• Movie
  • Nominasi Festival Film Indonesia 2019 Sudah Diumumkan!

Nominasi Festival Film Indonesia 2019 Sudah Diumumkan!

Tue, 19 November 2019
Kehadiran Tara Basro pada saat pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2019 beberapa waktu lalu.

Urbaners, Festival Film Indonesia 2019 kembali digelar. Ajang bergengsi bagi insan perfilman di seluruh tanah air ini bahkan baru saja merilis daftar nominasinya. Meski malam puncak Festival Film Indonesia 2019 baru akan diselenggarakan pada 12 Desember mendatang, pengumuman peraih nominasi FFI 2019 disambut dengan sangat antusias. Menariknya, terdapat beberapa kandidat yang sukses memborong hampir seluruh nominasi di Festival Film Indonesia 2019. Penasaran siapa saja? Let’s check this out!

 

Dua Garis Biru dan Bumi Manusia Siap Bersaing Ketat

Cuplikan adegan Iqbaal Ramadhan yang memerankan karakter Minke di film Bumi Manusia.

Sebenarnya ada lima judul film yang masuk di kategori Film Terbaik, yaitu Dua Garis Biru, Keluarga Cemara, Kucumbu Tubuh Indahku, Bumi Manusia, dan 27 Steps of May. Tapi, dua film Box Office, Dua Garis Biru dan Bumi Manusia-lah yang sukses memborong 12 nominasi sekaligus. Kedua film tersebut bahkan siap bersaing ketat memenangkan dua kategori bergengsi, yaitu Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

 

Almarhum Khikmawan Santosa Borong Nominasi Penata Suara Terbaik

Urbaners, pernah sukses membawa pulang piala FFI lewat karyanya di film Pengabdi Setan, tahun ini almarhum Khikmawan Santosa kembali memborong lima nominasi dari enam keseluruhan nominasi di kategori Penata Suara Terbaik. Pria yang menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 Mei 2019 akibat kecelakaan kendaraan bermotor tersebut meraih lima nominasi Penata Suara Terbaik melalui karyanya di film Gundala, Dua Garis Biru, Bumi Manusia, Pocong: The Origin, dan Kucumbu Tubuh Indahku.

 

Beri Apresiasi untuk Bintang Muda Berbakat

Berkat akting terbaiknya di film Dua Garis Biru, Zara ex-JKT48 dan Angga Yunanda masuk nominasi Festival Film Indonesia 2019.

Kalau lo masih ingat di penyelenggaraan FFI tahun lalu, Iqbaal Ramadhan sukses terpilih sebagai nominasi kategori Pemeran Utama Pria Terbaik berkat aktingnya di film Dilan 1990. Sayangnya, saat itu ia dikalahkan oleh seniornya, Gading Marten, yang tampil keren di film Love for Sale. Nah, komite Festival Film Indonesia kembali memberikan apresiasi untuk bintang muda berbakat di tahun ini. Terbukti, nama Zara ex-JKT 48 dan Angga Yunanda masuk pada nominasi Festival Film Indonesia 2019 lewat film Dua Garis Biru.

 

Dari beberapa nominasi Festival Film Indonesia 2019 tadi, kira-kira film mana yang paling lo jagokan untuk jadi juara? Apa ada sineas favorit lo yang terpilih dalam nominasi?

 

 

Source: kapanlagi.com

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire