• Movie
  • Kenapa Lo Harus Nonton Pengabdi Setan?

Kenapa Lo Harus Nonton Pengabdi Setan?

Tue, 03 October 2017

Kabar menarik bagi penggemar film horor Tanah Air. Pada 28 September 2017, film Pengabdi Setan resmi dirilis di seluruh bioskop di Indonesia. Film ini merupakan remake dari Pengabdi Setan yang pernah dirilis sebelumnya pada tahun 1980. Lo juga harus nonton ya, Urbaners!  Ini alasan kenapa lo nggak boleh melewatkan film ini.

 

Film Horor Terseram di Indonesia

Usut punya usut, ternyata Pengabdi Setan dinobatkan sebagai film horor terseram oleh RollingStone, lho! Nggak hanya dari segi penampilan dan makeup, tapi jalan ceritanya sendiri juga cukup seram dengan menggabungkan unsur horor dan agama. Apa lagi dengan nuansa zaman dulu yang diusungnya, jalan cerita film ini bakal bikin bulu kuduk kamu berdiri.

 

Sensasi Horor Pernah Dialami oleh Sang Penulis Naskah

Joko Anwar adalah sutradara sekaligus orang yang bertanggung jawab menulis naskah cerita Pengabdi Setan versi remake. Saat menulis naskah sendiri, nggak jarang Joko Anwar merasa merinding dan minta untuk ditemani rekannya. Penulis naskahnya saja dibuat merinding, apalagi penontonnya nih, Urbaners?

 

Ada Juga Tara Basro, Lho!

Buat lo yang suka nonton film lokal pastinya udah nggak asing lagi dengan wajah wanita cantik yang satu ini, kan? Di Pengabdi Setan, lo juga bisa melihat penampilan Tara Basro lho. Di sini Tara berperan sebagai Rini yang merupakan kakak dari 3 orang adik.

 

Sutradara yang Diakui Dunia

Kalau lo masih ragu dengan jalan cerita film ini, sebaiknya tepis semua keraguan lo. Siapa sih yang nggak kenal Joko Anwar? Karya-karya filmnya sudah banyak dikenal publik dan juga pernah meraih penghargaan internasional. Joko Anwar ingin membuat jalan cerita Pengabdi Setan versi remake ini lebih menarik dari versi aslinya lho, Urbaners!

Buat lo yang udah pernah lihat versi aslinya, pasti tahu betapa seramnya film yang satu ini. Berbeda dari film-film horor Tanah Air yang sudah ada, Pengabdi Setan siap membuat bulu kudukmu berdiri. Selain itu, jalan ceritanya yang anti mainstream dibanding film horor kebanyakan dijamin bakal bikin lo puas. Jadi, apa lo merasa cukup berani buat nonton Pengabdi Setan?

 

Source: yukepo.com

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire