• Movie
  • Foto Teaser Film Bumi Manusia Tampilkan Tokoh Minke Versi Iqbaal Ramadhan

Foto Teaser Film Bumi Manusia Tampilkan Tokoh Minke Versi Iqbaal Ramadhan

Wed, 12 September 2018
Foto Teaser Film Bumi Manusia Tampilkan Tokoh Minke Versi Iqbaal Ramadhan

Setelah Hanung Bramantyo bersama Falcon Pictures mengumumkan akan memfilmkan novel Pramoedya Ananta Toer berjudul Bumi Manusia dengan Iqbaal Ramadhan sebagai toko utama Minke, masyarakat penggemar novel Pram seakan terbelah dua. Ada yang mendukung dan ada yang menyayangkan, kenapa sosok Minke yang dinilai sempurna bagi seorang pemuda zaman penjajahan harus diperankan oleh Iqbaal Ramadhan yang sudah dulu terkenal sebagai Dilan di film Dilan 1990.

Setelah berita film Bumi Manusia perlahan mulai hilang, Falcon Pictures secara eksklusif mengeluarkan teaser poster. Umur Minke di novel Bumi Manusia yang memang tidak jauh beda dengan Iqbaal Ramadhan membuat aroma anak muda sangat kental di film ini. Selain Iqbaal sebagai Minke, ada juga beberapa tokoh lain yang muncul dalam foto teaser film Bumi Manusia.

 

Setting yang luar biasa

Setting yang luar biasa

Bagi yang sudah membaca novel Bumi Manusia, ketika lo melihat foto teaser dari film ini, lo langsung diajak “pindah” ke salah satu kota besar di Indonesia zaman kolonial Belanda. Pakaian priyayi yang dikenakan Minke dan juga pakaian bangsawan yang dikenakan oleh Annelies dan Nyai Ontosoroh juga sedikit menggambarkan novel tersebut. Total ada 9 foto yang dikeluarkan oleh Falcon Pictures, mulai dari Minke, Annelies, Nyai Ontosoroh, Robert Suurhof, Ayah Minke, sampai Tuan Direktur H.B.S juga ada di foto teaser tersebut.

Setting yang luar biasaSetting film Bumi Manusia ini turut diacungi jempol, Urbaners. Khususnya ketika setting Ayah Minke yang dilantik sebagai Bupati. Bayangan bagaimana praktik kolonialisme di Indonesia sangat kental sekali karena hampir tidak ada pribumi di foto tersebut kecuali keluarga Minke.

 

Budaya pop dan Bumi Manusia

Budaya pop dan Bumi Manusia

Ketika novel Bumi Manusia akan difilmkan, ada yang kecewa karena Hanung membawa Iqbaal yang sudah menjadi kiblat anak muda milenial, atau bisa juga disebut nge-pop. Padahal sosok Minke ini merupakan anak muda yang haus akan informasi, puitis, pemberontak, punya idealisme tinggi, dan nantinya membuat Medan Priaji sebagai koran berbahasa Melayu pertama di Indonesia.

Tetapi ada harapan besar di balik film Bumi Manusia, film ini akan membawa ribuan atau bahkan ratusan ribu anak muda yang diharapkan tertarik membaca buku dari Pram. Tentu itu adalah hal yang sangat menggembirakan.

 

Source: cnnindonesia.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?