• Movie
  • Ini 6 Film yang Diangkat Berdasarkan Games Populer

Ini 6 Film yang Diangkat Berdasarkan Games Populer

Wed, 17 June 2020
Potongan artwork dari game Assassin’s Creed, karakter dengan jubah dan penutup kepala hitam

Biasanya film Hollywood mengadaptasi novel atau komik terkenal. Bukan karena kehabisan ide, tetapi karena cerita dari karya tulis tersebut cukup menarik untuk diangkat ke layar lebar. Tetapi, jangan salah, Bro! Games populer yang lo mainkan ternyata juga sudah pernah diangkat menjadi film Hollywood, beberapa di antaranya bahkan terbilang sukses. Film-film ini bisa jadi selingan baru untuk lo #MumpungLagiDirumah.

 

Super Mario Bros.

Karakter Mario dan Luigi sedang tos bersama, masing-masing memakai overall hijau dan merah

Sebelum Nintendo mengumumkan bahwa Illumination Entertainment sedang memproduksi film animasi “Super Mario Bros.”, ternyata sudah pernah dirilis sebuah film berjudul sama di tahun 1993.

Di film ini, dua saudara tukang pipa dari Brooklyn bernama Mario dan Luigi menemukan dunia paralel di mana mereka harus lari dari kejaran dinosaurus, menyelamatkan Putri Daisy, dan mengalahkan serangan Bowser yang ingin menaklukkan dunia.

 

Assassin’s Creed

Michael Fassbender dengan pakaian hoodie sambil memegang sebuah pisau

Dirilis pada tahun 2016, film ini diangkat dari seri game ternama berjudul sama. Rasanya nggak ada orang yang nggak mengenal game “Assassin’s Creed”, bahkan game ini akan mengeluarkan seri terbaru bersamaan dengan Xbox Series X.

Film yang dibintangi Michael Fassbender dan Marion Cotillard ini mengadaptasi dunia dari game Assassin’s Creed, namun memakai script dan plot original. Sebagai penggemar game Assassin’s Creed, lo bisa melihat lompatan ikonik “Leap of Faith” serta karakter-karakter familier di film ini.

 

Mortal Kombat

Tiga karakter dalam film Mortal Kombat (1995) sedang berpose kuda-kuda sebelum bertarung

Nggak hanya satu, tetapi ada dua film yang tergabung dalam seri “Mortal Kombat” di era 90-an. Film Mortal Kombat di tahun 1995 juga digadang-gadang sebagai salah satu film terbaik yang diadaptasi dari games.

Dalam film ini, lo bisa melihat aksi Sub Zero, Scorpion, dan Gore layaknya di games kesayangan lo. Lengkap juga dengan humor ala game Mortal Kombat. Tetapi, supaya bisa ditonton oleh berbagai kalangan, seri film Mortal Kombat nggak memasukkan adegan fatality yang terlalu NSFW.

 

Warcraft

Karakter Orcs dalam film Warcraft dengan taring besar dan kuping lancip

“Warcraft” nggak hanya sekadar satu game saja, tetapi merupakan sebuah franchise global yang juga berisikan novel serta real-time strategy games lainnya, Bro. Salah satunya yang paling terkenal adalah “World of Warcraft” yang sampai sekarang pun masih ramai dimainkan.

Di tahun 2016, film Warcraft dirilis dengan plot peperangan antara kaum manusia dengan Orcs. Mengingat ada banyak banget storyline dan konflik yang terjadi di dalam universe ini, nggak heran kalau akhirnya film Warcraft menjadi salah satu film yang cukup rumit untuk ditonton.

 

Hitman: Agent 47

Agent 47 dengan jas hitam dan dasi merah memegang pistol dan bersiap untuk menembak

Film ini sepenuhnya mengadaptasi storyline dari game “Hitman”, penonton dibawa masuk ke dalam dunia pembunuh bayaran dengan alias Agent 47. Kalau biasanya lo memainkan karakter ini dan menembak musuh, dalam film ini lo bisa melihat aksi Agent 47 secara menyeluruh, tentunya sebagai pembunuh bayaran/pahlawan dengan kemampuan bertarung dan menembak yang hampir inhumanely possible.

 

Resident Evil

Alice memegang dua pistol di kedua tangannya dengan rombongan zombie mengintai di belakang

“Resident Evil” jadi salah satu franchise game paling populer sekaligus franchise film yang paling dikenal. Walaupun nggak sepenuhnya mengadaptasi storyline dari game, tetapi film Resident Evil tetap menggunakan konsep survival game sambil memerangi korporasi jahat bernama Umbrella. Jika sebelumnya dalam game lo beraksi sebagai Leon, Claire, atau Jill, lo akan mengikuti petualangan Alice sebagai hasil kloning percobaan Umbrella dalam film ini.

 

 

Sources: Vulture, Collider, Digital Trends

4 Fakta Seputar Ju-On: Origins, Series Horror Baru di Netflix

Tue, 14 July 2020
Sosok hantu wanita berambut panjang menutupi sebagian wajah seorang wanita dengan ekspresi kaget

Masih ingat dengan sosok hantu ikonik bernama Kayako? Betul, Kayako adalah hantu yang pertama kali muncul lewat film “Ju-On: The Grudge”, sebuah film horor yang sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu film horor terbaik sepanjang masa. Walaupun lo sekarang masih belum bisa menikmati film horor di bioskop, lo tetap bisa kok masuk lebih dalam lagi ke misteri hantu yang ada di franchise Ju-On.

Hadir dengan total 6 episode, masing-masing berdurasi 30 menit, lihat dulu fakta-fakta seputar “Ju-On: Origins” sebelum lo tonton di Netflix #MumpungLagiDirumah.

 

Mengisahkan Awal Rumah Berhantu di The Grudge

Tampak depan dari rumah berhantu Saeki House di serial Ju-On: Origins

Bagi para pencinta franchise film horor Ju-On, pasti sudah nggak asing lagi kalau mendengar nama Saeki. Dalam film pertama Ju-On: The Grudge yang rilis di tahun 2002, lo diperkenalkan dengan rumah berhantu yang penuh dengan kutukan, di mana setiap penghuninya akan dihantui dengan arwah gentayangan yang haus akan balas dendam. Kisah tragis menimpa penghuni rumah ini, dimulai dari keluarga Saeki.

Dari sana, kutukan pun mengintai rumah yang akhirnya diberi nama Saeki House. Lewat serial Origins, lo akan tahu lebih dalam asal muasal dari kutukan tersebut, sekaligus kisah-kisah supernatural yang menimpa penghuni-penghuni Saeki House setelah keluarga Saeki sudah nggak ada. Bisa dikatakan, Ju-On: Origins menjadi prekuel dari franchise Ju-On.

 

Penuh Darah dan Adegan Sadis

Sosok hantu wanita berambut panjang muncul dari dalam bak mandi yang berisikan darah

Tetap mengikuti konsep yang mendarah daging dengan franchise Ju-On, lo akan disuguhkan dengan adegan gore yang memang sudah jadi daya tarik dari kisah horor yang satu ini. Cocok banget buat lo yang memang lebih suka horor yang lebih sadis dengan tindak kekerasan, ketimbang horor yang dipenuhi jump scares.

Bagi beberapa orang, Ju-On: Origins terlalu berlebihan, tetapi memang serial horor ini dibuat dengan fokus untuk membuat penonton merasa tegang dan gelisah dengan sisi kemanusiaan, bukan rasa takut dengan penampilan arwah gentayangan.

 

Menyorot Kisah Horor Berbagai Karakter

Dua laki-laki dan satu perempuan sedang duduk bersila mengelilingi sebuah lilin

Sedikit berbeda dengan film-film sebelumnya, serial Ju-On: Origins mengisahkan pengalaman beberapa karakter yang dikemas dalam berbagai timeline. Pada dasarnya, karakter utama dari serial ini adalah Saeki House dan lo akan melihat bagaimana pengalaman setiap penghuni di rumah berhantu itu dalam menghadapi kutukan dari arwah gentayangan.

Kerennya lagi, setiap karakter ternyata terhubung, meskipun kisah mereka nggak terjadi di waktu yang bersamaan. Berawal dari tahun 1950-an di mana tragedi keluarga Saeki berlangsung, kemudian dilanjutkan ke era 1980 hingga 1990. Dari kisah setiap karakter, lo akan lebih memahami siapa sih hantu yang ada di Saeki House ini dan mengapa kutukan tersebut menimpa setiap orang yang menapakkan kaki di rumah berhantu itu.

 

Serial TV Horor Produksi Jepang

Sosok hantu berkulit pucat dengan rambut hitam panjang dan iris mata yang agak kemerahan

Sejak tahun 2002, sudah ada setidaknya 13 film yang masuk ke dalam franchise Ju-On, termasuk juga adaptasi Hollywood dari kisah Saeki House. Tetapi, tenang saja Bro. Serial Ju-On: Origins ini merupakan produksi Jepang yang digarap oleh Sho Miyake dengan script yang ditulis oleh Hiroshi Takahashi dan Takashige Ichise. Ju-On: Origins menjadi serial horor baru yang hadir di Netflix, terutama setelah kesuksesan dari “The Haunting of Hill House”. Ju-On: Origins kini sudah bisa ditonton di platform streaming Netflix.

 

 

 

 

Sources: Decider, Insider, Screen Rant