• Music News
  • Kenal Lebih Dekat Musisi Jazz Muda Erick Giri

Kenal Lebih Dekat Musisi Jazz Muda Erick Giri

Tue, 23 June 2020
Erick Giri mengenakan fedora hitam sambil meniup saxophone

Kalau berbicara soal musik jazz Tanah Air, nama Erick Giri akan mencuat ke permukaan. Digadang sebagai angin baru yang segar dalam blantika musik jazz Tanah Air, nggak heran kalau akhirnya jebolan MLDare2PERFORM Season 3 semakin aktif dalam panggung festival jazz dan konser musik di Indonesia. Kesuksesan pria lulusan Hukum ini bukan sesuatu yang instan juga, Bro. Justru cukup inspiratif, started from the bottom now he’s here!

 

Jatuh Bangun untuk Saxophone

Erick Giri mengenakan kemeja bunga-bunga sedang meniup saxophone

Pria yang terkenal karena keluwesan tangannya memainkan saxophone ini ternyata memulai karir musiknya nggak langsung dari instrumen ini. Erick mulai merambah dunia musik di tahun 2004 dengan memainkan instrumen gitar listrik. Dari sana, ia pun aktif bermain band bersama teman-temannya.

Dari genre pop rock hingga akhirnya jazz, nggak disangka ternyata Erick menemukan tambatan hatinya dari siaran televisi. Terbuai akan melodi lembut serta bentuk cantik dari instrumen saxophone, Erick pun kemudian membeli saxophone pertamanya berkat hasil jerih payahnya selama kuliah.

Nggak sampai sana saja lika-liku Erick demi saxophone, masalahnya adalah Erick masih belum tahu cara belajar memainkan saxophone kala itu. Berkutat dengan video tutorial di YouTube, lalu ajaran dari musisi bernama Papi di Taman Budaya dekat kampus, akhirnya kemampuan saxophone pria ini sudah layak diuji setelah 3 bulan belajar.

 

Saxophone Sebagai Bread and Butter

Erick Giri dengan pakaian serba hitam bersama rekan MLDJAZZPROJECT Season 3

Perjuangannya demi alat musik tercintanya ini nggak sia-sia, Bro! Bersama saxophone kesayangannya, Erick mendapatkan berbagai job manggung, hingga akhirnya ia bisa hidup mandiri secara finansial di masa kuliah. Tergabung dalam komunitas Indonesian Saxophonist Community (ISC), Erick memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Di Jakarta sepak terjang Erick semakin dikenal, mulai dari performer di kafe, wedding band, hingga saxophonist untuk musisi-musisi ternama. Sebut saja musisi muda seperti Vidi Aldiano dan Rizky Febian, sekaligus musisi papan atas Hedi Yunus dan Vina Panduwinata. Bermula dari hobi, kemudian jadi profesi.

Semakin percaya diri, akhirnya Erick berhasil memenangkan MLDare2PERFORM Season 3 di tahun 2018 dalam kategori Wind and Brass. Sampai sekarang pun masih aktif dalam MLDJAZZPROJECT Season 3 bersama rekan setimnya, yakni Windy Hariyadi, Hansen Arief, Hezky Joe, M. Rizky, dan Yosua. Selain itu, Erick juga disibukkan dengan aktivitas solo dan session jam bersama musisi lainnya dalam berbagai kesempatan.

 

Aktif Bermusik dan Tips Seputar Saxophone

Erick Giri mengenakan topi dan headphone sedang memainkan saxophone

Pencipta lagu “Morning Coffee” ini memang lebih banyak menggeluti genre jazz, karena pada dasarnya jazz adalah “motor” inspirasinya. Tetapi jangan salah Bro, kemampuan musik Erick nggak hanya sebatas di genre jazz dan instrumen saxophone saja. Erick juga cukup aktif memainkan instrumen EWI5000 ke dalam genre dance pop dan EDM.

Kalau lo penasaran dan kangen dengan penampilan apik musisi jazz muda yang satu ini, lo bisa melihat cover lagu dari Erick di channel YouTube dan akun Instagram pribadinya. Selain kesibukannya dalam bermusik, Erick juga telah berkolaborasi bersama Bersha Mouthpiece membentuk mouthpiece saxophone spesial bernama “Erick Giri Signature”.

Masa PSBB karena COVID-19 ini nggak jadi penghalang buat Erick untuk tetap berkreasi dalam musik. Pasalnya, ia memanfaatkan waktu #MumpungLagiDirumah untuk membagikan tips dan trik seputar saxophone, mulai dari cara merawatnya hingga teknik bermain. Dari sana, Erick kemudian dinobatkan sebagai pengajar dalam platform Saxcourse.

Nggak hanya itu, lo juga bisa kok berguru saxophone dengan Erick Giri di MLDSPOT Instaclass Live on Instagram: Saxx & Sound di akun @mldspot. Sudah waktunya untuk lo mencari jati diri bermusik dan mempelajari kiat-kiat saxophone dari yang berpengalaman.

 

 

 

 

Sources: Liputan 6, Kumparan, MLD Spot.

Marilyn Manson Siapkan Album Baru "We Are Chaos"

Tue, 04 August 2020
Marilyn Manson mengenakan topi koboi putih dengan setelan jas hitam di depan background hitam

Lama nggak terdengar di blantika musik, Marilyn Manson akhirnya merilis album terbaru bertajuk “We Are Chaos”. Musisi rock asal Amerika Serikat ini mengumumkan lewat media sosial bahwa album terbarunya bisa dinikmati tanggal 11 September via Loma Vista.

Bertepatan dengan memoriam tragedi menara kembar, tampaknya Marilyn Manson ingin menunjukkan sisi gelap kemanusiaan melalui album barunya.

 

Dirilisnya Single Utama dari Album

Tiga kepala Marilyn Manson yang mengenakan tampilan eye shadow hitam sambil menyeringai

Menyusul kesuksesan album “Heaven Upside Down” yang dirilis tahun 2017 lalu, Marilyn Manson mengumumkan tanggal rilis album terbarunya di hari Rabu (29/7) bersamaan dengan perilisan music video untuk single utamanya.

Berjudul sama dengan albumnya, We Are Chaos memasukkan adegan-adegan yang khas dengan gaya eksentrik Manson. Meski dipenuhi dengan metafora yang dark, secara mengejutkan Manson justru memainkan gaya akustik untuk single terbarunya ini.

Album ini diproduksi sebelum pandemi COVID-19 menyerang dunia. Namun, Manson mengungkapkan kalau albumnya justru berhasil merepresentasikan kondisi dunia terkini. “When I listen to ‘We Are Chaos’ now, it seems like just yesterday or as if the world repeated itself,” ujar Marilyn Manson.

 

Sebuah Kritik atas Kemanusiaan

Marilyn Manson di atas panggung memegang mikrofon sambil mengangkat tangannya

Tema-tema lagu yang selama ini dinyanyikan oleh Marilyn Manson memang selalu mengungkap sisi gelap dunia. Satu hal yang membuat album ini unik adalah cara Manson dalam menyampaikan opini dan perasaannya secara lebih “lembut,” yakni dengan fokus pada lirik ketimbang kerasnya instrumen musik yang digunakan.

We Are Chaos secara nyata menjadi cermin yang memperlihatkan segala keburukan dari kemanusiaan, di mana Manson mengatakan bahwa kemanusiaan adalah hal terburuk yang ada di kehidupan. Manson mengibaratkan jiwa manusia sebagai sebuah museum yang dipenuhi oleh ruangan, lemari, brankas, dan laci.

Shards and slivers of ghosts haunted my hands when I wrote most of these lyrics,” ungkap Manson. Nggak seperti penggarapan album-album sebelumnya, Manson memilih untuk menjinakkan sisi gila miliknya dan menunjukkan tampilan yang lebih dewasa untuk album We Are Chaos.

 

Tersedia dalam Beberapa Versi

Marilyn Manson dengan coat hitam dan kacamata berlensa hijau

Marilyn Manson menggaet Shooter Jennings, seorang produser musik pemenang Grammy, untuk bersama-sama menggarap albumnya. Manson mengungkapkan bahwa selama proses rekaman, tidak ada seorang pun yang boleh mendengarkan hasilnya sebelum seluruh lagu selesai diproduksi. Album We Are Chaos merupakan sebuah konsep album berisikan 10 lagu.

Dikabarkan juga kalau Manson menggandeng A$AP Ferg untuk berkolaborasi musik. Album ini akan tersedia dalam Side A dan Side B, masing-masing bisa didapatkan dalam wujud vinyl, CD, dan kaset dengan sistem pre-order. Nggak hanya itu, Manson juga menggunakan lukisan yang ia buat sendiri sebagai cover album We Are Chaos yang bisa lo beli secara eksklusif.

 

 

 

Sources: Rolling Stone, NME, Billboard