Mr. Roastman: Menjajal Pengalaman Baru Menikmati Olahan Daging Panggang

Dari jaman nenek moyang kita sampai sekarang, sepertinya nggak terhitung ada berapa banyak bahan makanan yang bisa diolah. Dari tumbuhan di sekitar kita sampai hewan-hewan di pelosok hutan, you name it. Cara pengolahannya pun makin ke sini makin beragam. Dari yang paling basic kayak digoreng atau ditumis, sampai yang cukup rumit dan memakan waktu seperti teknik slow cooking.

FYI, slow cooking bisa diartikan sebagai metode persiapan makanan yang mengandalkan penggunaan api kecil untuk waktu yang lama. Kalau versi sederhananya, teknik ini mengandalkan tungku elektrik slow cooker yang diatur pada suhu yang relatif rendah. Dibanding metode lainnya, manfaat dari teknik ini adalah makanan bisa menjadi sangat empuk tanpa kehilangan gizi di dalamnya. Selain itu, rasanya bisa lebih meresap, sehingga menambah kenikmatan makanan. Mantep abis deh pokoknya!

Nah, kebetulan banget, Urbaners. Inspiring Place kali ini merupakan sebuah tempat makan baru di kawasan hits Jakarta Selatan yang menawarkan teknik memasak slow cooking. Signature menunya berupa olahan daging yang sudah diasap terlebih dahulu. Rentang suhu pengolahannya biasanya tergantung dari usia daging yang didapatkan, yaitu berkisar dari 150-400 derajat celcius. Pengasapannya menggunakan kayu khusus, yang menghantarkan aroma tertentu yang meresap pada makanan.

Adalah Mr. Roastman Smoked & Brewed, sebuah casual bistro yang berfokus pada daging asap dan kopi. Bisa jadi opsi nih buat lo yang pengen ‘makan kenyang’ di M Bloc Space. Tempat ini menghadirkan tekstur daging yang unik dengan rasa yang organik tanpa bahan aditif, sehingga tetap sehat dan lezat. Sesuai namanya pula, tempat ini tentunya memiliki keunggulan dalam hal roasting. “Roasting adalah salah satu metode yang tidak mudah ditiru,” jelas salah satu founder Mr. Roastman, Pak My Andrian.

 

Memanja Lidah dengan Teknik dan Rasa yang Nggak Biasa

 Tampak luar dari Mr. Roastman

 

Saat lo memasuki Mr. Roastman, lo akan disambut dengan interior bergaya industrial yang didominasi perpaduan warna biru dan putih. Sedangkan di bagian outdoor-nya, tampak

eksterior asli bangunannya yang bergaya jadul masih dipertahankan, dengan sentuhan elemen kayu pada meja dan kursi kecil serta tungku pengasapan daging di salah satu sudutnya. So, kalau lo nggak mau kelilipan atau kebauan gara-gara kena asap, better lo makan di area indoor-nya yang terdiri dari dua lantai.

Untuk urusan menu, yang jadi jagoan dari Mr. Roastman adalah olahan daging sapi Smoked Beef Brisket. Dagingnya telah melalui proses pengasapan selama 18-24 jam. Rasanya lembut seperti meleleh di lidah. Hidangan ini juga dilengkapi chips kentang, salad, jeruk, dan remahan biskuit manis, sehingga menghasilkan kombinasi rasa yang cukup ‘aneh’.

Oh iya, intermezzo sedikit, Urbaners. Brisket itu sendiri dulunya merupakan alternatif yang lebih murah dibandingkan potongan bagian daging seperti sirloin. Dengan metode pengasapan, tekstur dagingnya menjadi makin lembut, bumbunya lebih meresap, dan lemak tipisnya ikut mencair. Karena kelezatannya itu, brisket akhirnya mengalami lonjakan popularitas dan harganya menjadi relatif mahal.

Balik lagi ke menu jagoan Mr. Roastman, ada pula Smoked Ribs yang siap membuat lo ketagihan. Nggak jauh beda dari Smoked Beef Brisket, menu ini membutuhkan proses pengasapan selama 12 jam. Dengan demikian, dalam sehari Mr. Roastman at least bisa menyediakan Smoked Ribs dan Smoked Beef Brisket kurang lebih 30 porsi.

Para owner Mr. Roastman sedang mengobrol dengan host MLDSPOT

Di samping itu, Mr. Roastman punya pilihan menu pastry dan kopi yang cukup beragam. Itulah kenapa tempat ini menggunakan istilah Smoked & Brewed. Hal itu pun sejalan dengan tagline mereka, yakni casual bistro specialising in smoked meat and coffee.

Terakhir yang nggak kalah penting, high season Mr. Roastman biasanya terjadi di setiap weekend. Saking ramainya, para founder-nya sampai turun tangan untuk melayani para pelanggan. Sementara harganya, untuk makan berdua dengan menu lengkap dari hidangan pembuka sampai penutup plus minum, lo perlu merogoh kocek sekitar Rp300 ribu. Worth it lah untuk kenikmatan dan suasana yang ditawarkan.

Wah, wah, wah… Bikin ngiler nggak sih menu-menunya Mr. Roastman, Urbaners? Sambil nunggu lo ke sana, tonton dulu ya obrolan kami bersama pihak Mr. Roastman dan Ade Putri Paramadita di MLDSPOT TV Season 5 episode 8 dengan tema “Enrich Culinary Experience”. Lo bisa cari videonya di YouTube Channel MLDSPOT TV. Don’t forget to subscribe, and get yourself inspired!