3 Serial Televisi Terbaik yang Menjadi Juara di Emmy Awards 2017 - MLDSPOT
  • Movie
  • 3 Serial Televisi Terbaik yang Menjadi Juara di Emmy Awards 2017

3 Serial Televisi Terbaik yang Menjadi Juara di Emmy Awards 2017

Tue, 26 September 2017

Emmy Awards adalah penghargaan tertinggi bagi insan pertelevisian dunia. Jika di film ada Academy Awards, maka untuk serial televisi, Emmy Awards jawaranya. Wajar jika setiap tahun para produser televisi, aktris, dan manajemen akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan penghargaan di Emmy Awards.

Pada tahun 2017 ini, Emmy Awards sudah diselenggarakan pada tanggal 17 September 2017 di Microsoft Theater. Dari puluhan awards yang diperebutkan, HBO sukses mendapatkan total 29 awards, kemudian diikuti Netflix dengan 20 awards, dan NBC dengan 15 awards. Nah, untuk lo yang penasaran serial televisi terbaik apa saja yang juara di Emmy Awards 2017, simak nih tiga di antaranya di sini.

 

Veep

Veep adalah salah satu serial televisi andalan HBO yang sudah tayang sejak tahun 2012. Mengambil tema komedi satir tentang dunia politik di Amerika Serikat, Veep sukses masuk ke dalam 12 kategori, salah satunya adalah Outstanding Comedy Series. Dibintangi oleh Julia Louis-Drefus, Anna Chlumsky, dan Tony Hale, Veep yang telah memasuki season lima ini bisa lo tonton di channel HBO.

 

The Handmaid’s Tale

Ini adalah salah satu serial televisi tersukses yang ada di Emmy Awards. Mendapatkan tujuh nominasi, The Handmaid’s Tale sukses menggondol lima kategori di antaranya. The Handmaid’s Tale merupakan serial televisi buatan Hulu, platform streaming online sama seperti Netflix. Bercerita tentang dunia dystopia, dimana kebebasan, teknologi, dan ilmu pengetahuan nggak ada lagi, The Handmaid’s Tale berhasil mendapatkan Outstanding Drama Series.

 

Big Little Lies

Diambil dari cerita novel dengan judul yang sama, Big Little Lies ini sukses menggabungkan para pemeran papan atas Hollywood dengan plot cerita yang sangat seru. Mulai dari Reese Witherspoon, Nicole Kidman, Shailene Woodley, sampai Adam Scott berada di deretan pemeran utama. Pada Emmy Awards 2017 kemarin, Big Little Lies sukses mendapatkan Outstanding Limited Series.

Ketiga serial televisi di atas mempunyai genre yang sangat berbeda. Pertama ada Veep sebuah satir komedi, lalu The Handmaid’s Tale sebagai drama dystopia, dan terakhir ada Big Little Lies yang pure drama. Untuk lo yang baru aja ingin menonton serial televisi Hollywood, tiga judul di atas nggak akan ngecewain lo.

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium