Inspiring People
Jumat, 15 Maret 2024

Olski: Band Pop Folk Asal Jogja yang Ngasih Warna Baru Musik Tanah Air

  • Share
  • fb-share
Olski: Band Pop Folk Asal Jogja yang Ngasih Warna Baru Musik Tanah Air

Jenaka dan ceria adalah feel yang gue rasakan saat mendengarkan lagu-lagu Olski. Febrina Claudya atau biasa disapa Dea (Vocal), Shohih Febriansyah (Glockenspiel) dan Dicki Mahardika (Gitaris) memang sukses nge-boost pendengar dengan melodi dan lirik positif dari lagu-lagunya. 

“Gue sebagai yang buat beberapa lagu di Olski memang sengaja menerapkan chord mayor, karena chord ini ceria, enggak sedih,” cerita Dicki. Hidup sudah memusingkan ya, masak harus dengar lagu galau terus? Oh, ya selain liriknya yang positif, yang gue suka lagi dari grup musik ini adalah humble dan enggak berjarak. Saking enggak berjaraknya, mereka punya grup WhatsApp dengan pendengar musik mereka. 

 

Lirik yang Simpel tapi Bikin Kenyang

Lo merasa enggak kalau dunia ini sudah terlalu banyak kesedihan, lagu-lagu galau yang malah bikin nelangsa, atau lagu-lagu rock yang bikin makin emosi jiwa. Yah, menurut gue sih fine-fine aja. Tapi, nih, jujur deh, ada kalanya kan lo mau tenang dan selaw dan untuk itu lo butuh lirik lagu yang positif dan bikin tidur tenang. Agree enggak? Nah, lagu-lagu Olski menawarkan itu.

Ngingetin lo makan biar maag enggak kumat, di lirik “Titik Dua dan Bintang”. Atau mengingatkan betapa sederhana dan hangatnya momen duduk berdua dengan pasangan di lagu “Duduk Berdua”. Ada juga “Sepeda Senja” tentang serunya bersepeda sore–bisa lo jadikan salah satu playlist nih kalau lagi sepedaan.

Sesimpel liriknya, inspirasi Olski dalam pembuatan lagu juga datang dari hal yang sederhana tapi bermakna. Dicki sebagai salah satu yang paling aktif menyumbangkan lagu mengaku kalau inspirasi lirik lagu bisa datang dari pesan dan emoticon di WhatsApp. Seperti lagu “Titik Dua dan Bintang” yang pada akhirnya menjadi lagu “sepanjang masa” enggak hanya buat pendengar Olski tetapi buat Olski sendiri. 

Kalau lo dengerin, “Titik Dua dan Bintang” itu memang Olski banget. Simpel, buat happy, gampang dicerna, tapi tetap dalam maknanya. Ada wujud perhatian di dalam liriknya. 

 

Sebelas Tahun yang Menyenangkan

Enggak terasa di tahun 2024, band asal Yogyakarta ini sudah menginjak sebelas tahun mewarnai dunia musik Indonesia. Dan dalam perjalanan sebelas tahun ini pastinya ada banyak suka duka dan adaptasi yang membuat Dea dan teman-teman masih tetap bersemangat bermusik. 

Sempat gonta-ganti personel, sampai akhirnya sejak peluncuran album pertama adalah titik balik Olski. Ibarat lahir baru dan menemukan pakemnya. “Kita udah merasa komposisi yang sekarang sudah pas dan cocok, inilah Olski,” begitu terang Dicki. 

Selama sebelas tahun berdinamika musik, sudah 22 judul lagu yang Olski buat. Itu baru yang sudah dirilis ya. Belum lagi yang masih dalam proses pembuatan. Olski memang lagi persiapan untuk album ketiga, sambil terus promo album kedua Good Morning

“Sebagai band pop, kami memang cukup jarang manggung di luar Yogyakarta, makanya kami lagi coba-coba tur di luar Yogyakarta, dan hasilnya di luar ekspektasi sih, dan pastinya seru banget ketemu pendengar baru,” cerita Dicki, Dea, dan Shohih saling menimbrungi.

 

Band yang Andalkan Uang Sendiri untuk Tour

Serius deh! Ngobrol dengan teman-teman Olski bikin gue mendapat perspektif baru seputar pengkaryaan. Bagaimana Dea dan teman-teman mandiri menjalankan tur Olski dengan uang pribadi mereka. 

“Selain bermusik, kami memang punya kerjaan yang lain, Dea dengan kerajinan kriya, kalau gue dan Shohih kerja di media,” tambah Dicki. Kalau Dicki gaweannya di radio sebagai program director sedangkan Shohih di media anak muda Yogya di departemen marketing.

Dea dan teman-teman sadar kalau mereka enggak bisa atau belum bisa 100 persen mengandalkan musik untuk hidup. Makanya, mereka masih nyambi yang lain. Tapi, syukurnya kerjaan, keluarga, dan lingkungan persohiban mendukung passion mereka di musik. “Kalau ada manggung atau rekaman, kantor kita welcome banget untuk ngasih izin biar kita ngelarin musik dulu,” komentar Dea.

Selain mandiri dalam hal promo dan tur, Olski juga aktif dan kreatif mengerjakan media sosialnya. Mulai dari buat reels, video Tiktok, sampai merchandise. “Enggak bisa disangkal sekarang ini zaman digital, jadi kita memang perlu adaptasi kalau mau tetap keep up dengan kondisi sekarang,” Dicki menambahi.

 

Membangun Kedekatan dengan Pendengar

Satu lagi yang bikin gue amaze dengan band ini adalah, Olski membangun kedekatan tanpa batas dengan pendengarnya. Mereka punya grup WhatsApp yang namanya “Kita Sama-Sama Suka Olski”. Di grup tersebut semua bebas mengobrol dan mengontak langsung masing-masing personel. Bahkan enggak jarang yang ngeramein bukan member-nya melainkan Dea, Dicki, dan Shohih langsung hehehe. Gokil enggak tuh?

“Kita bukan cari fans tapi kita nyari friends, dari awal konsep kita gitu sih…” terang Dicki yang dibarengi anggukan yang lain. Tapi memang bener sih. Soalnya, Dea dulu adalah pendengar Olski yang direkrut menjadi vokalis. Dan Dea menyetujui pernyataan Dicki dan Shohih, based on pengalamannya sendiri. 

“Dulu waktu masih jadi pendengar, kenal sama Dicki dan Shohih ya dari datang ke acara Olski, terus di-notice dan kebetulan momennya pas mereka lagi butuh vokalis yang kenal Olski dan tahu lagu-lagu Olski, akhirnya gabung deh dengan Olski,” kenang Dea.

Oh, ya ngomongin soal membangun bonding dengan pendengar, Olski juga rutin ngadain pertemuan dengan pendengar. Untuk ngobrol, kenal satu sama lain dan enggak jarang akhirnya jadi kolaborasi. Ada yang kolaborasi ngedesain, make up, atau rekomendasiin kuliner enak di kotanya. Bahkan terjadi momen saling mengunjungi–dengan yang awalnya pendengar akhirnya jadi teman–misalnya ketika Olski di Yogyakarta mereka ketemuan nih dengan pendengar dari kota lain. Giliran Olski manggung di kota pendengarnya, mereka janjian ketemuan juga di kota si pendengar. Seru banget ya? Definisi cari friends beneran dan bukan fans!


Tertarik mendengarkan lagu-lagu Olski lo bisa sambangi langsung channel Youtube-nya. Biar enggak ketinggalan info menarik, follow akun Instagam @olskitty. Dukung terus musisi muda tanah air Indonesia dengan baca cerita-cerita seru local talents di MLDSPOT.

Comments
Arsha Julio Fatahillah
Saya suka inikeyeeen paten banget
Bayu Eriyanto
Kerennnnnnn abis