• Movie
  • Disney Bakal Bikin Streaming Service dengan Nama Disney+

Disney Bakal Bikin Streaming Service dengan Nama Disney+

Thu, 15 November 2018
Disney Bakal Bikin Streaming Service dengan Nama Disney+

Disney menjadi salah satu raksasa media dunia, apalagi pada pertengahan 2018 kemarin Disney sudah secara resmi membeli Fox dengan harga 71 miliar dolar. Berawal dari perusahaan film animasi, Disney berkembang menjadi raksasa dunia entertainment. Sekarang hampir semua lini bisnis sudah dimasuki oleh Disney, salah satunya yang baru akan di-launch adalah Disney streaming service. Dilansir dari cinemablend.com, Disney akan menamakan streaming service dengan nama Disney+.

 

Secara resmi akan bersaing dengan raksasa streaming dunia

Secara resmi akan bersaing dengan raksasa streaming dunia

Netflix dan Amazon Prime benar-benar sangat dominan dalam urusan streaming film. Bahkan Netflix kemarin pertama kalinya berhasil melebihi HBO dalam urusan nominasi Golden Globe Awards. Melihat potensi besar tersebut, Disney sudah berencana akan mengeluarkan streaming service sejak akhir 2017. Kemudian pada acara The Walt Disney Company Q4 2018 Earnings Conference Call, sang CEO Disney yaitu Bob Iger mengatakan akan meluncurkan Disney+ ini pada tahun 2019.

Mengenai nama Disney+, banyak yang mengatakan bahwa Disney ini nggak kreatif. Sebelumnya juga ada ESPN yang mengeluarkan streaming service dengan nama ESPN+. Tetapi banyak yang memuji pemilihan nama dari Disney karena dengan begitu orang nggak harus menghafal nama yang baru.

 

Film-film baru akan secara khusus ditayangkan di Disney+

Film-film baru akan secara khusus ditayangkan di Disney+

Salah satu kejutan besar yang dikeluarkan oleh Bob Iger selain mengumumkan nama Disney+ adalah Disney secara khusus akan mengeluarkan film-film baru di streaming service tersebut. Pertama ada The Mandalorian, kemudian ada prequel dari Rogue One: A Star Wars Story, dan juga serial televisi tentang Loki juga akan tayang secara eksklusif di Disney+.

Nggak hanya itu Urbaners, untuk beberapa film Disney yang berhubungan dengan anak-anak, animasi, dan kartun yang sangat aneh, lo juga bisa melihatnya secara eksklusif di Disney+. Film-film dan serial televisi yang pernah diputar Disney dari tahun 1940-an sampai 1980-an pun bisa lo lihat di streaming service tersebut. Bagaimana Urbaners, lo rela mengeluarkan uang setiap bulan untuk melihat secara eksklusif film Disney?

 

 

Source: cinemablend.com

 

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire