• Movie
  • Kontroversi Soal Asal Usul Nagini

Kontroversi Soal Asal Usul Nagini

Fri, 28 September 2018
Nagini

Urbaners termasuk Potterhead? Film Fantastic Beasts and Where to Find Them 2 pasti udah masuk di must-watch-list lo tahun ini. Apalagi di film pertama kemarin, David Heyman kasih cliffhanger ending buat penonton. Tanggal 26 September kemarin, final trailer film ini akhirnya rilis. Bukannya bikin jelas, trailer ini malah bikin makin bingung.

Kebanyakan netizen salah fokus sama munculnya karakter Nagini yang selama ini cuma jadi ular peliharaan Voldemort. Siapa Nagini?

Sempat Jadi Manusia

Nagini pertama dikenalkan JK Rowling di buku Harry Potter and the Goblet of Fire. Karakter ini berwujud ular yang selalu kelihatan bareng Voldemort, Bahkan waktu Voldemort masih lemah, ular ini juga masih setia. Nah, di trailer Fantastic Beasts 2 yang dirilis ada plot twist soal ular yang mati ditebas Neville Longbottom ini.

Ular yang sekaligus jadi horcrux Voldemort ini ternyata sempat jadi manusia. Lebih-lebih, wujudnya adalah wanita cantik. Di final trailer lo bisa lihat seorang penyihir wanita yang berubah jadi ular. Itulah bentuk manusia Nagini. Gimana Nagini sampai jadi ular permanen? Lo harus nonton sih buat cari tahu lebih lanjut. 

Diperankan Aktris Asia

Menurut JK Rowling, karakter Nagini terinspirasi dari mitologi Indonesia tentang Naga. Ini terungkap saat Rowling “diserang” netizen setelah tahu karakter manusia Nagini diperankan seorang aktris Korea Selatan, Claudia Kim. Banyak yang menganggap Rowling rasis karena menunjuk seorang wanita Asia buat jadi karakter ular pembunuh.

Bukannya rasis, pemilihan Kim buat jadi Nagini memang menyesuaikan characterization Rowling. Nagini versi manusia berasal dari Asia, jadi ia harus diperankan wanita Asia. Apalagi, Nagini memang based on mitologi Indonesia yang jadi bagian dari Asia. Kalo pendapat lo sendiri soal Nagini gimana nih?

Ada Aktris Indonesia Masuk Casting List?

Sebelum Nagini fix diperankan Claudia Kim, ada beberapa aktris yang ditawari buat casting. Kebanyakan sih aktris asal Asia atau yang punya Asian descent. Ternyata nih, ada aktris asli Indonesia yang sempat ditawari buat jadi Nagini.

Aktris Acha Septriasa yang melejit lewat film Heart beberapa waktu lalu berbagi lewat akun Instagram-nya. Di situ, Acha curhat soal pengalamannya ditawari casting buat peran Nagini lewat e-mail. Sayangnya, tawaran menarik itu ditolak Acha karena sedang mengandung Brie.

Nggak bisa dipungkiri, karakter Nagini emang bikin final trailer dari Fantastic Beasts 2 jadi makin menarik. Plus bikin makin nggak sabar juga, buat nonton film fantasi yang satu ini!

 

Source: vice.com, liputan6.com

Ini 7 Alasan Menarik Kenapa Lo Harus Nonton Dark di Netflix

Thu, 03 September 2020
Deretan alasan buat lo nonton series Dark

Kalau cuma dibaca dari sinopsisnya saja, mungkin series Dark di Netflix tidak akan mencuri perhatian lo. Secara visual dari poster yang ada, Dark di interpretasi sebagai series yang cenderung bergenre misteri dan mistis.

Tapi percaya atau tidak, ini jauh berbeda dari ekspektasi di atas. Buat lo yang suka dengan series Netflix sebelumnya seperti Stranger Things, Dark adalah salah satu series yang kurang lebih – premisnya mirip dengan series tersebut.

Eits, ini bukan spoiler ya. Alih-alih memberitahukan lo ada apa saja di series Dark ini, di bahasan kali ini lo akan diberitahu kenapa lo mesti nonton series Dark ini. Penasaran? Daripada lo menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Karakter yang ‘Berisi’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: mariviu.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurang lebih – premis yang ada di Dark mirip dengan yang ada di Stranger Things. Disebutkan ada sebuah kota kecil bernama Winden di Jerman dengan kejadian misterius ketika ada pembangunan pembangkit tenaga nuklir.

Kejadian misterius tersebut diiringi oleh sejumlah anak-anak dan remaja yang hilang. Di series Dark ini, kreatornya memberikan masing-masing latar belakang yang berbeda dengan kepribadian yang unik sehingga karakter di series Dark ini terasa lebih ‘berisi’.

 

Benang Merahnya ‘KUSUT’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: idntimes.com

Masih terkait dengan alasan pertama di atas, karena karakternya unik dan ‘berisi’ maka benang merah setiap series mesti diuraikan secara perlahan sehingga lo akan mendapatkan gambaran besarnya mau ke mana cerita dari Dark ini.

Lo akan dituntut untuk berpikir sedikit lebih kritis di mana di series ini terjadi time travel yang paralel. Makanya, buat lo yang suka nonton series sembari mikir ini ceritanya akan ke mana, Dark jadi rekomendasinya buat lo, nih!

 

Plot Twist Tidak Terduga

Ada yang bakal buat lo terheran-heran atau bahkan terkaget karena plot twist yang terjadi di series yang satu ini. Walau perlahan benang merah yang kusut bisa diurai, namun para penulis naskah Dark yaitu Baran bo Odar dan Jantje Friese sudah menyiapkan plot twist yang di luar dugaan lo.

Makanya, sebaiknya ketika lo mau memulai menonton atau mengikuti series ini, disarankan lo tidak perlu memiliki ekspekstasi apapun walau sudah membaca sinopsisnya. Nikmati kemelut yang ada di series Dark ini.

 

Fiksi-Narasi Untuk Sejarah Manusia

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: indiewire.com

Series Dark ini sedikit banyaknya menampilkan apa yang terjadi pada tahun 1987, 1954 sampai 1921 dan masih banyak lagi. Sejarah manusia dibalut dengan cerita fiksi yang menarik dan juga narasi yang tidak membosankan.

Perang, wabah, revolusi – jadi salah satu bagian warna dari series Dark ini. Oleh karena itu, dari hal-hal ini juga menjadi rekomendasi buat lo untuk nonton series yang satu ini.

 

Sisi Romance yang Kental

Biar semakin berwarna, ditambah dengan kepribadian masing-masing karakter yang unik – series Dark semakin lengkap dengan cerita-cerita percintaan di beberapa karakter di dalamnya. Namun, ada yang beda di soal percintaan di universe Dark.

Apa perbedaannya? Eits tidak mau spoiler, lebih baik lo nonton series ini secepatnya!

 

Silsilah Keluarga Super Ribet

Biar semakin kusut benang merahnya – hubungan keluarga di universe Dark ini juga ditampilkan seruwet mungkin. Hal ini terkait dengan berbagai momen di mana keluarga menjadi salah satu faktor betapa kusutnya benang merah yang ada.

 

Sinematografi dan Setting yang Oke

Ini sedikit teknis, sih – tapi lo mesti tahu kalau sinematografi dan setting di series Dark ini benar-benar dipikirkan dengan matang sehingga saat dieksekusi, semuanya jadi oke. Bahkan, series ini bisa dibilang setara dengan film sci-fi besutan orang-orang Hollywood.

Itu kenapa ada fakta menarik terkait biaya produksinya mencapai lebih dari 1 milyar. Semua hal yang ada, benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga series ini begitu menarik untuk ditonton.

Nah, bagaimana nih? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo semakin penasaran dengan series Dark ini? Daripada lo penasaran dan malah menebak-nebak sendiri sebenarnya Dark ini seperti apa, langsung saja temukan waktu senggang lo buat nonton series ini!

 

Feature Image – dw.com