• Movie
  • Sempat Dihapus, Adegan Ray Sahetapy di Film Captain America: Civil War Akhirnya Terungkap

Sempat Dihapus, Adegan Ray Sahetapy di Film Captain America: Civil War Akhirnya Terungkap

Mon, 10 February 2020
Ray Sahetapy menggunakan gaya rambut yang agak panjang dan menggunakan kemeja berwarna krem

Ray Sahetapy memang pernah membuat heboh penggemar Marvel Tanah Air setelah ia dikabarkan ikut terlibat dalam film Captain America: Civil War yang dirilis tahun 2016 lalu. Namun, sayang sekali ia nggak pernah muncul karena adegan tersebut harus dihapus. Namun, deleted scene itu rupanya diikutsertakan di dalam film Captain America: Civil War tapi dalam versi Blu-ray dan digital download.

 

Deleted Scene yang Berisi Adegan Ray Sahetapy di Film Captain America: Civil War Jadi Perhatian

Ray Sahetapy menggunakan kaca mata hitam dan tersenyum

Sejak beberapa hari yang lalu banyak netizen di media sosial yang membicarakan deleted scene dari film Captain America: Civil War. Dalam video deleted scene tersebut rupanya menampilkan aktor kawakan Ray Sahetapy yang berperan sebagai seorang pemimpin lelang. Dalam video berdurasi 1 menit 38 detik tersebut Ray Sahetapy menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa.

Dalam cuplikan video tersebut Ray Sahetapy mengucapkan dialog dengan Bahasa Indonesia dalam sebuah acara lelang. Kemudian ia menyadari bahwa ada orang yang nggak diundang yaitu Baron Zemo. Tokoh antagonis tersebut kemudian menggunakan gas untuk membunuh semua peserta lelang termasuk Ray Sahetapy.

 

Akting Ray Sahetapy dalam Video Deleted scene Itu Mendapatkan Banyak Pujian

Ray Sahetapy menggunakan kaca mata dan setelan jas menjadi seorang ketua lelang

Setelah video deleted scene tersebut beredar di media sosial, banyak netizen yang memberikan pujian kepada Ray Sahetapy. Aktingnya sangat bagus dan nggak kalah dengan akting karakter Baron Zemo yang diperankan oleh Daniel Bruhl.

Nggak hanya mendapatkan pujian dari netizen Tanah Air saja, aktor berusia 63 tahun itu juga mendapatkan apresiasi dari netizen mancanegara. Performa dari Ray Sahetapy disebut sangat bagus dan adegan tersebut disebut cukup penting meskipun akhirnya harus dihapus.

 

Alasan Mengapa Adegan Ray Sahetapy Dihapus dari Film Captain America: Civil War

Joe Russo memegang mic dan menggunakan kemeja berwarna hitam.

Dihapusnya adegan yang menampilkan Ray Sahetapy di film Captain America: Civil War tentunya bukan tanpa alasan. Bukan karena aktingnya yang kurang baik, tapi adegan itu dihapus karena karakter dari Ray Sahetapy disebut lebih menonjol dari karakter Baron Zemo.

“Akting Ray Sahetapy yang hebat membuat karakternya menonjol. Jadi, musuh Captain America dan Iron Man justru tidak terlihat. Akhirnya kami terpaksa memotong adegannya,” ungkap sang sutradara Joes Russo kepada Liputan6.com saat acara jumpa fans di Singapura pada tahun 2016 silam.

Dihapusnya adegan Ray Sahetapy memang cukup mengecewakan, tapi adegan tersebut dibuat untuk lebih mengenalkan karakter Baron Zemo. Jadi jika akting Ray Sahetapy lebih menonjol, maka musuh utama dari Captain America tersebut akan tertutupi. Jadi Joe Russo pun mengambil keputusan untuk menghapus adegan tersebut. Menurut lo gimana Urbaners dengan keputusan sang sutradara itu?

 

 

Sources: kincir.com, liputan6.com, kumparan.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?