• Movie
  • Sekilas Tentang Trailer Avengers: Endgame

Sekilas Tentang Trailer Avengers: Endgame

Tue, 11 December 2018
Sekilas Tentang Trailer Avengers: Endgame

Hari Jumat kemarin jadi hari penuh kejutan buat para penggemar Marvel Cinematic Universe. Gimana nggak, trailer buat film Avengers terbaru dirilis tiba-tiba. Dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu nuansa yang diangkat terasa mellow. Bukannya menjawab beberapa misteri, trailer ini justru bikin muncul teka-teki baru.

 

Tony Stark butuh bantuan

Tony Stark butuh bantuanTrailer dibuka dengan Tony Stark di sebuah kapal ruang angkasa. Kelihatannya ia akhirnya berhasil mengaktifkan kembali helm Iron Man. Dengan helm andalannya itu, Tony mengirim pesan buat sang tunangan, Pepper Potts. Pesan yang dikirim cukup bikin mellow secara kedengarannya seperti sebuah salam perpisahan.

Lucunya Marvel fans menanggapi trailer ini dengan cukup “serius”. Mereka nggak mau superhero favoritnya mati sia-sia di luar angkasa. Barisan fans bahkan mulai meminta bantuan biar Tony bisa selamat. NASA dan bos Tesla, Elon Musk jadi target mereka. Sayangnya NASA sudah mengumumkan kalau mereka nggak bisa menolong Tony Stark!

 

Hawkeye balik lagi

Hawkeye balik lagi

Salah satu highlight lainnya dari trailer perdana Avengers: Endgame adalah kemunculan Hawkeye. Di film sebelumnya, Avengers: Infinity War, karakter yang dimainkan Jeremy Renner ini emang absen. Comeback Hawkeye ini sepertinya gara-gara dampak “jentikan” Thanos yang membunuh keluarganya.

Akibatnya, tampilan Hawkeye di film terbaru ini pun agak berubah. Jika biasanya ia menenteng busur dan anak panah, di trailer yang rilis Jumat lalu Clint Barton justru menenteng katana dan menggunakan hoodie sebagai superhero attire alih-alih kostum sleeveless seperti biasanya. Banyak yang berspekulasi kalau Clint sudah masuk dalam mode tergelapnya: mode Ronin.

 

Pecahkan rekor

Hingga hari Minggu waktu setempat, tepat 24 jam setelah rilis, trailer ini sudah ditonton lebih dari 289 juta kali. Jumlah ini bahkan lebih besar dari rekor Avengers: Infinity War yang berhasil ditonton hingga 230 juta kali pada 24 jam pertamanya. Nggak cuma memecahkan rekornya sendiri, sekuel ini juga berhasil mengalahkan The Lion King dengan 224,6 juta kali.

Marvel Studios menanggapi pemecahan rekor ini dengan cuitan di Twitter. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih buat antusiasme Marvel fans. Nggak cuma dari jumlah penayangan, rekor juga diperoleh dari respons netizen pada cuitan Marvel soal trailer Avengers: Endgame yang berhasil dapat 549 ribu mention.

Gimana, malah jadi makin nggak sabar nunggu bulan April tahun depan ya!

 

 

Source: comicbook, Variety

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire