3 Tempat di Game of Thrones yang Bisa Lo Datangi di Kehidupan Nyata - MLDSPOT
  • Movie
  • 3 Tempat di Game of Thrones yang Bisa Lo Datangi di Kehidupan Nyata

3 Tempat di Game of Thrones yang Bisa Lo Datangi di Kehidupan Nyata

Thu, 10 August 2017

Serial televisi Game of Thrones sedang mendapatkan banyak sorotan setelah seasons 7 mulai tayang beberapa minggu yang lalu. Dengan cerita yang sangat kompleks dan plot yang sulit ditebak, penggemar dari Game of Thrones dari tahun ke tahun semakin banyak. Salah satu bagian yang paling disukai oleh para penggemar adalah lokasi. Sang sutradara, David Benioff dan D. B. Weiss, memang lebih mengutamakan lokasi dibandingkan CGI.

Total ada 7 lokasi yang dibuat syuting Game of Thrones, yaitu Islandia, Skotlandia, Irlandia Utara, Kroasia, Spanyol, Malta, dan Maroko. Semua daerah tersebut kebanyakan memiliki kastil megah dengan dekorasi zaman dulu. Sekarang lo akan diajak ke 3 negara di mana syuting Game of Thrones ini dilakukan dan lo bisa mengunjunginya secara langsung!

 

Irlandia Utara

Irlandia Utara merupakan salah satu negara yang paling banyak digunakan untuk pengambilan adegan Game of Thrones. Setidaknya ada 17 lokasi yang digunakan untuk Game of Thrones, didominasi oleh kastil-kastil peninggalan zaman romawi. Lokasi seperti Winterfell di Carncastle, Castle Black and Harhome di Magheramorne Quarry, dan Tournament Scene di Shane Castle ini bisa lo kunjungi di Irlandia Utara.

 

Malta

Malta merupakan negara kecil yang berada di perbatasan antara benua Eropa dan Afrika. Di sini, lo akan banyak melihat kastil berukuran megah bekas peninggalan tentara romawi. Di Malta, lo akan melihat 7 tempat yang dibuat syuting adegan Game of Thrones. Lo bisa mengunjungi Mdina Gate yang dibuat tempat syuting King’s Landing Gate di seasons 1. Lalu ada pula Fort St Elmo untuk syuting Sowbelly Row yang juga dibuat untuk seasons 1.

 

Islandia

Bagi penggemar Game of Thrones, melihat adegan bersalju pasti mengingatkan mereka dengan North of Wall yang menjadi perbatasan antara Westeros dan The Seven Kingdoms. Untuk mengunjungi North of Wall ini, lo bisa menuju Svinafellsjokull, Vatnajokull, dan Lake Myvatn. Di sini, lo akan melihat bagaimana North of Wall yang benar-benar luas.

Nantinya, setelah Game of Thrones ini tamat, tempat-tempat di atas akan menjadi legenda dan akan dikunjungi oleh penggemar GoT dari seluruh dunia. Tempat mana yang bakal lo tuju duluan, Urbaners?

 

 

Source: businessinsider.com

Baca juga:

4 Lokasi yang Mirip Latar Tempat Serial Game of Thrones

Must Visit Places for Game of Thrones Fans

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium