia pendidikan seni masih sangat kurang dan kadang dianggap sebelah mata.  Kebanyakan orang hanya tergiur dari segi materi atau popularitas sebagai aktor itu sendiri. Tetapi banyak aktor yang tidak benar-benar menjadi seniman. Inilah yang perlu dibenarkan. Bukan tentang bisa menangis di depan kamera tetapi bagaimana para aktor memiliki jiwa seniman yang tinggi dan menggunakan hatinya pada saat berakting.

Perlu pembelajaran dan kegiatan seni itu sendiri untuk perkembangan kepribadian dan karakter. Jika jiwa seni itu sendiri sudah mantap, barulah bisa mencari pundi-pundi penghasilan dari situ. Dan kalau memang ingin berkecimpung di dunia seni, tidak harus menjadi aktor saja kok, banyak bidang-bidang lain yang masih di sekitar dunia film atau pertunjukkan yang bisa ditekuni. Dan Peqho Production mencakup itu semua sebagai satu kesatuan pembelajaran.

 

Dari komunitas untuk komunitas

Komunitas yang berjalan berdasarkan asas kekeluargaan ini memang sangat khas dengan kedekatan anggota satu sama lain. Sering kali Peqho Production membuat acara atas nama komunitas untuk komunitas. Dengan kata lain, yang membuat acara ini adalah anggota komunitas itu sendiri dari mulai penggalangan dana, pengadaan properti, sampai pengisi acara. Kegiatan komunias ini fokus pada semua divisi seni panggung, tetapi karena founder-foundernya merupakan penggiat teater jadi kebanyakan acara mereka bertema theatrical. Bahkan nanti pada tahun 2019 mereka akan menggarap drama musikal dangdut.

Nah, kalau setiap selasa, ada aktivitas rutin yang juga digerakkan dan audience-nya dari anak-anak komunitas itu sendiri. Mulai dari latihan teater, acting, reading sampai nonton bareng film dan mengupas seluk beluk film tersebut. Biasanya anggota komunitas yang lebh senior mengajarkan anggota-anggota baru. Dan soal venue, Peqho Production sering memanfaatkan area-area terbuka seperti taman, hutan, ataupun cafe-cafe kecil sehingga terasa lebih intim.

 

Para penggiat seni berkolaborasi dengan Peqho

peqho

Selain komunitas, Peqho Production  bisa dibilang salah satu perusahaan yang bergerak dibidang seni. Peqho Production yang sering digunakan untuk coaching acting baik perseorang maupun dari production house. Banyak sekali yang aktor yang pernah berkolaborasi dengan Peqho Production, seperti Della Dartyan, Widika, Putri Maruno, Vino G. Sebastian, Chico Jericho dan lainnya.

 

          

Comments

revolusi bgt
siiipppp bgt