Inspiring Places
Jumat, 15 Desember 2023

Menjelajah ke Pitu Rooms: Hotel Tersempit Kedua di Dunia

  • Share
  • fb-share
Menjelajah ke Pitu Rooms: Hotel Tersempit Kedua di Dunia

“Kayaknya enggak mungkin deh gue bisa tinggal dengan nyaman di ruangan dengan lebar 2,8 m doang?”

Awalnya gue memang sempat mikir begitu ketika merencanakan staycation di Pitu Rooms. Fyi, hotel yang berlokasi di Salatiga Jawa Tengah ini mendapat predikat sebagai hotel tersempit kedua di dunia setelah hotel di Amberg Jerman bernama Eh'haeusl. Faktanya, walau tipis dan ruang yang kecil, gue tetap bisa nyaman dan enggak merasa seperti beraktivitas di ruang yang terbatas. Gak percaya? Yuk, ikuti cerita gue di sini!

 

Ini Soal Desain dan Perspektif

Ketika akhirnya sampai di Jalan Sukowati, dari kejauhan sudah terlihat bangunan tinggi menjulang–mencolok–dari bangunan sekelilingnya dengan warna merah bata. Dari lobby, gue langsung bisa mencium aroma kopi yang digiling. Yup! Selain tempat menginap, Pitu Rooms juga punya kafe mungil Ngopo Ngopi yang juga jadi highlight di sini. 

Gue kurang beruntung karena mendapat kamar di lantai satu yang enggak mendapatkan view gunung. Oh, ya, sesuai namanya, di Pitu Rooms hanya ada 7 kamar dengan konsep minimalis namun comfy. Walaupun gue enggak mendapatkan the best view, tapi kamar nan tipis tersebut tetap nyaman lho. 

Tempat tidurnya queen size bed dilengkapi dengan televisi yang nyambung ke Netflix, kemudian ada tea and coffee maker, mini bar refrigerator, dan juga kamar mandi yang sudah fully equipped. Heran kan dengan ukuran sekecil itu bisa muat ruang yang banyak selayaknya kamar hotel pada umumnya. 

Nah, di sini letak keunikannya! Ternyata berbicara soal ruang enggak selalu tentang luas, tetapi juga desain yang dapat mengakomodir semua kebutuhan tersebut. Misalnya nih, pas gue di kamar mandi, ada ventilasi seperti jendela yang membuat kita bisa melongok ke luar. Jadi, walau tempatnya sempit, dengan adanya ventilasi mungil tersebut, kita tetap merasa lega. 

In fact, dengan desain seperti ini, bikin kita betah berlama-lama di kamar. Ditambah lagi bantalnya gemuk empuk, begitu juga kasurnya. Heaven banget pokoknya!

 

Cocok Banget untuk WFH!

So, that’s why Pitu Rooms cocok untuk WFH. Dan Pitu Rooms juga menawarkan paket WFH. Selain di kamar, the best spot lain untuk kerja lainnya adalah di rooftop-nya. Dari rooftop, lo bisa melihat pemandangan gunung yang amazing banget. Ada gunung Telomoyo, Merbabu, dan Ungaran. 

Ketika staycation di Pitu, gue ketemu dengan beberapa orang yang khusus datang untuk kerja. “Gue tahu dari instagram, dan pengin coba sih,” kata Andy dari Bandung. Selain Andy, ada juga Melky yang kerja di Solo, kemudian kebetulan dinas di Semarang dan dari Semarang ke Salatiga untuk menjajal Pitu Rooms. “Gue penasaran dan ternyata oke sih,” cerita Melky yang datang sambil laptop-an. 

Sambil kerja, lo bisa menikmati kopi, kudapan, dan makanan khas Salatiga yang disajikan dari resto Pitu Rooms. Oh ya, ada komplimen keripik gula merah kacang yang enak banget. Pas dicocol dengan kopi hitam. Lo cobain deh, kalau ke sini! 

 

Dari Pitu Rooms Bisa ke Mana Lagi?

Salatiga itu kota yang tenang. Karena kota ini diapit beberapa gunung, makanya enggak heran kalau setiap sudutnya instagramable. Atau, kalau lo enggak suka jeprat-jepret, suka ke alam, lo bisa trekking tipis-tipis. 

Pitu Rooms menyediakan beberapa pilihan trip, salah satu yang gue rekomendasikan ke lo adalah trip ke Gunung Andong. Lo bisa tektok ke Gunung Andong. Dan di puncaknya ada warung yang menjual penganan lokal. Ngopi deh lo tipis-tipis sambil merenung, biar hidup agak bener hehehe!

Kalau mau cobain aktivitas fisik lain, lo bisa lari juga, dengan trek persawahan, sungai, dan perkampungan yang asoy banget! Selain Andong, lo bisa juga ke Telomoyo. Sewa motor, atau menggunakan ojek, seru banget. Telomoyo memiliki ketinggian 1894 mdpl dan kita bisa sampai puncak dengan menggunakan sepeda motor. Seru banget sih! Gue motoran dong ke atas, dan amaze banget. Gue takjub banget dengan trek-nya, kemudian pemandangan awan-awan, yang susah untuk dilupakan!

Ada juga taman wisata Kopeng, Danau Pening, dan Klenteng Hok Tek Bio yang merupakan tempat ibadah bersejarah–awal masuknya agama Budha ke Salatiga. Fyi, Salatiga memiliki jarak terjangkau dengan Magelang, Yogyakarta, dan Solo. Jadinya, pas banget sih. Kalau lo kesini bisa banget ke area-area wisata lainnya.

Pitu Rooms dibangun oleh arsitek visioner Ary Indra yang memang asli Salatiga. Enggak hanya bangunnya yang estetik dan visioner, interior hotel ini juga dipasang beberapa karya perupa Indonesia. Mungkin, karena owner dan founder-nya arsitek dengan keunikan desain yang jarang ditemukan, Pitu Rooms sering dikunjungi arsitek-arsitek lain. Pun, enggak jarang ada pertemuan dan diskusi intelektual di sini. Gue bingung harus menjelaskan bagaimana lagi, lo mesti coba sih menjajal ke sini!


Sampai sini aja cerita gue ya. Cek @piturooms untuk informasi lebih detail lagi ya! Dan seperti biasa, jangan lupa untuk dukung local greatness dengan membaca dan update terus MLDSPOT.

Comments
Theo
keterbatasan
Indra Desanri
sempit amat