Setelah 8 Tahun, Akhirnya Fiona Apple Rilis Album Baru "Fetch the Bolt Cutters" - MLDSPOT
  • Music News
  • Setelah 8 Tahun, Akhirnya Fiona Apple Rilis Album Baru "Fetch the Bolt Cutters"

Setelah 8 Tahun, Akhirnya Fiona Apple Rilis Album Baru "Fetch the Bolt Cutters"

Tue, 21 April 2020
Fiona Apple saat tampil dalam Konser Tribut Chris Conell tahun 2019

Musisi yang memulai debutnya di tahun 1996 saat masih remaja ini jadi populer dengan album pertamanya “Tidal”. Karya-karyanya juga semakin diakui saat berjejer dengan karya-karya lain untuk nominasi penghargaan musik bergengsi seperti Grammy Awards. Berkarir selama dua dekade lebih, Fiona Apple sudah merilis total lima album.

Album kelimanya ini resmi dirilis 17 April 2020 lalu dan disambut hangat oleh para penggemar setianya. Nggak cuma penggemarnya saja yang menikmati hadirnya album ini, tetapi lo yang benar-benar baru dengan nama Fiona juga bisa menikmati album yang satu ini.

 

Album Baru Setelah 8 tahun

Fiona Apple terlihat sedang memperbaiki rambutnya saat sedang tampil di panggung

Setelah merilis album keempatnya, “The Idler Wheel” pada tahun 2012 lalu, penggemar terpaksa harus menunggu cukup lama sampai akhirnya Fiona kembali 8 tahun kemudian dengan album “Fetch the Bolt Cutters” ini. Album yang banyak menuai pujian dari kritikus dan musisi ini bahkan digadang-gadang menjadi karya terbaik Fiona Apple selama 24 tahun berkarya.

Dikerjakan dari studio di kediamannya sendiri sejak tahun 2015. Masih begitu relevan, sekalipun sudah dibuat sekitar lima tahun terakhir. Ini yang membuat album kelima berikut mendapat sambutan positif dan banyak apresiasi.

 

Tema Kekerasan pada Perempuan

Fiona Apple saat Live Concert di Chicago di tahun 2012

Dirilis secara digital dan sudah bisa lo dengar di beberapa kanal musik streaming, album Fiona Apple ini didominasi oleh kisah berlatar belakang kekerasan pada perempuan yang beberapa tahun terakhir ini juga menjadi isu yang masif diperdengarkan. Isu yang diangkat Fiona ini jadi salah satu alasan mengapa albumnya terasa begitu relevan.

Salah satu lagu terbaik dalam album ini yang berjudul “Under the Table” ini mengentak pendengar dengan suara lantang Apple menyanyikan lirik, “Kick me under the table all you want, I won’t shut up.” Pesan kuat yang digaungkan Fiona dalam lirik-liriknya diiringi musik yang penuh dengan warna perkusi dalam album ini.

 

Terinspirasi dari Serial TV

Fiona Apple tampak sedang bernyanyi di atas sebuah panggung

Fun fact lain yang perlu lo tahu dari album baru Fiona Apple ini adalah judul albumnya Fetch the Bolt Cutters yang diambil dari salah satu scene di serial televisi yang dibintangi Gillian Anderson dan Jamie Dornan, “The Fall”. Dalam serial ini, Anderson memerankan seorang polisi penyidik tindak kejahatan seksual. Anderson mengucapkan frasa yang menjadi judul album ini setelah menemukan lokasi tempat penyiksaan perempuan.

Pesan yang sama kuat lainnya juga tersampaikan dalam title track. Fiona mencoba mengekspresikan rasa jenuhnya dengan kekacauan yang terjadi kini di dunia dan betapa ia ingin melarikan diri dari kekacauan yang disebabkan oleh manusia. Satu lagi poin tambahan mengapa album ini semakin relevan untuk didengarkan sekarang.

Jadi nggak heran kalau album yang sebenarnya dijadwalkan untuk dirilis di bulan Oktober tahun ini justru dipercepat tanggal perilisannya oleh Fiona. Ia sendiri merasa bahwa saat-saat ini adalah saat yang paling relevan, di mana pesan-pesan di dalam lagunya bisa dicerna dengan mudah oleh para penggemar dan penikmat musik di seluruh dunia.

 

 

 

Sources: Gold Derby, Vox, New Yorker

Perjalanan Joey Alexander dari Grammy sampai Sekarang

Sat, 27 February 2021
Joey Alexander

Di tahun 2016 & 2017 lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan nama Joey Alexander – well, siapa yang nggak kenal dengan pianist muda yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya yang masih sangat belia saat itu?

Dua tahun berturut-turut berhasil masuk nominasi Grammy Awards di umur 13 tahun, Joey Alexander berhasil membawa bangga nama Indonesia ke kancah internasional dengan single debutnya yaitu My Favorite Thing.

Setelah 5 tahun berlalu, gimana kabar Joex Alexander sekarang ya, bro? beranjak menjadi seorang remaja, pastinya udah banyak banget perkembangannya. Denger-denger, Joey juga udah ngerilis 5 album loh!

Di artikel ini, MLDSPOT bakalan mengulik gimana kabar Joey Alexander setelah 5 tahun berlalu dari Grammy Awards dan gimana kesehariannya sekarang. Langung aja selengkapnya simak di bawah ini ya!

Grammy Awards: Bukti Pribadi Joey Rendah Hati

Joey Alexander

Credit image – Liputan6

Di 2016 hingga 2017 lalu, keberhasilan namanya dalam menjadi nominasi di Grammy Awards emang menjadi titik balik dari karir seorang Joey Alexander. Gimana nggak – di usia yang belum genap 13 tahun saat itu, Joey berhasil menjadi musisi termuda yang masuk ke dalam nominasi kategori Jazz dan meraih nominasi dua sekaligus – pertama dari Indonesia!

Joey sendiri mengaku, momen masuk sebagai nominasi dengan pencapaiannya ini – ia nggak berharap banyak untuk menang. Ketika dinominasikan untuk pertama kali, pastinya Joey kaget dan nggak nyangka sama sekali. Tapi ketika pada hari pengumuman dan ternyata nggak menang – Joey nggak berkecil hati, karena baginya inilah hal yang harus dikembangkan olehnya untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.

Dengan keberhasilannya ini, Joey mengatakan bahwa keberhasilannya dalam meraih Grammy Awards ini bukanlah hal yang mudah. Namun ia bersyukur memiliki lingkungan yang supportif – baik menang atau kalah, itu semua hanya menjadi bagian dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik dan berkembang.

Musik Jazz bagi Joey Alexander

Awal mula perjalanan musik Joey dimulai dari kecintaan ayahnya dalam bermusik – meskipun nggak secara profesional. Namun sejak bersama ayahnya, kecintaan Joey akan musik pun menjadi tumbuh. Menurut Joey, ketika ia memainkan musik ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dalam dirinya tumbuh.

Memulai perjalanan bermusiknya di Bali, Joey mengaku nggak nyangka kalau hidupnya akan menjadi berada dalam lingkup musik – apalagi di genre Jazz. Musik Jazz sendiri bagi Joey punya kekuatan sendiri yang nggak dimiliki oleh genre musik lainnya.

Bagi Joey, musik Jazz seakan punya bahasa tersendiri dalam musik yang bisa menyampaikan pesan serta menyatukan orang yang berbeda dari seluruh dunia – Jazz udah whole different level deh buat Joey!

Dari Bali hingga New York

Joey Alexander

Credit image – Spotify

Seperti yang diketahui, Joey melebarkan sayapnya lebih besar di negeri paman sam – tepatnya New York, dibandingkan di tanah kelahirannya sendiri. Meskipun begitu, Joey tetap Bali spesial tersendiri di dalam hatinya.

Bali dan New York sama-sama membawa inspirasi bagi Joey dalam bermusik, namun kedua tempat ini memiliki sisi yang berbeda dalam diri Joey dalam menciptakan musik. Hal ini dibuktikan dengan 5 album yang telah dirilis oleh Joey.

4 album dengan berbahasa Inggris dan 1 album dengan bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak memiliki makna yang spesifik. Karena pada dasarnya dalam menamakan album Joey berdasarkan komposisi asli dari album Live-nya.

Album terakhir Joey – Warna, dibuat untuk menceritakan kepribadian, suara, dan gaya seorang pemusik yang bermain dengannya. Di album terbarunya ini Joey juga mencoba gaya musik dan komposisi yang berbeda. Seakan ingin memberikan warna baru, di album ini Joey mencoba menghadirkan nuansa ‘lokal’ dalam albumnya.

Karier bermusik Joey emang udah nggak perlu diragukan lagi. Bukan cuma Grammy Awards aja, bahkan Joey juga pernah menjadi TED Speaker dalam acara TedX Talk, bro!

Di usia muda dan pencapaian yang dimilikinya ini jadi kisah inspiratif banget buat dikulik ya. Dari Joey kita juga belajar – nggak perlu berpikir panjang untuk mencoba hal baru, yang penting – mulai aja dulu!

 

Feature image - NPR